Monday, January 11, 2021

SERANGAN VIRUS CymMV DAN ORSV

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tanda-tanda umum berupa mosaik atau bercak/noktah/lingkaran/bulatan yang hampir serupa, baik dalam bentuk maupun ukurannya dan tersebar pada lembaran daun.




Bisa juga berupa mottle (belang-belang) yang serupa juga ukuran dan bentuknya.

Area yang diserang masih menunjukkan penampakan seperti daun yang sehat, yakni tidak berbau, tidak berlendir, tetapi masih tampak basah (terkandung air). Warna-warna yang bukan hijau menjadi penanda bahwa daun anggrek telah terserang virus.

 


Virus tidak ditularkan melalui hewan, tetapi antar anggrek yang saling kontak/bersentuhan atau ‘berdiam’ pada media.

Meski efeknya tidak secepat serangan fungi, namun dalam jangka panjang juga merugikan. Secara estetika, tampilan juga tidak indah. Tangkai bunga pendek dan tidak mekar dengan sempurna, sepal petal tidak mulus (melintir), terdapat bercak-bercak coklat. Sedangkan efek pada plant, anggrek menjadi kerdil. Secara ekonomi anggrek seperti ini tidak laku dijual.

 

Sayangnya obatnya masih mahal (antiserum virus). Tidak cocok bagi pecinta anggrek rumahan.

Cara termudah yang dapat kita lakukan adalah dengan cara memotong dan membakar daunnya. Atau membuang jauh-jauh.

Umumnya virus yang menyerang anggrek ada 2, yakni CymMV (Cymbidium Mosaic Virus) dan ORSV (Odontoglossum Ring Spot Virus).

Penampakan ada pada foto-foto yang berasal dari penelitian Institut Pertanian Bogor oleh Irwan Lakani.

Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Untuk itu cek dengan teliti anggrek yang baru datang. Kalau memungkinkan sediakan area khusus untuk karantina. Bila ada gejala atau penampakan yang meragukan sebaiknya segerapa potong dan buang jauh-jauh atau bakar.

 

Catatan Penting: mungkin gejala atau tanda-tanda serangan nampak serupa dengan efek serangan penyakit atau hama lainnya. Para ahli saja juga merasa kesulitan. Untuk itu penggalian informasi sebanyak mungkin mutlak kita lakukan sendiri-sendiri.

Barakallah 4u all