Saturday, March 12, 2022

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Dendrobium vogelsangii P. O'Byrne, ENDEMIK CELEBES

Assalamu'alaikum saudara's 2tisa

Meski berasal dari dtt, sebenarnya bisa beradaptasi di dtr. Sayangnya admin yang masih retjeh soal anggrek, akhirnya membuatnya RIP.


Endemik Sulawesi pada ketinggian 950 – 1700 m dpl dan umumnya berada di Kabupaten Tanatoraja, Sulawesi Selatan.

Dideskripsi oleh Peter O'Byrne tahun 2000.

Dulu pernah disebut sebagai Dendrobium torajaense P.O'Byrne. Banyak juga yang keliru/kecele, termasuk link besar IOSPE.

Padahal secara section keduanya berbeda, yang berarti juga memiliki perbedaan ciri dan karakter.

Seperti section Formosae lainnya, Dendrobium vogelsangii juga memiliki karakter sebagai berikut:

  • Bulb diselimuti rambut-rambut halus kehitaman. Begitu juga dengan daun, terutama sisi bawah.

 

  • Bulb ramping (cane).



  • Satu tandan bunga terdiri 1 – 3 kuntum.

  • Bunga relatif besar, warna menyolok/cemerlang, permukaan mengkilap, dan lama mekarnya. 
 
Diameter bunga Dendrobium vogelsangii antara 4 – 5 cm. Sepal petal putih solid dan waxy. Terdapat corak kuning padalabellumnya.
 




 

 = Karakter Tumbuh =

Epifit simpodial (ada juga yang bilang ditemukan secara terestrial), photoautotroph (mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, pada arti sederhana mampu memasak sendiri dengan bantuan sinar matahari)

Meski keren, namun 2tisa belum menemukan hibridnya. Kendalanya adalah minimnya jumlah kuntum bunga. Selain itu barangkali belum ada seksi lain yang cocok.

Ayo gaskeun, mumpung masih sepi breeder yang melirik seksi ini!

 

= Populasi = 

Sepertinya memang tidak banyak di habitatnya. Bahkan jauh-jauh hari Peter O'Byrne telah melaporkan efek burut akibat dari kerusakan hutan, utamanya berubahnya fungsi menjadi hutan produksi.

Fire damaged forest, Central Sulawesi, July '03, 2001 photos and text by Peter O'Byrne




No comments:

Post a Comment