Assalamu’alaikum sahabats 2tisa
Prakata
Awalnya seri ini ingin diberi judul “Orchids of Borneo”. Tetapi karena sudah banyak yang memakainya, dan pula khawatir kalau-kalau ada yang klaim, diubah jadi “Kalimantan dan Anggreknya”, terinspirasi sebuah buku dengan judul yang panjang memakai kata-kata yang apa adanya. Tetapi akhirnya dipilih judul “Kalimantan, the Island Orchids” dengan maksud supaya lebih ada perhatian dari khalayak. Utamanya para penganggrek dari Kalimantan kian giat melakukan konservasi, in maupun ex-situ.
Membaca, copy-paste, mengedit dan kemudian menyusunnya kembali menjadi tulisan yang berbeda dari aslinya, banyak menghadirkan kejutan-kejutan dan sekaligus kekaguman atas keunikan-keunikan atau keistimewaan-keistimewaan tentang anggrek di Kalimantan maupun kekayaan alam lainnya.
Keistimewaan
Keistimewaan I
Pulau Borneo tak hanya luas, tetapi kekayaan alamnya juga luar biasa. Flora-faunanya fantastif dan merupakan bagian dari plasma nutfah Malesian Flauna. Nggak mengherankan disebut sebagai pulau megadiversitas.
Estimasi anggrek menurut Chant et.al (1994) antara 2500 – 3000 jenis atau 75% dari tumbuhan anggrek Malesian dan sekitar 30-40%-nya merupakan anggrek endemik, baik yang tumbuh secara epiphytically, terrestrially, saprophytically, plus mycoheterotrope. Betapa kayanya! G heran (pernah) mendapat julukan Pulau Anggrek (Orchid Island).
Genus Bulbophyllum memiliki spesies terbanyak sedunia berada di Kalimantan! Begitu juga dengan genus lain juga merupakan terbanyak berada di Borneo, seperti Phalaenopsis.
Keistimewaan II
Beberapa jenis bahkan hingga tingkat genus hanya bisa dijumpai di Kalimantan. Satu-satunya genus yang tidak ada lagi di tempat lain di kolong bumi ini adalah Paraphalaenopsis.
Keistimewaan III
Salah satu wilayah distribusi anggrek Borneo terunik ada pada kawasan Heart of Borneo (HoB), yaitu kawasan konservasi hutan di Borneo yang mencakupi wilayah dari perbatasan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam seluas 220.000 km2. Kawasan ini memiliki bermacam tipe ekosistem (Wulffraat, 2012), sehingga berpotensi memiliki keanekaragaman jenis anggrek yang tinggi. Pict at WWF.
Keistimewaan IV
Kekayaan anggrek Kalimantan telah diangkat ke dalam beberapa buku dari Kew dan para ahli taksonominya yang tergabung dalam the Kew & Leiden Group yang telah menerbitkan sekitar 20 volume. Buku yang sering dijadikan sebagai referensi yakni Orchids of Borneo Vol. 1 (Chan, A. Lamb, P.S. Shim, & J.J. Wood), Orchids of Borneo Vol. 2 (J.J. Vermeulen), Orchids of Borneo Vol. 3 (J.J. Wood), dan Orchids of Borneo Vol. 4 (J.J. Wood)., serta Dendrobium of Borneo (Wood 2013).
Keistimewaan V
Dengan taksiran luas 740.000 – 746.305 km2 yang merupakan pulau ketiga terbesar di dunia, menyebut Borneo itu menjadi susah-susah gampang, karena memiliki wilayah geografis yang dimiliki 3 negara, yakni Indonesia (Kalimantan), Malaysia (Sabah – Serawak), dan Brunei Darussalam.
Mengikuti map tempoe doeloe, ketiga wilayah negara itu memang disebut Borneo. Hanya saja karena kita fokusnya pada anggrek spesies yang dipunyai Indonesia, lagian Kalimantan merupakan wilayah terluas dari Borneo, maka pada artikel berseri tentang “KALIMANTAN, THE ISLAND ORCHIDS” tidak akan memasukkan spesies yang ada di wilayah Malaysia dan Brunei, juga Borneo Utara Britania (North Borneo) – beberapa jurnal/link memang masih menyebut North Borneo – yang sekarang menjadi negara bagian Sabah.




