Monday, April 4, 2022

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Vanda limbata ‘Java’ Blume 1849, The Java Callus Vanda

Assalamu‘alaikum temans 2tisa

Tribe       : Vandeae
Subtribe  : Sarcanthinae
Alliance   : Vanda
Genera    : Vanda
Species   : Vanda limbata Blume 1849

Habitat: Jawa, utamanya Jawa Timur dan Madura.

 

E T I M O L O G I

Lembata adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, dimana spesimen pertamanya diambil. Di kemudian waktu, nama ini tetap dipakai Vanda limbata yang berasal dari Jawa.

Limbatus (Latin), yang berarti "atasnya dengan perbatasan bermata". Mungkin yang dimaksud di sini adalah perbatasan sekitar tepal.

(Apakah sama dengan pengertian dari callus/tonjolan kecil pada bagian tengah pangkal belakang dari labellumnya, yang merupakan ciri khas pembeda dengan Vanda lainnya, sehingga di dunia internasional dikenal sebagai The Callus Vanda?)

 

A G R O K L I M A T

  • Epifit
  • Intensitas cahaya 60 85%
  • Kebutuhan suhu 26 32º C
  • Kelembaban minimal 60%
  • Mudah dirawat
  • Paling cepat beradaptasi dibanding Vanda lainnya
  • Ramah di dataran rendah

 

M O R F O L O G I

Bunga:

  • Tandan/tangkai bunga keluar dari tengah batang yang masih berdaun
  • Warna sepal petal variatif, mulai kuning pucat hingga kuning kecoklatan. Umumnya berwarna dasar coklat kemerahan atau coklat tessellated berlis (garis tepi) kuning.
  • Sisi/permukaan bawah berwarna putih susu.
  • Diameter 5 cm.
  • Warna corak coklat berupa pola bundar tak sempurna.
  • Labellum merah pucat/ungu muda berbentuk biola
  • Wangi cinnamon/kayu manis yang kuat dan sepanjang hari
  • Bentuk lain yang dikenal dari Singapura memiliki bibir kuning dan sempit dan tepal kuning kaya tessellated merah.
  • Panjang tandan 15 – 25 cm yang menyangga 10 sampai 20 kuntum bunga.
  • Berbunga 2 – 3 kali setahun dengan masa mekar ± 2 minggu.

 

Bulb:

  • Monopodial (satu titik tumbuh)
  • Beruas-ruas tertutup pelepah daun
  • Daun berbentuk v (talang) berwarna hijau cerah, ujung erose (terkoyak), tipe evergreen, stomata bertipe anomositik/anomositik perigen

 

K E M I R I P A N   S P E S I E S

Vanda insignis

Vanda floresensis

Vanda mariae

Vanda perplexa

 

P E R A W A T A N

  • Relatif mudah, karena jenis vanda ini sangat adaptif di DTR/dataran rendah
  • Media bebas, bahkan bisa digantung dengan kawat tanpa media tanam apapun
  • Letakkan pada tempat yang agak teduh sedikit lembab tetapi tetap terkena sinar pagi/sore beberapa jam
  • Apabila menggunakan media, pastikan media tersebut sangat porus
  • Anggrek yang senang disiram. Bahkan ada yang melakukan penyiraman sampai 4x sehari, saat musim kemarau.
  • Penyiraman dengan digocor/diguyur pakai selang.

 

P E R B A N Y A K A N

Seperti anggrek monopodial lainnya, perbanyakan dapat dilakukan dengan stek batang atau memotong bulb bagian bawah/pangkal kurleb 5 – 10 cm. Terpenting terdapat akar yang masih hidup dan sehat, meski hanya seutas. Boleh lebih, tergantung selera. Stek dibiarkan dulu pada tempatnya sampai muncul tunas/keiki. Setelah itu boleh tetap diletakkan di tempat semula atau dipindah tergantung selera. 



 

K U L T I V A R

2 contoh:

Rntda. Sawadi George Neo (Renanthera elongata × Vanda limbata)

Vanda Zacky Alief Ramadhan (Vanda limbata × Vanda lilacina)

 

Catatan:

Kebun berada di dataran rendah altitude 92 m dpl.

 


Barakallah

Sunday, April 3, 2022

CERITA ANGGREK: Dendrobium bicaudatum TERNYATA WANGI

Assalamu'alaikum sobats 2tisa 

Sudah beberapa kali Dendrobium bicaudatum berbunga. Namun 2tisa tidak mencium wanginya. Padahal dikatakan anggrek spesies ini wangi.

 

 

 

Benar-benar penasaran.

Mengapa milik 2tisa tidak tercium wanginya? Apakah beda form?

Anggrek Dendrobium bicaudatum ini berasal dari Mamasa, Sulawesi.

Atau mungkin saya yang terlewat dan tidak tepat waktunya untuk mengecek aromanya? Padahal waktu-waktunya juga sudah random. Tetapi tetap g tercium.

Kemudian, sebulan lebih lalu, ada yang mekar. Hahace, 2tisa pun mengeceknya.

O, alhamdulillah, ternyata wangi.

Aromanya mirip wangi Kemuning atau Hoya lacunosa. Apakah termasuk wangi Jasmine ya?




Friday, April 1, 2022

CERITA ANGGREK: BERHARAP (TUMBUH) KEIKI

Assalamu'alaikum sobats 2tisa 

Dendrobium Bantimurung ini plantnya tidak bagus. Namun 2tisa membiarkannya karena masih penasaran bunganya, apakah sama dengan bunga perdana dan benar-benar Bantimurung.

Setelah memastikan benar-benar Dendrobium Bantimurung, 2tisa pun langsung memotong tangkai bunga dan akar-akar yang rusak. Apalagi medianya juga sudah asam.

Yang diusahakan benar-benar (harus) ada adalah daunnya, supaya bulb cepat menumbuhkan akar. 

Yah, meski kondisi daun juga g begitu bagus, tapi gpp. Selama masih ada daun, bulb tidak akan berkonsentrasi menumbuhkan keiki/tunas anakan, tetapi akar terlebih dahulu.

Setelah ganti media kayu, tak berapa lama (sekitar 2 mingguan) tumbuh spike!

Tentu saja, 2tisa pun langsung memotong dan membuangnya karena akan menghabiskan energi, padahal plant baru ditritmen.

Tak lama juga kemudian, sekitar 2 minggu, tumbuh bisul lagi.

HHC bukan spike, tetapi keiki. Kalau keiki, 2tisa akan membiarkannya. Tetapi kalau spike lagi, terpaksa harus dibuang lagi. Begitu seterusnya.

 


 

Harapannya semoga yang tumbuh ini keiki agar plant tidak bertambah drop.

Barakallah