Friday, July 31, 2020

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Dendrobium bicaudatum ‘Mamasa’



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


 Dendrobium seksi spatulata yang satu ini sangat jarang dijadikan sebagai induk silangan dan kalah bersaing dengan spesies spatulata lainnya. Mungkin ini penyebabnya:
·         Diameter bunga relative kecil, sekitar 5 cm

·         Jumlah bunga sedikit, 4 – 5 kuntum (ada juga yang menginformasikan 8 kuntum)

·         Tanduk tidak begitu melintir, umumnya hanya 1 lintir

·         Bulb batang kecil, ramping dan tidak kokoh



·         Daun lunak dan lemas dan nampak melengkung

·         Miskin atau malas mengeluarkan keiki

·         Tergantung selera penyilangnya

Tetapi bagaimanapun dendrobium spesies ini salah satu kekayaan plasma nutfah Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.


Sebenarnya Dendrobium bicaudatum lumayan juga formnya. Dari salah satu link diinformasikan ada 4 form, yakni green, yellowish, brown, dan red brown. Beberapa lainnya lebih suka menyebutkan asalnya. Yang ada di kebun saya ini kemungkinan adalah form brown. Asli dari Mamasa. Kalau ditulis nama panjangnya Dendrobium bicaudatum ‘Mamasa’ forma brown. Yang bagus konon dari P. Seram, mungkin yang form red brown ya?


Sinonims:

  • Callista bicaudata
  • Ceratobium bicaudatum
  • Ceratobium minax
  • Dendrobium antelope
  • Dendrobium burbidgei
  • Dendrobium demmenii
  • Dendrobium minax
  • Dendrobium rumphianum 
 Bunga:



Diameter sekitar 5 cm, warna dasar hijau (sayang fotonya g sesuai dengan realitanya) dengan tanduk coklat

Sayangnya The Two-Tailed Dendrobium di kebun belum pernah rimbun bunganya. Saat musim mekar, hanya satu spike dengan jumlah kuntum paling banyak 4. 


Sebaran:

Maluku, Philippines, Celebes/Sulawesi


Elevasi:

≤ 1000 m dpl


Kultivasi:

Di kebun 2TISA secara garis besar sangat lambat adaptasi dan pertumbuhannya. Sepertinya dia tidak suka dipupuk. Kalau tetap ingin memberikannya pupuk harus sangat encer sekali. Atau sudah tahunan ada di kebun kita, baru bisa dipupuk.

Tidak menyukai media yang basah, karena itu pilih media yang poros atau drainasenya baik. Bias diikat pada potongan kayu atau papan pakis. Bila ditempel pada pohon lebih rimbun dan lebih cepat berbunga bila dibandingkan pada media potongan kayu atau papan pakis. Tetapi relative juga sih sebenarnya, tergantung kondisi lingkungan kebun kita.





Barakallah 4u all

Wednesday, July 29, 2020

== TRICK KELUAR DARI MASALAH SPRAYER PUPUK ==


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Banyak yang mengeluh sprayer pupuk macet. Penyebab umumnya karena penyaringan pupuk yang tidak bagus, sehingga masih terbawa partikel-partikel bahan dasar pupuk yang meskipun sebenarnya sudah berukuran kecil, namun dapat membuat sprayer ngadat. Biasanya pupuk memang membuat sendiri. Tip-tip membuat pupuk DIY sudah banyak dipublish di grup-grup anggrek, bahkan youtube juga banyak video-video tutorial membuat pupuk DIY.


Sprayer yang bagus tentu saja berharga mahal. Banyak pecinta anggrek anggrek seperti saya akan berpikir seribu kali untuk membelinya. Namun teman-teman g usah khawatir, ada sedikit trick untuk memecahkan masalah itu. 


Bahannya hanyalah sebotol plastik bekas minuman. Ukuran bebas. Biasanya kalau menggunakan botol plastic sebagai sprayer tentu kita akan membuat lubang-lubang pada tutup botol. Entah menggunakan paku, bor, atau jarum, yang penting ada lubang-lubangnya. Pelubangan pada tutup botol ini sebenarnya gpp sih, tetapi kalau saya kurang greget. Kenapa? Karena air yang keluar dari lubang-lubang tersebut hanya mengandalkan gaya gravitasi bumi, jadi tidak dapat memancar kuat.


Padahal banyak informasi yang menyatakan jikalau pemupukan yang optimal melalui daun. Jadi daun, utamanya bagian sisi bawah, akan menyerap pupuk lebih banyak dibandingkan akar dan bagian anggrek lainnya karena terdapat stomata di sana. Jadi memang pemupukan yang terbagus sisi bawah daun harus terkena pupuk. Bila kita memberi lubang-lubang pada tutup botol minuman bekas akan membuat kita kerepotan saat menspray bawah daun karena tidak adanya tekanan pada spray.


Karena itulah, saya melubangi salah satu sisi pada tengah-tengah botol dengan beberapa lubang (jumlah terserah atau menyesuaikan), bukan pada tutupnya. Dengan menekan kuat-kuat sisi yang tidak berlubang, maka air akan memancar dengan kuat, bisa mengena pada sisi-sisi bawah daun.

Mudah bukan?

Gambar yang dilingkari adalah sisi yang dilubangi
Jumlah lubang bebas sesuai kebutuhan atau selera
Sisi kiri adalah area dimana kita menekan botol dengan kuat


Barakallah 4u all

== TRICK MENGUBAH KARAKTER MEDIA PAKIS SESUAI KARAKTER ANGGREK ==

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Terkadang kita begitu memaksakan diri membeli media yang konon katanya cocok untuk anggrek-anggrek koleksi kita. Media yang tepat, walau bersifat relative, memang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anggrek. Sayangnya kita hanya terfokus pada pembelian media baru yang kita anggap cocok dengan karakter anggrek kita. Misalnya membeli arang atau hydrogel atau media lainnya, padahal kita masih memiliki stok media untuk anggrek.

Jadi, kenapa kita tidak memanfaatkan barang-barang atau media yang telah ada dan mengubah tampilannya sesuai karakter anggrek kita? Salah satu media yang dapat kita ubah itu salah satunya papan pakis. Dengan sedikit trick dan kreasi, insya Allah papan pakis ini cocok dengan semua jenis karakter anggrek yang kita miliki.

Papan pakis biasanya kita dapatkan saat membeli anggrek secara offline, walau terkadang pembelian online juga ada yang menyertakan media bawaan papan pakis.

Kelebihan dari papan pakis ini adalah poros namun bisa menyimpan air agak lama, serta relative ringan.

Kekurangannya semakin sulit didapat dan pemerintah juga mengeluarkan peraturan pelarangan untuk mengeksploitasi pakis.

Jadi papan pakis yang telah ada kita manfaatkan semaksimal mungkin.

Ada 3 trick yang dapat kita lakukan supaya papan pakis cocok dengan karakter anggrek.

Pertama, normalnya papan pakis yang kita gunakan berbentuk persegi panjang. Arah-arah seratnya vertikal, seperti gambar ini.

 

Posisi seperti air akan mudah menetes atau media gampang mongering, meski masih mampu menyimpan air agak lama. Cocok untuk jenis Dendrobium, Cattleya, Oncidium atau genus lain yang memiliki karakter serupa, yakni tidak suka terlalu lembab. Gampangnya jenis anggrek yang menyukai sinar matahari/full sun.

Kedua, efek atau karakter media berbeda akan kita dapatkan apabila merubah posisi papan pakis menjadi horizontal/mendatar, seperti gambar berikut.

 

 Posisi ini air masih dapat tertahan hingga beberapa jam atau sehari. Itu artinya kelembaban terjaga lebih lama dibanding posisi vertical. Cocok untuk jenis anggrek Phalaenopsis, Eria, atau genus lain yang menyukai area agak teduh dan menyukai kelembaban.

 Ketiga, bila menginginkan air/kelembaban lebih terjaga hingga hitungan hari, kita dapat merubah tampilan papan pakis jauh berbeda dengan aslinya, yakni dengan mencacahnya. Efek media seperti ini air sulit menguap atau kelembaban terjaga sangat lama. Susunan cacahan yang tidak beraturan atau semrawut mengakibatkan banyak tetes-tetes air yang tertahan. Apalagi ditambah dengan wadah, seperti pot atau lainnya, yang mana dinding-dindingnya akan menghalangi sirkulasi udara dalam wadah, sehingga kian tertahan penguapan air karena udara/angin yang tertahan. Media cacahan pakis seperti ini cocok untuk tipe anggrek yang menyukai kelembaban tinggi seperti Bulbophyllum.


Selain cara-cara di atas, kita dapat juga menggabungkannya dengan media lain seperti moss, sabut kelapa, dan sebagainya. Terpenting adalah menyesuaikan dengan teknik penyiraman yang biasa kita lakukan, atau kita sendiri yang menyesuaikan penyiramannya dengan karakter medianya.


Barakallah 4u all

Tuesday, July 28, 2020

== HINDARI SIRAM ANGGREK SAAT SUHU MASIH PANAS ==

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Merawat anggrek tidak hanya membuat anggrek kesayangan kita tumbuh subur makmur, ginuk-ginuk menggemaskan, menghindarkannya dari segala hama penyakit, dan membuatnya untuk mempersembahkan bunganya yang cantik jelita, namun juga menghindari masalah yang dapat berujung kematian akibat tidak tepatnya perlakuan. Tentunya kita tidak menginginkan hal ini bukan? Salah satu perlakuan yang jarang kita sadari namun membuat masalah pada anggrek adalah menyiram pada waktu siang hingga sore hari pada musim panas/kemarau.

Demi anggrek tersayang, menyiram merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan. Namun… warning!!!! Kita tidak bisa melakukan dengan teknik yang sembarangan, apalagi yang berada di dataran rendah yang memang panas suhunya, menyiram anggrek justru akan membikin masalah bahkan bencana kematian. Lho kok?

Ya, karena biasanya pada saat yang panas cetar kita pun langsung pasang slang, putar kran dan hidupkan mesin air. Langsung siram anggreknya. Dannn … keesokan atau beberapa hari kemudian kita hanya bisa terpana dan baper melihat anggrek kita menguning dan mengering.

Pada siang hari hingga sore, suhu masihlah panas. Suhu dalam anggrek juga masih panas atau hangat. Bayangkan apa yang terjadi apabila kita melakukan penyiraman? Anggrek akan kaget terhadap perubahan suhu yang mendadak. Secara umum, benda padat (termasuk bagian-bagian anggrek) lebih sulit panas atau dingin dibandingkan zat/benda cair dan gas/udara karena molekul-molekulnya lebih padat dan tidak bebas bergerak. Saat suhu udara kita rasakan telah turun, sebenarnya suhu pada anggrek masih hangat dibanding suhu udara di sekitarnya. Karena itu disarankan untuk menghindari menyiram anggrek kesayangan pada siang dan sore hari.

Memang ada juga teman-teman yang melakukan penyiraman pada siang hingga sore hari. Selama tidak membawa masalah, ya gak apa-apa. Tetapi kalau sekali kita mengalami dampak negative saat siram sore, ya sebaiknya dihindari. Siram sore juga tidak berlaku apabila anggrek terhalang dari sinar mahatari yang telah condong ke barat.

Tanda-tanda anggrek bermasalah akibat siram sore yakni daun-daunnya cepat menguning dan gugur hanya dalam hitungan hari atau kurang dari 7 hari, sesuai dengan ukuran besar kecilnya anggrek. Bila anggrek kondisinya sudah seperti ini, sulit untuk membuatnya survive kembali. Namun tetap kita upayakan dengan segala daya kita. Bila sudah terlanjur demikian, segera pindahkan anggrek ke tempat yang lebih teduh. Buang daun-daunnya atau gunduli. Ikat pada sepotong kayu/papan pakis dengan membalikkan posisi dari normalnya, yakni ujung berada  di bawah sedangkan pangkal berada di atas. Teknik seperti ini merangsang atau membuat hormon pertumbuhan menguat, sehingga tumbuhnya tunas anakan atau keiki dapat terjadi. Rawat hanya menyiram dengan air biasa saja. Kalau terbiasa memakai vitamin B1, boleh diaplikasikan.

Siram saat masih adanya perbedaan suhu antara anggrek dengan kondisi lingkungannya, juga bisa berdampak tunas anggrek membusuk. Tunas yang sudah membusuk memang tidak dapat diselamatkan karena sudah terinfeksi jamur atau bakteri. Buang/potong segera agar tidak menular kepada bulb/tunas lain yang sehat.


Barakallah 4u all