Bismillahirrahmanirrahiim
|
S I N O N I M |
- Aerides guttata
- Aerides praemorsa
- Aerides retusa
- Aerides spicata
- Aerides undulata
- Anota violacea
- Epidendrum hippium
- Epidendrum
indicum
- Epidendrum retusum
- Eulophia mackaiana
- Gastrochilus blumei
- Gastrochilus garwalicus
- Gastrochilus praemorsus
- Gastrochilus retusus
- Gastrochilus rheedei
- Gastrochilus spicatus
- Gastrochilus violaceus
- Limodorum retusum
- Orchis lanigera
- Rhynchostylis albiflora
- Rhynchostylis garwalica
- Rhynchostylis guttata
- Rhynchostylis praemorsa
- Rhynchostylis retusa f. albiflora
- Rhynchostylis violacea
- Saccolabium blumei
- Saccolabium garwalicum
- Saccolabium guttatum
- Saccolabium heathii
- Saccolabium macrostachyum
- Saccolabium praemorsum
- Saccolabium retusum
- Saccolabium rheedei
- Saccolabium spicatum
- Saccolabium violaceum
- Sarcanthus guttatus
|
N A M A U M U M |
Anggrek Buntut Bajing, Anggrek Ekor Tupai, Foxtail Orchid, Blunt Rhynchostylis, Common Foxtail Orchid
|
E T I M O L O G I |
Rhynchostylis – paruh (rhynchos – Latin), dan tiang kecil/kolom/coloumn (stylos).
Retusa – tumpul (retusus – Latin)
|
P E R S E B A R A N |
- Andaman Islands
- India dan sekitarnya: Assam, Bangladesh, Himalaya, Nepal, Sri Lanka, Bhutan
- Indo-China (Vietnam) dan sekitarnya
- Kamboja
- Laos
- Malesia Regional: Malaysia, Philipina, Indonesia (Borneo, Jawa, dan Sumatera)
- Myanmar
- Nicobar Islands
- Thailand
- Tiongkok
Pada hutan-hutan di dataran rendah hingga 1.200 m dpl.
|
PENAMPAKAN MORFOLOGI |
![]() |
Panjang tangkai/inflorence 20 – 30 cm lebih dari 20 puluh kuntum, sehingga tampilannya cantik dan showy |
![]() | |
|
![]() |
Batang (pseudobulb) biasanya agak merebah/menyamping/menyender, silinder, beruas-ruas; akar besar dan langsung menempel pada media (tidak bergelantungan), pipih dengan ujung akar warna ungu
|
|
M E D I A T A N A M / S U B T R A T |
Optimal pertumbuhannya bila ditempelkan pada pohon.
Bisa juga menggunakan potongan dahan atau pohon imitasi.
Atau media lainnya seperti papan pakis, dahan/ranting kayu atau diikat kawat begitu saja dan digantung. Terpenting kelembabannya selalu dijaga.
|
T U M B U H A N I N A N G |
Di habitat alamnya, banyak dijumpai pada pohon inang tertentu, seperti:
Bungur (Lagerstroemia speciosa)
Jati (Tectona grandis) – populasinya paling banyak pada pohon ini
atau Spathodea sp.
Namun di kebun kita bisa ditempelkan pada pohon apa saja dan tetap bagus pertumbuhannya.
|
P E R A W A T A N |
Tidak rumit atau rewel
Siram dua hari sekali (boleh lebih tergantung kondisi daerah masing-masing) pada pagi hari
Penempatan pada area agak ternaung
Bisa menerima sinar langsung beberapa jam pagi atau sore.
Hindari sinar pada tengah hari yang memang panas
Kelembaban berkisar 70 – 80%
Boleh dipupuk. Tidak pun tak mengapa
|
K E G U N A A N |
Umumnya memang sebagai tanaman hias saja.
Tetapi di beberapa tempat digunakan sebagai pengobatan tradisional, antara lain untuk sakit:
Anemia (Sickle Cell Anaemia).
Asma
Kram
Luka
Memar
Serangan epilepsi
TBC
Vertigo
Gampang berbuah. Tetapi secara alami kita sulit mengecambahkannya. Biasanya dilakukan kuljar di laboratorium.
Ada cara yang relatif gampang kita lakukan yakni secara vegetatif. Pangkal batang yang biasanya memang sudah tua dan nampak kering kita potong. Ukuran/panjang bulbnya bebas asalkan masih ada akar sehatnya walaupun seutas. Bekas potongan oles dengan Betadine atau pasta fungisida atau lainnya (bebas). Biarkan pada tempat asli/asalnya sampai tumbuh tunas anakan. Setelah anakan dirasa kuat, bisa dipindahkan ke tempat/media lain.
|
P O L I N A T O R |
Lebah Lanceng
Pieris canidia (Cabbage White Butterfly)
Semut
Barakallah 4u all









