Sunday, April 25, 2021

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Phalaenopsis pulcherrima

Assalamu’alaikum guys

Anggrek yang dulu bergenus Doritis ini dideskripsi oleh Johannes Jacobus Smith pada tahun 1933, subgenus Parishianae section Esmeralda.

Asal dan Sebaran

  • China: Himalayas, Hainan, Yunnan
  • India: Assam
  • Borneo
  • Burma
  • Cambodia
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Sumatra
  • Thailand
  • Vietnam

Kontroversi Borneo sebagai area habitatnya. Ada yang menyebutnya, ada pula yang tidak.

Hingga saat ini saya belum pernah menjumpai teman-teman pecinta anggrek atau seller Borneo yang mempostingnya. Beorang blogger yang sering mengabadikan kekayaan hutan Borneo, utamanya Sabah dan Sarawak, belum pernah menjumpai anggrek ini secara in-situ.

Di Indonesia hanya dijumpai di Aceh dan Sumatera Utara.


Sebutan/Nama

  • The Beautiful Moth Orchid
  • The Beautiful Phalaenopsis
  • Anggrek Pulche

Pulcherrima berarti sangat cantik, dari asal kata pulcher atau pulchra.

Sedangkan Phalaenopsis (Latin) berarti menyerupai kupu-kupu/moth.

 

Nama Sinonim

  • Doritis pulcherrima
  • Phalaenopsis esmeralda
  • Phalaenopsis antennifera
  • Phalaenopsis mastersii
  • Phalaenopsis buyssoniana

 

Varian:

  • champornensis (petal kuning)
  • buyssoniana (ada yang memasukkan sebagai spesies tersendiri) – kabar terakhir yang saya terima, terlepas valid tidaknya, Phalaenopsis buyssoniana dilebur ke dalam Phalaenopsis buyssoniana
  • coerulea
  • peloric
  • aquinii
  • rubra
  • form alba atau albiflora

Selain beda warna petal dan sepal, varian-varian tersebut juga memiliki labellum yang berbeda-beda, baik bentuk, warna maupun coraknya. 

 

 

Karakter

  • Terrestrial bulb, terkadang litofit.
  • Mudah tumbuh dan beradaptasi dari dataran rendah hingga tinggi. Berita gembiranya, juga rajin (mudah) berbunga.
  • Evergreen
  • Bulb pendek, ramping, dan tegak
  • Membutuhkan cahaya terang (8000 – 15000 lux), penyiraman dan pemupukan sepanjang tahun, serta sirkulasi udara lancar hingga berangin.
  • Temperatur: Thermophilic plant artinya bersimbiosis dengan bakteri yang mampu hidup pada suhu yang panas hingga sangat panas.

  • Humidity/Kelembaban: 75 – 80%

 

Daun

Ada yang semburat keunguan pada permukaannya dan ungu sisi bawah daun.

Ada juga yang hijau

Di kebun 2tisa ada 2 bentuk daun, yakni:

  • Oblanceolate (ramping memanjang)
 
  • Narrowly elliptic

 

Bunga

  • Lama mekar sekitar 2 minggu.
  • Berbunga nonstop (sequential bloomer type)
  • Sais 1,25 – 3 cm

 

Substrate/Media Tanam

  • Tanah pasir
  • Tanah kering
  • Atau media yang serupa, seperti kulit kayu campur perlit atau batu apung
  • Kompos + pecahan bata dan arang
  • Pada daerah yang kering dapat ditambahkan moss atau media lain yang berkarakter sama.
Knop hampir mirip Vanda

 

Perawatan ala Kebun 2TISA

Diikat pada kayu karena selama ini tidak cocok memakai media pot.

Penyiraman 2 hari sekali.

Pemupukan minimal 4 hari sekali.

Mendapat sinar beberapa jam, pagi hingga siang.

Populasi

Relatif mudah dijumpai atau belum mengkawatirkan. Walau begitu, diharapkan tindakan untuk pelestariannya harus dilakukan. Setidak-tidaknya tidak mengeksploitasinya agar tidak menjadi langka dan punah.

Banyak dijumpai di kalangan para pecinta anggrek dan diperjualbelikan.

Biasa tumbuh di hutan dataran rendah, dekat aliran sungai dengan elevasi 50 – 600 meter. Ada yang menyatakan sampai 1.300 m. Dan anggrek di kebun 2TISA ini berasal dari Aceh dataran tinggi.


Hibrid-hibrid

Kecantikan Phalaenopsis pulcherrima membuat dua maestro anggrek Indonesia untuk menyilangkannya.

Dari tangan dingin Bp. Atmo Kolopaking ada silangan-silangan cantik:

  • Anna-Larati Soekardi (Phalaenopsis pulcherrima x Phalaenopsis parishii), 1980
  • Phalaenopsis Annie Van Tweel (Phalaenopsis pulcherrima x Phalaenopsis lobbii)
  • Phalaenopsis Bambang Wijanto (Phalaenopsis pulcherrima x Phalaenopsis hygrochila)
  • Phalaenopsis Tarina (Phalaenopsis javanica x Phalaenopsis pulcherrima)

Sedang silangan-silangan keren dari Bp. Ayub S Parnata, di antaranya:

  • Phalaenopsis Bandung Pink (Phalaenopsis Leucorrhoda x Phalaenopsis pulcherrima)
  • Phalaenopsis Si Kancil (Phalaenopsis pantherina x Phalaenopsis pulcherrima), 1979
  • Phalaenopsis Suka Hati (Phalaenopsis fimbriata x Phalaenopsis pulcherrima)

Hibrid lain yang terkenal:

  • Phalaenopsis Purple Passion (Phalaenopsis schilleriana x Phalaenopsis pulcherrima)
  • Phalaenopsis Kenneth Schubert (Phalaenopsis pulcherrima x Phalaenopsis violacea)
  • Phalaenopsis stuartiana x Phalaenopsis pulcherrima – banyak beredar di pecinta anggrek Indonesia
  • Phalaenopsis Purple Passion (Phalaenopsis schilleriana x Phalaenopsis pulcherrima)
  • Phalaenopsis Purple Gem (Phalaenopsis pulcherrima x Phalaenopsis equestris)
  • Phalaenopsis Tiny (Phalaenopsis pulcherrima x Phalaenopsis deliciosa)

Barakallah 4u all

Monday, April 12, 2021

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Dendrobium compressum, Lindl. 1842

Assalamu‘alaikum guys



 

Bersama Dendrobium lamellatum, section Platycaulon (Kew accepted), keduanya begitu mirip, sehingga seringkali mengundang perdebatan.

Saya ingat beberapa tahun lalu di satu grup anggrek Fb, perdebatan yang sengit terjadi mengenai keduanya.

Tetapi pada dasarnya dengan menggali informasi dari berbagai link, tetap bisa dibedakan meski sangat tipis sekali, yakni hanya mendasarkan pada jumlah keel (lamella), ada juga yang menyebutnya longitudinal calli.

 

3 keel/lamella/longitudinal calli


Bila tidak sedang berbunga, memang akan sulit sekali dipisahkan/dibedakan.

Umumnya The Flat Stemmed Dendrobium, seperti namanya, bulbnya memang cenderung lebih pipih/compress. Berbeda dengan bulb Dendrobium lamellatum yang cenderung silinder.

 

Bulb gepeng/flat

 

Sebelumnya, seorang botanis anggrek, Gunnar Sendenfaden, telah memberikan deskripsi perbedaan keduanya, meski kala itu dia tidak memiliki spesimen keduanya.

Syarat agroklimat:

  • Teduh
  • Suhu hangat hingga panas
Bunga muncul pada bulb tua (kecoklatan) maupun dewasa (masih berwarna hijau)

 

Native Range:

  • Borneo
  • Jawa
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Sumatra
  • Thailand
  • the Philippines
  • (J. B. Comber juga memasukkan Sulawesi/Celebes sebagai daerah asal)


Morfologi:

  • Bulb mini hingga kecil (mencapai 25 cm)
  • Bentuk elips hingga memanjang, pipih
  • Bentuk daun bulat telur
  • Jumlah daun: 3 helai
  • Panjang daun: 11,5 cm
  • Lebar daun: 4 cm
  • Lama mekar bunga: 2 – 4 minggu
 
Bunga tumbuh di bulb bagian atas (apex)
 
 
  • Jumlah kuntum: 1 – 3
 
 
  • Aroma: wangi
 
 
 

 

Akar relatif besar dibanding ukuran plant

 

Karakter Umum:

  • Habitat: tepi sungai, hutan bukit
  • Elevasi: 300 – 1000 meter
  • Bunga muncul pada bulb yang gundul ataupun masih berdaun, baik yang sudah kecoklatan maupun yang masih berwarna hijau.
  • Epifit dan merumpun

 

Sinonim:

Dendrobium platycaulon

Eurycaulis compressus

Eurycaulis platycaulos

Pedilonum platycaulon

 

Perawatan:

  • Media potongan kayu/ranting
  • Siram 2 hari sekali pada musim panas, pagi hari saja
  • Pupuk memakai apa saja di sekitar yang bisa dimanfaatkan. Diberikan berseling dengan jadwal penyiraman, setiap 4 hari sekali

 

Catatan:

Beberapa ahli dan link anggrek sudah memisahkannya dari genus Dendrobium ke dalam genus tersendiri, yakni Eurycaulis. Dulu memang diberi nama Eurycaulis, kemudian beberapa ahli memasukkannya ke dalam genus Dendrobium. Kini beberapa ahli memakai nama Eurycaulis kembali.

Di kebun saya, ukuran masih jauh dibanding sais di atas.

Barakallah 4u all