Sunday, August 29, 2021

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Rhynchostylis retusa (Lindley) Blume, Anggrek Ekor Tupai

Bismillahirrahmanirrahiim

 

 

 

S I N O N I M

  • Aerides guttata
  • Aerides praemorsa
  • Aerides retusa
  • Aerides spicata
  • Aerides undulata
  • Anota violacea
  • Epidendrum hippium
  • Epidendrum indicum
  • Epidendrum retusum
  • Eulophia mackaiana
  • Gastrochilus blumei
  • Gastrochilus garwalicus
  • Gastrochilus praemorsus
  • Gastrochilus retusus
  • Gastrochilus rheedei
  • Gastrochilus spicatus
  • Gastrochilus violaceus
  • Limodorum retusum
  • Orchis lanigera
  • Rhynchostylis albiflora
  • Rhynchostylis garwalica
  • Rhynchostylis guttata
  • Rhynchostylis praemorsa
  • Rhynchostylis retusa f. albiflora
  • Rhynchostylis violacea
  • Saccolabium blumei
  • Saccolabium garwalicum
  • Saccolabium guttatum
  • Saccolabium heathii
  • Saccolabium macrostachyum
  • Saccolabium praemorsum
  • Saccolabium retusum 
  • Saccolabium rheedei
  • Saccolabium spicatum
  • Saccolabium violaceum
  • Sarcanthus guttatus

 

N A M A   U M U M

Anggrek Buntut Bajing, Anggrek Ekor Tupai, Foxtail Orchid, Blunt Rhynchostylis, Common Foxtail Orchid

 

E T I M O L O G I

Rhynchostylis – paruh (rhynchos – Latin), dan tiang kecil/kolom/coloumn (stylos).

Retusa – tumpul (retusus – Latin)



P E R S E B A R A N

  • Andaman Islands
  • India dan sekitarnya: Assam, Bangladesh, Himalaya, Nepal, Sri Lanka, Bhutan
  • Indo-China (Vietnam) dan sekitarnya
  • Kamboja
  • Laos
  • Malesia Regional: Malaysia, Philipina, Indonesia (Borneo, Jawa, dan Sumatera)
  • Myanmar
  • Nicobar Islands
  • Thailand
  • Tiongkok

Pada hutan-hutan di dataran rendah hingga 1.200 m dpl.

 

PENAMPAKAN MORFOLOGI




Panjang tangkai/inflorence 20 – 30 cm lebih dari 20 puluh kuntum, sehingga tampilannya cantik dan showy 

 


Masa mekar 9 – 14 hari (bisa lebih); diameter bunga sekitar 2 cm; aroma seperti sirih atau rempah-rempah/spicy

 


Batang (pseudobulb) biasanya agak merebah/menyamping/menyender, silinder, beruas-ruas; akar besar dan langsung menempel pada media (tidak bergelantungan), pipih dengan ujung akar warna ungu

 

M E D I A  T A N A M / S U B T R A T

Optimal pertumbuhannya bila ditempelkan pada pohon.

Bisa juga menggunakan potongan dahan atau pohon imitasi.

Atau media lainnya seperti papan pakis, dahan/ranting kayu atau diikat kawat begitu saja dan digantung. Terpenting kelembabannya selalu dijaga.

 

T U M B U H A N    I N A N G

Di habitat alamnya, banyak dijumpai pada pohon inang tertentu, seperti:

Bungur (Lagerstroemia speciosa)

Jati (Tectona grandis) – populasinya paling banyak pada pohon ini

atau Spathodea sp.

Namun di kebun kita bisa ditempelkan pada pohon apa saja dan tetap bagus pertumbuhannya.

 

P E R A W A T A N

Tidak rumit atau rewel

Siram dua hari sekali (boleh lebih tergantung kondisi daerah masing-masing) pada pagi hari

Penempatan pada area agak ternaung

Bisa menerima sinar langsung beberapa jam pagi atau sore.

Hindari sinar pada tengah hari yang memang panas

Kelembaban berkisar 70 – 80%

Boleh dipupuk. Tidak pun tak mengapa

 

K E G U N A A N

Umumnya memang sebagai tanaman hias saja.

Tetapi di beberapa tempat digunakan sebagai pengobatan tradisional, antara lain untuk sakit:

Anemia (Sickle Cell Anaemia).

Asma

Kram

Luka

Memar

Serangan epilepsi

TBC

Vertigo

 

 

P E R B A N Y A K A N

Gampang berbuah. Tetapi secara alami kita sulit mengecambahkannya. Biasanya dilakukan kuljar di laboratorium.

Ada cara yang relatif gampang kita lakukan yakni secara vegetatif. Pangkal batang yang biasanya memang sudah tua dan nampak kering kita potong. Ukuran/panjang bulbnya bebas asalkan masih ada akar sehatnya walaupun seutas. Bekas potongan oles dengan Betadine atau pasta fungisida atau lainnya (bebas). Biarkan pada tempat asli/asalnya sampai tumbuh tunas anakan. Setelah anakan dirasa kuat, bisa dipindahkan ke tempat/media lain.

 

P O L I N A T O R

Lebah Lanceng

Pieris canidia (Cabbage White Butterfly)

Semut

 

 

Barakallah 4u all

Wednesday, August 18, 2021

ANGGREK KENANGAN: Bulbophyllum asperulum J.J. Sm., KIPAS DEWI VENUS

Assalamu'alaikum sahabats 2tisa

Anggrek ini barteran dengan teman dari Kalimantan. Sekarang tinggal kenangan (sudah mati).

Sayang sekali memang. Mudah-mudahan kelak dapat gantinya, aamiin.




Sinonim: Cirrhopetalum asperulum 

Atau Kipas Dewi Venus. Semua member seksi Cirrhopetalum disebut dengan nama ini dalam bahasa Indonesia.

Begitu mirip dengan Bulbophyllum breviatum dari Afrika. Perbedaan keduanya dalam hal asal habitat dan ukuran, baik ukuran daun, bunga, maupun bulbnya.

 


The Slightly Roughened Bulbophyllum senang pada area yang sedikit terkena sinar matahari pagi beberapa jam. Tumbuh di dataran rendah 15 – 40 meter dpl. 

Agar tumbuh baik kelembaban yang tinggi dan aerasi yang baik harus terjaga.

Endemik Borneo (Kalimantan, Sabah, Kinabalu) pada hutan rawa, tepi danau dan hutan berlumut atau berbukit. Menempel pada percabangan atau lekukan batang pohon.

Diameter ‘kipas’ mencapai 5 cm. Panjang per kuntum 1,5 cm dengan jumlah 8 – 10 kuntum per cluster-nya.

Lama mekar kurang lebih satu minggu.

 

 

Barakallah 4u all

Tuesday, August 10, 2021

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Spathoglottis plicata Blume ‘Alba’,

Assalamu’alaikum sahabates 2tisa


Karakter dan sosok White Ground Orchid  ini begitu mirip dengan sang kembaran, Spathoglottis plicata ‘Purpurea’. Hanya saja ukurannya lebih kecil dan pada bagian tertentu dari tanaman tidak terdapat warna ungu. 

 


Sebenarnya varian alba ini bukanlah mutasi. Lebih pas bila masuk kategori sub spesies dari Spathoglottis plicata.

Sayangnya populasi di alamnya sudah sangat jauh berkurang dan memang jarang dijumpai, walau belum mencapai level langka. Ada informasi di daerah tertentu, populasi varian putih justru lebih banyak dibandingkan varian ungu.

Biasanya tumbuh pada tebing-tebing atau lereng-lereng yang terlindung dari sinar matahari yang terik/siang hari.




 

Genus Spathoglottis termasuk anggrek yang paling mudah beradaptasi, tumbuh, perkembangbiakannya, perawatannya, paling cepat serta rajin berbunga pula. Harganya relatif murah, kecuali jenis tertentu.

Perbanyakan biasa dengan pisah rumpun.

Suka sekali sinar matahari utamanya saat pagi hingga siang dan tahan berhujan sinar matahari sepanjang hari. Terpenting medianya jangan dibiarkan terlalu lama mengering.

Kata Spathoglottis berasal dari bahasa Yunani “spathe” (pedang) dan “glosa” atau “glotta” (lidah/labellum). “plicata” asal kata plicate merujuk pada lekukan/lipitan atau wiru (Jawa) pada daunnya.

 

Bagaimana cara membedakan dengan varian ungu bila tidak sedang berbunga?

  • Ukuran

Sekilas Spathoglottis plicata ‘Alba’ tampak lebih kecil/pendek.

  • Akar

Untuk memastikannya, kita dapat melihat ujung akar.

Varian ungu mayoritas ujung akarnya juga berwarna ungu. Sedang plicata putih ujung akar berwarna kuning atau kekuningan/krem.

  • Pelepah bulb

Pangkalnya berwarna putih tajam, varian ungu  pangkal daun pelindung bulbnya semakin lama menjadi kekuningan, kemudian kehijauan, dan akhirnya kecoklatan atau mengering.

  • Daun

Lebih lemas, tipis, sempit, pendek, dengan lipitan yang tidak begitu tajam.

  • Bulb

Bulb White Ground Orchid lebih ramping dan kecil.

  • Daun pelindung tangkai bunga

Tetap hijau dalam jangka waktu yang lama. Pada plicata ungu daun pelindung tangkai bunganya akan segera berubah kecoklatan.

 


Sinonim

  • Bletia angustifolia
  • Calanthe poilanei
  • Paxtonia rosea
  • Phaius rumphii
  • Spathoglottis angustifolia
  • Spathoglottis augustorum
  • Spathoglottis daenikeri
  • Spathoglottis deplanchei
  • Spathoglottis lilacina
  • Spathoglottis plicata var. minahassae
  • Spathoglottis rosea
  • Spathoglottis spicata
  • Spathoglottis vieillardii

Barakallah 4u all