Wednesday, June 29, 2022

PUKAUAN ANGGREK HIBRID: Phalaenopsis Bonita DAN KASUS YANG MELINGKUPINYA

Assalamu'alaikum sobats 2tisa

Populasinya di Indonesia begitu melimpah hingga daerah pelosok pedesaan, walau mungkin tidak banyak yang tahu identitasnya. Padahal anggrek hibrid ini berasal dari luaran. Originator L.C.Vaughn yang kemudian mendaftarkannya di RHS pada tahun 1965.


Di salah satu rumah penduduk

 

Kedua induk adalah Phalaenopsis stuartiana × Phalaenopsis buyssoniana (sinonim: Doritis buyssoniana).




 

Terkenal sebagai anggrek tahan banting terhadap hama dan penyakit  dengan perawatannya yang sangat mudah dan tidak termasuk enggak jelimet/manja. Asal kebutuhan sinar yang cukup dengan penyiraman rutin, bisa tumbuh bagus, walau tanpa pemupukan. Terkadang pada beberapa kasus, pemupukan harus dihindari.

 

= KASUS =

Ada kasus secara individual di kebun 2tisa sendiri, ada juga kasus umum yang terjadi berkaitan dengan penamaannya.

Kasus pertama

Kata orang, perawatan hibrid ini mudah sekali dan tahan banting pula. Tetapi di kebun 2tisa beberapa plant tinggal nyisa 1 karena penyakit busuk/black root. Dulu memang belum tahu penyebab dan penanganannya sehingga banyak yang mati.

Semoga tinggal sebulb ini bisa berprogres dengan baik dan berkembang banyak lagi.


 

Kasus kedua

Para ahli terpecah dua golongan. Ada yang berpendapat genus Doritis tetap mandiri. Pihak lain menggabungkannya dengan genus Phalaenopsis. Bagi yang berpegang pada genus lama (harus) menyebut hibrid intergenerik ini dengan sebutan Doritaenopsis Bonita. Sedang yang mengikuti konjungsi, haruslah menyebut hibrid ini Phalaenopsis Bonita.

2tisa sendiri lebih suka menyebut dengan nama Phalaenopsis Bonita. Lebih mudah diingat.


Kasus ketiga

Banyak pecinta anggrek yang menyebutnya Doritis (saja). Padahal (genus) Doritis juga banyak macamnya, baik spesies maupun hibridnya. (baca kasus kedua)

So, memang harus dibiasakan menyebutnya dengan benar dan lengkap. Boleh menyebutnya Phalaenopsis Bonita atau Doritaenopsis Bonita.


Kasus keempat

Di RHS (yang juga difollow oleh BlueNanta/OrchidRoods) terdaftar dua anggrek hibrid yang bernama sama, tetapi berbeda induk dan originatornya.

Phalanopsis Bonita pertama – yang dibahas pada artikel ini.

Phalanopsis Bonita kedua – hasil karya W. Livingston yang diregister tahun 1977 dari indukan Phalaenopsis Juanita × Phalaenopsis Mambo.

Tentu saja tampilan keduanya sangat berbeda jauh meski sama-sama persilangan antarseksi.

 

Kemiripan Spesies:

Phalaenopsis pulcherrima

Phalaenopsis buyssoniana

 

Kemiripan Hibrid:

Phalaenopsis Suka Hati

Phalaenopsis Dyah Redita

Phalaenopsis Purple Gem

Phalaenopsis Purple Passion

Jangan keliru dengan anggrek semirip

Tuesday, June 28, 2022

Aerides odorata (PART 2): DESKRIPSI, POPULASI, POTENSI DAN INFO LAINNYA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabakaratuh

Artikel ini merupakan sambungan artikel sebelumnya: Aerides odorata

 


►Deskripsi:

  • Monopodial epifit
  • Akar udara miskin percabangan, tetapi berukuran besar. Bentuk gilig (silindris) dengan ujung berwarna hijau. Akar cabang lebih kecil ukurannya. Akar tua berwarna putih.

 
  • Panjang stem/batang pseudobulb bisa mencapai 1 m. Suatu panjang yang belum pernah dicapai di kebun penulis hiks. Tertutup rapat oleh seludang daun.
  • Daun melengkung cenderung terkulai, selang-seling (oppsite), berwarna hijau pucat dengan panjang 15 25 cm dan lebar 2 5 cm. Ujung daun mucronate lobe. Tipe daun ligulate.

 

 

  • Berbunga 1 – 2 tahun sekali pada awal musim hujan dan membutuhkan intensitas sinar yang banyak untuk berbunga. 1 tangkai bunga dengan panjang 30 cm bisa menyangga lebih 30 kuntum yang wangi seperti spicy/rempah hingga lilac.
  • Terkadang spike juga muncul pada ketiak daun yang telah luruh. Biasanya pada bagian bulb bawah  atau yang telah tua.
  • Perkembangbiakan alami secara generatif (biji). Perbanyakan vegetatif dengan keiki.


 

►Perawatan:

  • Sinar: setengah teduh hingga langsung
  • Humidity: 70 – 85%
  • Temperatur: 24 – 28 °C
  • Sirkulasi udara: lancar
  • Tidak sulit, cocok untuk pemula. Cukup diikat pada batang pohon, merupakan cara termudah dan teraman. Siram 2 hari sekali.
  • Bisa juga digantung memakai kawat/tali.
  • Termasuk anggrek yang tahan hama dan penyakit. Selama ini belum pernah menjumpai hama dan penyakit yang serius. Paling-paling bercak-bercak daun saja yang relatif tidak begitu berpengaruh terhadap perkembangannya. Hanya saja beberapa bulan lalu banyak yang menguning dikarenakan Hujan Salah Musim (sudah ditulis artikelnya).

 

Polinasi:

Penyerbuk utamanya adalah Lebah Lanceng, juga lebah lain.

Termasuk anggrek yang mampu menyerbuki mandiri (self polinate). 

Buah Anggrek Kuku Macan

 

Populasi:

Meski melimpah dijumpai pada hutan jati, tetapi secara garis besar populasinya kian berkurang jauh akibat deforestasi, pembukaan lahan  dan eksploitasi.

Beberapa laporan menyebutkan sudah sulit dijumpai di hutan-hutan primer Pulau Jawa.

Appendix II CITES

 

►Vegetatif Buatan:

Karena termasuk monopodial (satu titik tumbuh), secara alami akan sulit untuk berkembang banyak. Karena itu di kebun, dibutuhkan trik untuk memperbanyaknya secara vegetatif buatan.

Bagaimana caranya?

Ada beberapa pilihan:

Tempelkan atau letakkan bulb batang secara horisontal/datar atau miring. Kalau beruntung akan tumbuh 2 – 3 tunas anakan.

Memotong bulb bagian bawah yang sudah tua dan masih terdapat akar sehat minimal seutas. Lebih bagus lagi kalau masih ada daunnya. Panjangnya bebas, usahakan minimal 10 cm agar tidak terlalu lama prosesnya. Biarkan pada tempatnya beberapa waktu hingga keluar keiki. Bila keiki telah mapan, potongan bulb dapat dipindahkan ke tempat yang kita inginkan.

 


►Potensi:

Penduduk tidak begitu mengenal dan kalah populer dengan Anggrek Larat, Oncidium Golden Shower dan Dendrobium terduga x superbiens yang banyak di tanam di rumah-rumah penduduk pedesaan.

Berpotensi dalam industri parfum. Wangi Aerides odorata masuk dalam kategori Oriental 5 (Men).


►Tradisional Medikal:

  • Akar dan daun untuk obat inflamasi (peradangan) 
  • Buah tua digunakan untuk menyembuhkan luka di India
  • Penduduk Vietnam terbiasa memakai jus ekstrak daunnya digunakan untuk mengobati bisul di telinga dan hidung. Sedangkan biji yang ditaburkan di atas lesi akan membantu menyembuhkan bisul dan gangguan kulit lainnya. 
  • Juga digunakan untuk mengobati TBC, luka dan sebagai obat oral untuk nyeri sendi bengkak.

Sumber: Giuseppe Mazza dan lain-lain 

 

 Barakallah





 

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Aerides odorata var. calayanensis Lour. 1790 Section Aerides

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabakaratuh

Pertama kali dipublikasikan dalam Fl. Cochinch.: 525  tahun 1790. Walaupun diameter kuntum kecil ± 2,5 cm, namun wangi. Wilayah yang memiliki form dan varian terbanyak di dunia tak lain adalah Indonesia.

Hidup pada Elevasi 200 – 2000 m dpl.

 




 

Etimologi

  • Aerides odorata – atau fragrant air plant berasal dari bahasa Yunani/Greek terma ‘aer’ = udara, eidos = bentuk, tampilan dan “odoratus, a, um” = parfum/wangi, Latin.
  • Fox Brush Orchids – tandan bunga mirip ekor Musang
  • Cat’s-tail Orchids – merujuk bentuk tandan bunga
  • The Fragrant Aerides – aromanya memang harum
  • Anggrek Asem – sering dijumpai menempel pada pohon Asam
  • Anggrek Kuku Macan – bentuk taji mirip kuku
 

  • Bunga Ungu atau Anggrek Ungu – warna splash ungu
  • Angkrek Lilin – kemungkinan merujuk permukaan bunganya yang berlapis lilin (waxy)

  • Lau Bintang – penulis tidak tahu

Sinonim

  • Aeeridium odorum Salis. 1812
  • Aerides ballantiniana Rchb.f. (1885)
  • Aerides cornuta Roxb. (1832)
  • Aerides dayana Guillaumin (1933)
  • Aerides flavida Lindl. (1851)
  • Aerides jucunda Rchb.f. (1860)
  • Aerides latifolia (Thunb. ex Sw.) Sw. (1806)
  • Aerides micholitzii Rolfe (1904)
  • Aerides nobilis R.Warner (1865)
  • Aerides reichenbachii Linden (1858)
  • Aerides rohaniana Rchb.f. (1884)
  • Aerides suaveolens Blume (1849)
  • Aerides suavissima Lindl. (1849)
  • Aerides virens Lindl. (1843)
  • Aerides wilsoniana R.H. Torr. 1885
  • Aeridium odorum Salisb. (1812)
  • Epidendrum aerides Rausch. (1797)
  • Epidendrum odoratum (Lour.) Poir. (1810)
  • Limodorum latifolium Thunb. ex Sw. (1799)
  • Orxera cornuta (Roxb.) Raf. (1838)
  • Polytoma odorifera Lour. ex B.A.Gomes (1868)

 

Form dan Variety:

  • Aerides suaveolens var. virens (Lindl.) Blume (1849)
  • Aerides reichenbachii var. cochinchinensis Rchb.f. (1880)
  • Aerides odorata Lour. var alba
  • Aerides odorata subvar. immaculata Guillaumin 1934
  • Aerides odorata var. annamensis Costantin (1917)
  • Aerides odorata var. ballantiniana (Rchb.f.) A.H.Kent (1891)
  • Aerides odorata var. birmanica Rchb.f. (1887)
  • Aerides odorata var. demidovii Linden (1885)
  • Aerides odorata var. eburnea Cogn. (1904)
  • Aerides odorata var. major Ortgies (1859)
  • Aerides odorata var. micholitzii (Rolfe) Guillaumin (1963)
  • Aerides odorata var. pallida Guillaumin (1962)
  • Aerides odorata f. immaculata (Guillaumin) M.Wolff & O.Gruss (2007)
  • Dan lain-lain

 

Sebaran(Native to):

  • Andaman Islands
  • Assam
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • Cambodia
  • China
  • Himalaya
  • India
  • Indonesia (Jawa, Borneo, Lesser Sunda Islands, Sulawesi, Sumatra)
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Nepal
  • Nicobar Islands
  • Penninsular Malaysia
  • Philippines
  • Thailand
  • Vietnam

 

Pohon Inang:

  • Asam
  • Mangga Hutan

 

Kultivar:

Contoh beberapa Aerides hibrid:

  • Aerides Charethy's Chantilly
  • Aerides Joy Joy
  • Aerides Kim
  • Aerides Korat Koki-odorata
  • Aerides Max Lewis
  • Aerides odorata-houlletiana

Telah disilang juga dengan genus lain, seperti Vanda yang dinamakan Aeridovanda. Aeridovanda Anjuk Ladang merupakan silangan karya anak Indonesia.

Perpaduan dengan genus Arachnis disebut Aeridachnis. Contohnya Aeridachnis Bogor.

Sumber: IOSPE dan lain-lain 

=== Bersambung, InsyaAllah  ===