Sunday, May 30, 2021

SERI BANTIMURUNG (3): HIBRID ATAUKAH SPESIES?

Assalamu’alaikum epribadeh!

Ada yang bilang kalau Dendrobium Bantimurung adalah anggrek spesies, tetapi ada juga yang bilang anggrek hibrid.

Mana yang benar?

Untuk menjawabnya kita harus melihat pada morfologinya bunganya ya. Kalau mendasarkan pada tampilan tanamannya sulit dideteksi.

Ada yang melaporkan kalau Dendrobium Bantimurung di rumah penduduk Bantimurung tinggi bulbnya mencapai satu meter lebih. Padahal seksi phalaenanthe tidak ada yang tinggi. Maksimal dilaporkan bulb terpanjang adalah 60 cm (dari IOSPE).

Jadi Dendrobium Bantimurung adalah anggrek hibrid yang mendapat gen keriting?

Jawabnya bisa jadi, 75% yes.

Agar lebih yakin, mari kita perhatikan bentuk kuntum bunganya.

Kuntum Dendrobium Bantimurung memiliki petal yang lebih langsing dibanding Dendrobium bigibbum dan Dendrobium striaenopsis yang lebih membulat. Ujung kedua juga lebih sempit (segitiga samar) (panah biru)dibanding kedua spesies tersebut. Petal bagian bawah agak melekuk ke belakang (panah kuning). Bentuk seperti ini merupakan salah satu ciri khas dari Dendrobium hibrid semi keriting.

Warna bunga ungu yang didominasi merah tua (panah hijau) belum pernah ditemukan pada anggrek spesies seksi ini. Setidaknya Dendrobium bigibbum dan Dendrobium striaenopsis tidak memiliki form warna yang demikian ini.

Selain itu, tangkai bunga yang melengkung/merunduk juga merupakan ciri khas Dendrobium Bantimurung yang tidak dijumpai pada section phalaenanthe.

 

 

Untuk memperkuat anggapan bahwa Dendrobium Bantimurung adalah anggrek hibrid, kita juga tidak bisa mengesampingkan informasi referensi atau data arsip.

Sepanjang sejarahnya, Sulawesi tidak memiliki Dendrobium section phalaenanthe. Jadi anggapan Dendrobium Bantimurung sebagai anggrek spesies bisa dipatahkan.

Agar lebih jelas juga, member Dendrobium section phalaenopsis (tipe bulat) terdiri 6 spesies dan 1 natural hibrid, yakni:

  • Dendrobium affine – New Guinea, the islands of Timor, Seram, Tanimbar
  • Dendrobium bigibbum – Queensland Australia, Papua, New Guinea
  • Dendrobium dicuphum – northern Western Australia hingga northen Northern Territory
  • Dendrobium lithocola – Cape York Australia
  • Dendrobium striaenopsis – Larat (the Tanimbar Group)
  • Dendrobium X superbiens – Queensland Australia
  • Dendrobium williamsianum – Papua, New Guinea

Barakallah 4u all

SERI BANTIMURUNG (1): INTRODUKSI Dendrobium Bantimurung

Assalamu’alaikum semuanya!

Yuk kita membahas salah satu anggrek legendaris, lawasan, dan banyak yang memasukkannya sebagai salah satu anggrek wajib (dikoleksi) dengan segala rumor kontroversinya!

Penasaran? So, InsyaAllah akan kita bahas lengkap-kap ya 😇.

Sebenarnya tak berlebihan memang kalau Dendrobium Bantimurung menjadi salah satu anggrek hibrid favorit. Bunganya memang cantik berwarna ungu yang didominasi warna merah tua dengan garis-garis atau motif kotak tersamar pada sepal dan petalnya. Ada wangi super tipis pada jam-jam tertentu (tengah hari).

 


Untuk seri pertama ini membicarakan tentang morfologinya.

Sebenarnya tidak ada ciri khas yang membedakannya dengan Anggrek Larat (Dendrobium strianopsis), section phalaenopsis beserta keturunan hibridnya. Tampilannya serupa dan sulit untuk dibedakan.

Walau mungkin bisa kita lihat pada bentuk ujung daunnya, namun hal ini masih dugaan saya semata. Masih perlu pembuktian dan pengamatan lebih lanjut dengan spesimen-spesimen yang lebih banyak dan beragam.

Hanya saja, biasanya anggrek Dendrobium section phalaenopsis beserta keturunannya yang membawa gen warna bunga ungu, pada pembungkus bulb (seludang daun tepatnya) terdapat garis-garis warna ungu atau kemerahan. Terkadang warna ungunya begitu kentara/tajam apabila terkena sinar matahari.

 

Salah satu form/tampilan bulb


Garis dan/atau warna ungu kemerahan pada bulb
 

Saat berbunga, baru kita dapat mengidentifikasinya dengan jelas. Salah satu ciri khasnya adalah tangkai bunga melengkung atau menjuntai. 

 

Tangkai melengkung


Di kebun 2TISA diameter kuntum hampir 8 cm. Termasuk besar untuk ukuran Dendrobium.

 

Diameter besar, hampir 8 cm

 

Dendrobium hibrid satu ini sangat cocok bagi pemula karena mudah dirawat/tidak rewel, serta memiliki karakter tahan banting dan bandel. Plesetannya Anggrek Anti Murung 😉


Berderet atau berbaris menjuntai dengan rapi

Barakallah 4u all

Saturday, May 29, 2021

SERI BANTIMURUNG (2): ASAL-USUL NAMA Dendrobium Bantimurung

Assalamu’alaikum epribadeh!

Bantimurung merupakan nama kecamatan di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Terkenal sebagai daerah dengan pesona alamnya yang sangat indah.

Kelak dalam sejarah penganggrekan, nama Bantimurung juga berhubungan erat dengan Makasar, yang mana ahli botani Jerman, Carl Ludwig Bundt membuka orchidarium atau laboratorium pemuliaan anggrek di sana.

Lalu mengapa Bantimurung bisa menjadi nama salah satu anggrek?

Ada beberapa versi kisah yang pernah saya catat.

Versi I:

Beberapa orang membawa anggrek untuk diikutsertakan di kontes anggrek internasional. Tak disangka tak dinyana, anggrek tersebut menggapai jawara. Saat ditanya apa nama anggrek tersebut, gelagapan. Salah seorang pembawa pun mengusulkan nama Bantimurung karena anggrek ini memang diambil dari daerah tersebut. Yang lainnya pun menyetujui. Jadilah Dendrobium Bantimurung pun dikenal pecinta anggrek dunia.

Versi II:


Carl Ludwig, menurut informasi yang umum beredar di internet, menyilangkan Dendrobium Clara Bundt × Dendrobium lasianthera. Hibrid tersebut diberi nama Dendrobium Bantimurung dan diregistrasi tanggal 31 Desember 1966. 

Carl Ludwig memang sengaja memberi nama itu sebagai tribut/persembahan terhadap masyarakat Bantimurung. Belum ditemukan informasi mengenai hubungan Carl Ludwig dan masyarakat Bantimurung.

Versi III:

Anggrek ini memang telah ‘merakyat’ di wilayah Bantimurung. Artinya, hampir seluruh penduduk memeliharanya. Mengapa begitu eksis di sana? Sulit untuk menjawabnya dan belum ada informasi yang mengungkapnya dengan pasti.

Di seri-seri selanjutnya (insyaAllah), versi-versi ini akan saling berkaitan.
Barakallah 4u all

Monday, May 10, 2021

INDONESIAN HYBRIDS: Dendrobium Mini Lumajang

Assalamu’alaikum guys

Hibrid mini ini (walau sebenarnya g terlalu mini) diregistrasi pada tahun 2021 di RHS (The Royal Horticultural Society) dengan nama Dendrobium Mini Lumajang.

So, masih fresh ya guys.

Originatornya adalah Eko Peye (Dunia Anggrek) - saya g terlalu menelisik lebih jauh nama rilnya. Tetapi begitulah nama akun Fb-nya.

Registrant: Purwanto

Indukan/parents: Dendrobium Enobi Purple × Dendrobium capra

Jadi ceritanya saya barter anggrek dengan teman. Salah satu di antaranya ada seedling anggrek ini. Waktu itu, teman g cerita atau kasih tahu IDnya.

Pas mekar gitu, wow subhanallah keren sekali. Jarang-jarang saya melihat form yang seperti ini. Warnanya juga g biasa. Meski masih masuk warna ungu, tetapi seperti ada campuran warna coklat gitu. Dan tampillah dia seperti foto ini. Cantik bukan?



 

Setelah posting bunganya untuk nyari ID, lama sekali g ada tanggapan apapun dari teman-teman. Kemudian teman barter itu kirim jawaban kalau anggrek ini belum ada nama registrasinya. Jadi masih ini namanya: Dendrobium Enobi Purple × Dendrobium capra.

Nah, kemudian, saat search di BlueNanta eh ada anggrek yang mirip sekali bunganya dengan ini. Cuman bedanya lidahnya agak panjangan di sana, sedangkan lidah Dendrobium hibrid mini koleksi saya lidahnya agak pendek dan kaku. Bentuknya persis lips Dendrobium capra dengan warna yang berbeda.

Sebenarnya rawat anggrek ini pernah hopeless juga sih guys, soalnya pertumbuhannya lambat sekali. Satu bulb anakan baru muncul bila bulb awalnya mencapai ukuran/usia tertentu. Tetapi setelah agak lama (tentu saja tahunan), pertumbuhannya pun pesat. Dan, alhamdulillah berbunga jua.

 


Barakallah 4u all

Saturday, May 8, 2021

CERITA ANGGREK: ANGGREK DI DESA BIASANYA BERBUNGA LEBAT, MENGAPA YA?

Assalamu’alaikum guys

 



Pernahkah atau bahkan hobi mengamati anggrek-anggrek yang berada di rumah-rumah penduduk desa?

Membuat kita takjub sekaligus iri bukan melihat anggreknya berbunga dengan lebat.

Padahal mereka bukanlah pecinta anggrek.

Kalau suka bunga sih, iya.

Tetapi mereka tidak pernah mengecap ilmu tentang anggrek yang banyak bertebaran di internet maupun grup-grup anggrek.

Bahkan saya pernah melihat di suatu rumah anggrek-anggreknya tampak merana, kering, dan berdebu. Tetapi saat tiba waktunya berbunga, anggrek-anggrek itu juga berbakti dengan cantiknya. Wow, masyaAllah.

Jadi, mengapa bisa anggrek-anggrek mereka tumbuh rimbun dan berbunga spektakuler?

Mau tahu rahasianya?

·    Tidak ribet

Ya. Penduduk desa tidak ribet merawat anggrek-anggrek mereka. Selain tidak banyak waktu (biasanya bekerja atau disibukkan dengan urusan rumah tangga atau minimnya pengetahuan tentang anggrek).

Waktunya menyiram, ya disiram. Tanpa pemupukan atau sida-sidaan yang membuat kita ribet dan selalu khawatir ntar anggreknya kalau tidak dipupuk begini-begini. Ntar anggreknya kalau tidak diberi sida begitu-begitu. Dan seterusnya.

·    Tidak pernah displit

Jarke (biarkan kata orang Jawa). Prosentase lebatnya bunga dari plant yang rimbun tentu besar.

·    Tidak dipindah-pindah

·    Tidak lebay

Penyakit parah pecinta anggrek. Sedikit-sedikit dilihat-lihat. Kalau untuk pengamatan dan penelitian ya gpp sih.

·    Tidak neko-neko


So, g perlu iri lagi ya guys kalau melihat anggrek-anggrek di desa-desa berbunga kemruyuk. Boleh kok ngikutin cara rawat orang desa.

Tetap semangat merawat anggreknya dengan penuh sayang!!!!

 


Barakallah 4u all

Saturday, May 1, 2021

CERITA ANGGREK: ANGGREK WANGI

Assalamu’alaikum guys

Alhamdulillah di kebun ada juga anggrek dengan kategori wangi kuat. Artinya kita tidak perlu mendekatkan hidung untuk menikmati uaran keharumannya. Bahkan salah satunya termasuk sangat kuat.

Beberapa yang pernah mekar di kebun 2TISA:

Dendrobium anosmum

Ada dua form, yakni Sulawesi dan Huttonii. Keduanya memiliki keharuman yang sama, aroma permen karet. Mungkin termasuk rosy-floral ya? Harum tapi ada aroma manisnya gitu.


varian/form Sulawesi



varian/form Huttonii
 

 

Vanda tricolor var. Suavis

Di kebun 2TISA berasal dari Jawa Timur. Wanginya lembut dan manis. Mungkin kalau aroma parfum dimasukkan dalam kategori wangi vanilla.

 

 

Dendrobium crumenatum

Inilah yang paling kuat wanginya. Layak disematkan gelar Raja Wangi di kebun 2TISA hehe

 


 Barakallah 4u all