Sunday, February 27, 2022

Dendrobium x superbiens A – Z PART 6: NO-ID VARIAN TANIMBAR

Assalamu’alaikum sobats 2tisa

Di Indonesia, natural hibrid yang semirip dengan versi ini dibilang juga sebagai Dendrobium x superbiens, padahal secara silsilah (induk), habitat, dan karakternya berbeda.

 


Mendasarkan pada karakter kedua induk, kemudian mengaitkannya dengan Hukum Mendel, antara Dendrobium x superbiens yang berasal dari Queensland Australia dan (terduga) Dendrobium x superbiens yang hanya ada di Kepulauan Tanimbar seharusnya memang memiliki tampilan dan tinggi yang berbeda.

 







 

 

Ciri-ciri variety Tanimbar memang berbeda dengan Dendrobium x superbiens versi orinya, antara lain:

  • Petal lebih langsing dan otomatis juga lebih (mem)panjang.

  • Warna petal dan sepal lebih pucat dengan corak, urat serta garis-garis yang tampak jelas.

  • Liukan/keriting pada sepal petal begitu kentara. Bisa dibilang gen Dendrobium discolor lebih dominan menyumbang bentuk hibridnya.

 


  • Bulb tinggi. Idealnya 1,1 – 1,2 m. Namun meski tingginya semeter  pun itu juga sudah termasuk bagus sekali karena membutuhkan waktu yang lama, perawatan dan kondisi lingkungan yang super kondusif.

 


Saturday, February 26, 2022

Dendrobium x superbiens A – Z PART 5: VARIAN ORIGINAL

Assalamu’alaikum sobats 2tisa

Di Indonesia, natural hibrid yang semirip dengan versi ini dibilang juga sebagai Dendrobium x superbiens, padahal secara silsilah (induk), habitat, dan karakternya berbeda.

 

Pict at Wikipedia

Mendasarkan pada karakter kedua induk, antara Dendrobium x superbiens yang berasal dari Queensland Australia dan (terduga) Dendrobium x superbiens yang hanya ada di Kepulauan Tanimbar tampilan dan tingginya memang berbeda.

Beginilah Dendrobium x superbiens versi asli.

  • Petal lebih lebar dan otomatis juga lebih (mem)pendek.
  • Warna petal dan sepal lebih solid dalam artinya corak berupa persegi tak beraturan serta garis-garis tidak nampak.
  • Liukan/keriting pada sepal petal tidak begitu kentara.
  • Tinggi plant lebih pendek dibanding varian Tanimbar. 


Pict at IOSPE

 

 

Barakallah


Friday, February 25, 2022

Dendrobium x superbiens A – Z PART 4: Dendrobium discolor, POLLEN PARENTS

Assalamu’alaikum sobats 2tisa

Dijuluki Anggrek Emas/Gold Orchid. Umumnya tingginya sekitar 2 m yang tersebar mulai Queensland, New Guenia, Papua, dan Tanimbar.

Pada wilayah sebaran ini, terdapat seksi Phalaenanthe yang menghasilkan natural hibrid Dendrobium x superbiens, baik versi originalnya maupun KW/no-id.

Hingga saat ini, sejauh informasi yang 2tisa dapatkan, New Guenia belum/tidak mengklaim Dendrobium X superbiens berada di wilayahnya. Apa alasannya juga tidak diketahui, padahal mereka juga memiliki Dendrobium lithocola. Dan kemungkinan besar Dendrobium bigibbum, juga telah tersebar di sana.

Ada 4 varian Dendrobium discolor, yakni:

  • var. broomfieldii (Anggrek Kenari) yang ada di wilayah Kepulauan Whitsunday, Great Barrier Reef, Australia.
  • subsp. discolor, (Anggrek Tanduk Emas) berada di Queensland, Australia.
  • var. fimbrilabium, tersebar di Papua, New Guinea, dan Queensland.
  • var. fuscum, tumbuh di Queensland.
  • subsp. incurvata, berada di wilayah New Guinea dan Queensland.
  • var. Tanimbar (belum resmi), berada di Kepulauan Tanimbar.

 

var. Tanimbar
pict at Yudhiastra Negara Fb

 

Masing-masing varian atau subspesies memiliki tampilan sedikit berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi memang memungkinkan kalau Dendrobium x superbiens  dan yang semirip, juga bisa berbeda-beda tampilannya pada wilayah-wilayah tersebut.

2tisa belum menemukan variety/subspesies yang manakah yang melahirkan Dendrobium x superbiens. Apa mungkin semua varian yang berada di Queensland melahirkan hibrid alami?

Kalau natural hibrid serupa Dendrobium x superbiens yang berasal dari Kepulauan Tanimbar jelas-jelas memiliki perbedaan tersendiri. Karena itu memang perlu mendapatkan perhatian lebih dari para ahli taksonomi, utamanya LIPI.

Monday, February 21, 2022

Dendrobium x superbiens A – Z PART 3: Bigibbum COMPLEX, SEED PARENTS

Assalamu’alaikum sobats 2tisa

Sebagai natural hibrid dari Dendrobium bigibbum x Dendrobium discolor rasanya g afdhol kalau g membahas kedua induk.

Sayangnya bahasan mengenai seed parents ini sangatlah rumit. Ada 3 atau 4 spesies yang sama-sama sulit dibedakan satu dengan lainnya. Biasanya disebut Bigibbum Complex pada seksi Phalaenanthe.

Para ahli sendiri juga masih simpang siur/pro kontra dan berbeda pendapat. Mereka belum menemukan titik temu. So, kita yang awam pun akan kesulitan untuk memahaminya.

 


 

Bigibbum Complex tersebar mulai Kepulauan Tanimbar, Papua, New Gueina, dan Queensland. Dan pada masing-masing habitat tersebut juga dihuni Dendrobium discolor sehingga prosentase menghasilkan hibrid serupa/sama dengan Dendrobium x superbiens sangatlah besar.

Jadi sebenarnya bahasan tema ini tidak hanya membahas dan membedakan tentang Bigibbum Complex saja, tetapi juga Dendrobium x superbiens Complex, baik hibrid alamiahnya maupun hasil persilangan yang dilakukan manusia dengan memakai induk yang sama.

Ikut pendapat yang telah mensyahkan Bigibbum Complex ke dalam tiga spesies yang saling mandiri, yakni Dendrobium bigibbum (Cooktown Queensland), Dendrobium lithocola (Cape York Queensland), dan Dendrobium striaenopsis (Larat Orchid, Tanimbar Islands), maka di masa mendatang ya hanya tiga spesies ini yang akan dituliskan artikelnya.

Karena mengundang perbedaan dan perselisihan pendapat yang panjang di antara ahli taksonomi, apalagi mempelajarinya pun sangat sulit, maka tentang ketiga spesies ini insyaAllah akan dibahas pada artikel tersendiri.

Tuesday, February 15, 2022

Dendrobium X superbiens A – Z PART 2: DE JURE

Assalamu’alaikum sobats 2tisa

De jure adalah istilah pinjaman untuk membahas anggrek/tumbuhan lainnya berdasarkan kearsipan/record, seperti taksonomi, penemu, pemulia, dan kabar-kabar lainnya.

Sedangkan de facto membahas morfologi, perawatan, habitat, area, populasi (in situ maupun ex situ) dan sebagainya.

Berikut informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

Nama taksonomi/ Scientific name:

Dendrobium x superbiens

Author   : Heinrich Gustav Reichenbach

Tahun    : 1876

Publikasi : New Garden Plants. Gardeners' Chronicle, n.s 6: 516

Nama internasional : Curly Pinks

Sinonims/Nama Lain :

  • × Vappaculum superbiens (Rchb.f.) M.A.Clem. & D.L.Jones (2002)

  • × Vappaculum vinicolor (St.Cloud) M.A.Clem. & D.L.Jones (2002)

  • X Vappaculum x superbiens (Rchb.f.) M.A.Clem. & D.L.Jones

  • Callista × fitzgeraldii (F.Muell.) Kuntze (1891)

  • Callista × superbiens (Rchb.f.) Kuntze (1891)

  • Callista superbiens

  • Dendrobium × brandtiae Kraenzl. (1906)

  • Dendrobium × goldiei var. karthausianum Rolfe (1910)

  • Dendrobium × vinicolor St.Cloud (1956)

  • Dendrobium × superbiens var. vinicolor (St.Cloud) Ormerod (2002)

  • Dendrobium × fitzgeraldii F.Muell. (1884)

  • Dendrobium × goldiei Rchb.f. (1878)

  • Dendrobium x fitzgeraldii

  • Dendrobium x goldiei

  • Dendrobium x superbiens var. vinicolor (St.Cloud) Ormerod

  • Dendrobium bigibbum var. albo-marginatum

  • Dendrobium bigibbum var. superbiens (Rchb.f.) F.M.Bailey (1883)


Taxonomic rank   :  s
pecies; variety  


Picture at IOSPE


Awalnya memang dimasukkan ke dalam kategori spesies. Kemudian direvisi sebagai anggrek hibrid alami/natural hybrid. Kini, beberapa link besar seperti Jay (IOSPE) memasukkannya ke dalam spesies seksi Phalaenanthe.

Hybrid formula           :           Dendrobium bigibbum x Dendrobium discolor

Induk betina (seed parents) asli Queensland Australia, sedangkan Dendrobium discolor selain di Queensland juga tersebar di Papua, New Guenia, dan Maluku.

Tak mengherankan apabila Dendrobium x superbiens merupakan anggrek hibrid alami asli Cooktown, Queensland.