Monday, October 18, 2021

MEDIA HORIZONTAL (MEDIA AYUNAN) UNTUK ANGGREK

Assalamu'alaikum sahabats 2tisa

Setiap media memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu kita yang memang harus memilih media yang tepat sesuatu karakter anggrek yang kita miliki. Selain itu berupaya bagaimana anggrek bisa tampil cantik tetapi tidak menghilangkan karakter aslinya.




Anggrek butuh kelembaban yang lama dibanding membutuhkan air. Menjaga kelembaban memang banyak cara, salah satunya dengan penyiraman.

Penyiraman yang baik tidak boleh basah terus melebihi 5 – 6 jam. Namun biasanya, 1 – 2 jam saja media sudah kering. Untuk memperpanjangnya, kita bisa membuat media secara horizontal atau dimodel ayunan.

Bahannya hanya potongan/papan kayu. Tidak disarankan memakai pakis papan karena cepat rusak/lepas.

Biasanya media tempel anggrek dibuat secara vertikal/tegak. Namun media ini cepat sekali mengering apabila tidak ditambahkan media penahan air seperti moss atau sabut. Penguapan selain karena angin dan sinar matahari, juga ditunjang jatuhnya air karena gravitasi bumi.

Tetapi penambahan media moss atau sabut juga bukannya 100% aman karena umumnya banyak pecinta anggrek yang mengeluh anggreknya menjadi busuk.

Karena itu media anggrek ala ayunan merupakan pemecahan yang tepat. Apalagi bila media itu memiliki kulit rekah-rekah yang dalam dan banyak, kelembaban dapat kian terjaga. Air lebih lama menetes/mengering karena tertahan diameter kayu/papan.

Jangan khawatir terhadap info kulit kayu akan cepat lapuk dan lepas. Kalau lapuk sih iya, karena memang kulit kayu tidak lebih awet/kuat dibanding kambium, tetapi kalau kulit itu mudah 'lepas' belum tentu, karena akar-akar anggrek akan membelit papan/potongan kayu secara penuh sebelum kulit kayunya sendiri lepas.

Mangga dicoba!

Memang sih ada kelemahannya, yakni membutuhkan area yang lebih luas. Namun itu bisa kita manfaatkan juga untuk menggantung media anggrek lain. Jadi seperti bertingkat-tingkat atau bertiang-tiang hehe

O ya, kalau sudah tampak rapuh/lapuk bisa diganti dengan media baru. Atau bisa juga diikatkan pada media yang baru (seperti foto).

Barakallah 4u all

 

Friday, October 8, 2021

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Dendrobium linearifolium Teijsm.& Binn., Anggrek Udang Bungkuk

Assalamu‘alaikum sahabats 2tisa

Kuncup/knop maupun kuntum bunga berbentuk unik, seperti udang bongkok. Atau boleh juga seperti moluska laut, Nautilus. Bila dilihat dari samping. Tidak berlebihan bukan bila kita sebut Anggrek/Dendrobium Udang, Anggrek Udang Bungkuk, atau Anggrek Nautilus?

 

 

Dendrobium simpodial epifit ini berada pada seksi Crumenata (merpati-merpatian) menurut IOSPE. Ada yang memasukkan ke dalam section Diplocaulobium, ada pula yang menggolongkannya ke seksi Rhopalanthe.



Ekologi

Menyukai sinar langsung beberapa jam, dan lebih baik apabila diletakkan pada tempat yang terang (agak ternaung).

Habitat di hutan-hutan tropis yang berada pada dataran rendah hingga menengah antara 0 – 1800 m dpl.

 

Bunga

  • Diameter kuntum ± 2 cm, panjang ujung sepal hingga pangkal bunga dapat mencapai 4 cm. 
  • Masa mekar kurang lebih 1 minggu. Namun berbunganya tidak mengenal musim. Selain rajin berbunga juga rajin menumbuhkan keiki.
  • Wanginya seperti aroma (sirup) pandan. Berwarna putih dan terdapat garis-garis warna ungu atau ungu kemerahan pada sisi dalam bunga.
  • Labellum disapu warna hijau saat baru mekar yang akan berubah menjadi kuning sampai menjelang gugur, pada tengahnya. Pangkal bunga berwarna hijau dan tidak berubah warnanya.  Tangkai super pendek muncul pada cincin-cincin ruas, antara 1 – 3 kuntum per tangkainya.
  • Seperti seksi Crumenata lainnya, semisal Anggrek Merpati, pada tempat yang sama, bunga akan muncul kembali di kemudian hari apabila kondisinya terpenuhi.

 

Kuntum banyak dan ramai


Pseudobulb

Terdiri dari dua type batang, lurus dan membengkak (swollen stems). Bentuk ‘umbi’ atau bagian bulb yang membengkak mendekati bulat atau membola, namun kebanyakan agak lonjong/oval dengan permukaan batang kemerahan. Permukaannya beralur-alur.

Sedangkan bulb/batang lurusnya berukuran sangat kecil dan memanjang. Ukurannya tidak lebih besar dari rumput. Panjangnya dapat mencapai 70 cm hingga 1 m. Sekilas memang nampak seperti rumput yang lagi menclok/ hinggap pada pohon. Jarak antar ruasnya berkisar 2,75 cm. Saat muda pseudobulb tumbuh tegak, kemudian kian menjuntai/menggantung.

 


Daun

Berbentuk linear / garis / lidi yang tumbuh di sepanjang batang. Jumlahnya puluhan helai.

 


Akar

Putih berujung hijau, berdiameter kecil. Tipe akar yang seperti ini tahan menerima sinar langsung.

 

Etimologi

Dendrobium: makhluk yang hidup di pohon

Sedang linearifolium berasal dari kata linear = linier/garis dan folium = daun, karenanya disebut The Linear Leafed Dendrobium.

 

 

Sinonim

  • Ceraia linearifolia Teijsm. & Binn.
  • Dendrobium gracile Kranzl.

 

Persebaran

  • Jawa
  • Sumatera, dan
  • Bali

(Jadi memang Indonesia banget ya)

 

Keiki


Fun Fact

Meski perkembangbiakannya sangat bagus, namun populasinya terus terancam. Dan bahkan ada yang mengabarkan sudah menjadi anggrek langka. Pada dasarnya anggrek untuk keberlangsungan hidup dan keturunannya bergantung pada makhluk lain, dalam hal ini adalah jamur mikoriza. Selain itu secara konservasi ex-situ bisa jadi anggrek berkembang dengan bagus. Tetapi bila dilepasliarkan (mengembalikan kelestarian secara in-situ), belum tentu anggrek bisa bertahan dari perubahan cuaca dan iklim, serta kondisi lingkungan habitat. Di alam liar, yang ‘terkuat’ memang yang mampu bertahan.

 

Barakallah 4u all

Monday, October 4, 2021

KEUNGGULAN ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis) SEBAGAI INDUKAN

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menjadi favorit sejak dulu hingga kini, membuat Anggrek Bulan banyak dikultivar dan dijadikan indukan. Bukan tanpa alasan untuk memilihnya, karena memang banyak keunggulan yang dipunyai spesies yang satu ini.

Berikut daftar keunggulannya…

  • Bunga cantik.

Tentu saja menjadi syarat wajib untuk menjadi anggrek favorit. Meski sebenarnya semua anggrek itu cantik karena ciptaan Allah SWT, Sang Maha Kreator. Tetapi selera umum manusia yang menentukan apakah suatu bunga anggrek itu cantik atau enggak.

  • Anggun.

Belum berbunga saja tampilan plantnya sudah cantik, apalagi bila ditunjang dengan keluarnya bunga. Subhanallah sangat cantik dan anggun. Daunnya yang menjuntai memang menawan. Apalagi deretan kuntum yang tersusun atau berjajar rapi pada tangkai bunga yang panjang dan menjuntai. Aihhh g kuku deh J

  • Diameter kuntum besar.

Secara umum diameternya 7 – 8 cm, bahkan bisa mencapai 9 – 10 cm bila tritmennya bagus. Ukuran sebesar itu membuatnya dapat terpandang dari kejauhan.

  • Rajin berbunga.

Dapat berbunga lebih dari 1 kali dalam setahun.

  • Kuntum banyak.

Satu tangkai dapat menyangga 12 – 20 kuntum. Bahkan bila kondisi sangat kondusif dan tritmen bagus, jumlah dapat lebih dari 20 kuntum. Tentu saja kondisi optimum ini tidak diraih dengan sekejap, perlu kesabaran menunggu dan merawatnya.

Konon katanya, selama hidupnya, bila ditotal anggrek mampu mempersembahkan bunga dengan jumlah 200 – 500 kuntum sebelum memasuki masa dorman.

Katakanlah setahun mekar 2 kali, satu tangkai saja. Bila ada 10 kuntum per inflorence, setahun ada 20 kuntum. Bila berbunga selama 5 tahun berturut-turut, sudah ada 100 kuntum. WOW… subhanallah. Padahal biasanya tentu lebih dari 10 kuntum dan lebih dari satu tangkai bunga.

  • Warna putih bersih.

Putih identik dengan kesederhaan. Namun warna putih pada Anggrek Bulan sangat kuat dan tak bernoda (solid), sehingga menjadikannya sangat elok. Dengan warna tersebut, bunga tampak mencolok di antara hijau dedaunan.

  • Mekarnya lama.

Interval masa mekar per kuntum ± 40 – 46 hari. Masa habis berbunga sampai kuntum terakhir dapat berlangsung hingga 4 – 6 bulan.

  • Cepat dewasa.

Untuk mencapai umur dewasa (siap berbunga) minimal membutuhkan 5 tahun. Bisa juga lebih cepat tergantung perawatan dan kecukupan nutrisi yang masuk. Lama periode seperti itu sudah termasuk cepat bagi anggrek tipe monopodial.

  • Mudah dirawat.

Asal syarat/faktor agroklimat terpenuhi, anggrek bulan sangat mudah dirawat, tidak seperti yang selama ini dikeluhkan para pecinta anggrek, khususnya pemula.

Tanpa dipupuk pun anggrek tetap berbunga dengan rajin.

  • Banyak varian.

Antar daerah berbeda dalam corak atau warna labellumnya, atau juga ‘misai’nya. Indonesia sendiri mempunyai sekitar 6 ekotipe Anggrek Bulan yang endemik, yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kalimantan bahkan memiliki beberapa ekotipe yang khas, yakni varian Borneo dan Pleihari. Varian Pleihari yang tumbuh di tempat yang berbeda juga memiliki variasi yang berbeda-beda pula.

  • Tumbuh baik di semua tipe dataran.

Bahkan  di negara-negara empat musim juga tumbuh baik. Hanya saja di musim dingin memang harus mendapatkan perlakuan khusus.

  • Mudah dipolinasi.

Dengan sais bunga yang besar, tentu memudahkan kita membuat polinasi/penyerbukan buatan. Baik dibuat hibrid/silangan atau untuk mempertahankan tipe spesiesnya. 

 

Beberapa hibrid dari induk/moyang Anggrek Bulan

 

  • Bentuk bunga membulat.

Petal membulat merupakan bentuk ideal dan idaman bagi pecinta anggrek. Semakin membulat, akan semakin tinggi nilainya dan prosentase menyabet award/kejuraan juga kian terbentang lebar. Itulah standar yang telah dirumuskan oleh para ahli anggrek terdahulu.

Tetapi trend dan selera memang terus berganti. Anggrek-anggrek berbentuk unik dan menarik kini juga semakin diminati.

 

  • Mudah didapat.

Dengan perkembangan sains kultur jaringan, anggrek bulan kini sudah relatif mudah didapat dan diperjualbelikan secara bebas, meski tidak boleh diekspor sembarangan (untuk tipe spesies). Sedangkan untuk hibridnya terbuka lebar pangsa di luar negeri.

·        Kelemahannya hanya satu: tidak wangi. Namun ini tidaklah mengapa karena kelebihan yang dimilikinya sudah begitu bejibun.

Nah, masihkah sahabats 2tisa meragukan gelarnya sebagai Ratu Anggrek Indonesia?

Barakallah 4u all