Assalamu'alaikum guys
Alhamdulillah, usai juga akhirnya Seri “Lesser Sunda Islands & Orchids”. Meski hanya sekedar unduh sana unduk sini, edit sana edit sini, dan melakukan pengecekan pada 2 link anggrek besar, tetap memusingkan juga. Capek pastinya wkwk.
Tetapi sisi positifnya, pengetahuan dan pengalaman tentang anggrek kian bertambah.
Author banyak menjumpai nama-nama anggrek baru yang sebelumnya memang belum pernah tahu. Mungkin tahu tapi hanya sekilas.
Tentu saja artikel serial “Lesser Sunda Islands & Orchids” ini tidaklah 100% valid ya. Bila memakainya sebagai bahan penelitian, tetap harus melakukan cek dan ricek pada referensi-referesi yang terpercaya.
Memang tidak mudah juga, karena laporan penelitian jarang yang menyertakan foto/gambar anggrek yang ditelitinya, karena pasti akan menambah biaya pengeluaran wkwk.
Berikut beberapa catatan dari hasil mempelajari seri-seri sebelumnya.
Catatan I:
Menurut Destario Metusala, Lesser Sunda Islands mempunyai 7 jenis Vanda, 4 di antaranya endemik. Jumlah ini mungkin terbanyak di Indonesia ya, yang jumlahnya mencapai 22 taxa dan tertinggi di dunia.
Ketujuh spesies itu:
- Vanda lombokensis J.J.Sm.
- Vanda x boumaniae J.J.Sm. (natural hybrid)
- Vanda insignis Blume, 1849 syn. Vanda tricolor Lindl. Ridley, 1885 - Distribution: Lesser Sunda Islands
- Vanda limbata Blume
- Vanda tricolor var. purpurea Carr., Gard. Bull. 1932
- Vanda punctata Ridl.
- Vanda tricolor var. suavis J.J.Sm. & Schltr. 1913; Saccolabium insectiferum J.J.Sm. 1905
Dua spesies, Vanda tricolor var. purpurea dan Vanda x boumaniae J.J.Sm., ditemukan kembali setelah menghilang lebih dari 70 tahun!
Catatan II:
Menurut teman-teman pecinta anggrek dari Nusa Tenggara, form/varian dari Vanda lombokensis J.J.Sm. lebih dari 20!
Catatan III:
Jumlah di atas kian bertambah dengan spesies yang relatif masih baru, yakni Vanda perplexa Motes & D.L.Roberts, Kew Bull. 68: 337 (2013). Vanda ini juga endemik Lesser Sunda Islands menurut Kew Bulletin.
Plus: Ada kemungkinan Vanda floresensis (yang masih dianggap sebagai Vanda lombokensis) menjadi spesies mandiri karena Martin Motes dalam bukunya, "Vandas" membedakannya dari Vanda lombokensis.
Catatan IV:
Juga terdapat anggrek yang selama ini dikenal dari Sulawesi, padahal LSI juga ada, yaitu Vandopsis lissochiloides.
IOSPE:
Vandopsis lissochiloides (Gaudich) Pfitzer 1889 - The Lissochilus-Like Vanda [An orchid Genus]- Laos, Myanmar, Thailand, the Lesser Sunda Islands, the Moluccas, Sulawesi, New Guinea and the Phillipines. Synonyms: Fieldia lissochiloides Gaudich. 1829; Grammatophyllum pantherinum Zipp. ex Blume 1849; Stauropsis batemanni G. Nicholson 1886; Stauropsis lissochiloides (Lindl.) Pfitzer 1882; Vanda batemanni Lindl. 1846; Vanda lissochiloides Lindl. 1833
Kew:
Vandopsis lissochiloides (Gaudich.) Pfitzer, H.G.A.Engler & K.A.E.Prantl, Nat. Pflanzenfam. 2(6): 210 (1889) - Indo-China to W. New Guinea (Laos, Lesser Sunda Is., Maluku, Myanmar, New Guinea, Philippines, Sulawesi, Thailand).
Homotypic Synonyms:
- Fieldia lissochiloides Gaudich. in Voy. Uranie: 424 (1829)
- Stauropsis lissochiloides (Gaudich.) Pfitzer in Grundz. Morph. Orchid.: 14 (1881)
- Vanda batemannii Lindl. in Edwards's Bot. Reg. 32: t. 59 (1846), nom. illeg.
- Vanda lissochiloides (Gaudich.) Lindl. in Gen. Sp. Orchid. Pl.: 216 (1833)
Heterotypic Synonyms:
- Grammatophyllum pantherinum Zipp. ex Blume in Rumphia 4: 50 (1849), not validly publ.
- Stauropsis batemannii G.Nicholson in Ill. Dict. Gard. 3: 493 (1886)
Catatan V:
Selain kabar yang menyenangkan seperti di atas, juga ada informasi yang menyedihkan, yakni punahnya Liparis aurita Ridl., 1885 syn. Platystyliparis aurita (Ridl) Marg., 2007, menurut Kew, di Nusa Tenggara, tepatnya di East Timor. Semoga laporan penelitian dari East Timor seperti pada seri sebelumnya tidak keliru dalam mengidentifikasi dan info punah tersebut dapat dihapus, sehingga kita tidak perlu mendatangkan spesies yang sama dari Thailand.
Versi Kew:
Liparis aurita Ridl., H.O.Forbes, Naturalist's Wanderings E. Archipel.: 518 (1885); synonym: Alatiliparis aurita (Ridl.) Ormerod & Juswara, Harvard Pap. Bot. 25: 150 (2020) - Indo-China, Lesser Sunda Islands (Timor).
Catatan VI:
Eksplorasi, penelitian, inventarisasi atau pemetaan anggrek di LSI memang masih kurang, padahal spesiesnya unik-unik. Tetapi yang lebih penting adalah menjaga kelestariannya, baik in-situ maupun ex-situ.
Picts from:
Rahayu Sumarni blog
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh



No comments:
Post a Comment