Tetapi bagaimanapun dendrobium spesies ini salah satu kekayaan plasma nutfah Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.
Sebenarnya Dendrobium bicaudatum lumayan juga formnya. Dari salah satu link diinformasikan ada 4 form, yakni green, yellowish, brown, dan red brown. Beberapa lainnya lebih suka menyebutkan asalnya. Yang ada di kebun saya ini kemungkinan adalah form brown. Asli dari Mamasa. Kalau ditulis nama panjangnya Dendrobium bicaudatum ‘Mamasa’ forma brown. Yang bagus konon dari P. Seram, mungkin yang form red brown ya?
- Callista bicaudata
- Ceratobium bicaudatum
- Ceratobium minax
- Dendrobium antelope
- Dendrobium burbidgei
- Dendrobium demmenii
- Dendrobium minax
- Dendrobium rumphianum
Diameter sekitar 5 cm, warna dasar hijau (sayang fotonya g sesuai dengan realitanya) dengan tanduk coklat
Sayangnya The Two-Tailed Dendrobium di kebun belum pernah rimbun bunganya. Saat musim mekar, hanya satu spike dengan jumlah kuntum paling banyak 4.
Maluku, Philippines, Celebes/Sulawesi
≤ 1000 m dpl
Di kebun 2TISA secara garis besar sangat lambat adaptasi dan pertumbuhannya. Sepertinya dia tidak suka dipupuk. Kalau tetap ingin memberikannya pupuk harus sangat encer sekali. Atau sudah tahunan ada di kebun kita, baru bisa dipupuk.
Tidak menyukai media yang basah, karena itu pilih media yang poros atau drainasenya baik. Bias diikat pada potongan kayu atau papan pakis. Bila ditempel pada pohon lebih rimbun dan lebih cepat berbunga bila dibandingkan pada media potongan kayu atau papan pakis. Tetapi relative juga sih sebenarnya, tergantung kondisi lingkungan kebun kita.
Barakallah 4u all













