Thursday, March 10, 2022

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Bulbophyllum jayi, DARI BORNEO DAN SUMATRA UTARA

Assalamu‘alaikum temans 2tisa

Dipublish tahun 2013 oleh J.J.Verm. & A.L.Lamb pada Malesian Orchid Journal dengan nama Bulbophyllum jayi, disematkan (named after) Jay Ooijevaar, ahli anggrek spesies tingkat dunia.

Kew bilang Borneo sebagai native areanya. Tetapi plant yang saya dapatkan ini justru berasal dari Sumatra Utara.

Memang telah ada yang meralat bahwa Aceh juga sebagai habitatnya.

Info tentang anggrek mungil ini sangatlah minim. Bahkan IOSPE belum memasukkan ke dalam daftarnya. Karena itu, memang g bisa diulas secara mendetail.

Hanya saja pengalaman dalam merawat Bulbophyllum ini bisa sedikit dituliskan.

  • Saat masa adaptasi sebaiknya dihindarkan dari benturan air (hujan). Bisa diletakkan sementara di bawah naungan.
  • Jangan disiram dahulu kira-kira seminggu.
  • Tidak usah dipupuk sebelum lewat setahun.
  • Sekeliling media tempel, letakkan media yang mampu menyerap kelembaban/air lebih lama, seperti moss tanpa menutup plant/bulb.
  • Pertumbuhan daun sangatlah cepat, hanya dalam hitungan kurleb 1 bulan daun sudah mencapai stadium dewasa.
  • Bunga tunggalnya (satu bulb satu kuntum bunga) mekar sekitar 2 hari. Pada musim panas, kegagalan mekar sangatlah besar. Apabila mampu mekar sempurna, biasanya hanya mekar sehari saja.
  • Karena beberapa sebab bulbnya menjadi kering dan mati, padahal belum masanya. BPG tidak dapat memprediksi dan mengetahui secara pasti penyebabnya. Dugaan terbesar bulb yang mengering terkena sinar (cahaya) yang lebih banyak.

Semua bagian Bulbophyllum jayi berukuran sangat mungil. Baik bulb, daun, akar, maupun bunga. Bulb saling sambung-menyambung membentuk seperti untaian kalung/rantai. Ciri khas dari section Macrocaulia.

Akar sangat pendek. Satu bulb hanya memiliki beberapa utas akar. Akarnya juga mudah lepas akibat tarikan, karena memang g begitu melekat kuat pada media.

Perbandingan dengan semut



Sebenarnya sangat mudah beradaptasi di dataran rendah

Saat datang lumayan banyak, sayang mati karena waktu itu 2tisa g berani memindah ke media lain yang lebih cocok


 

= KASUS =

Beberapa kali foto Bulbophyllum jayi saya share/upload di berbagai grup anggrek. Teman-teman Fb tak seorangpun yang yakin mengenai ID-nya. Saling berdebat tanpa ada kesimpulan pasti.

Ada salah satu teman yang kemudian mengirimkan foto spesimen/contoh ke the Swiss Orchid Foundation agar dapat diidentifikasi. Bila memang new spesies dapat segera dideskripsi. Balasannya adalah bulbo ini sudah memiliki nama sebelumnya, tetapi berbeda asal habitatnya. Selama ini termasyhur native-nya adalah Borneo, tetapi di kemudian waktu ternyata ditemukan juga di Sumatra Utara, karenanya banyak pecinta anggrek yang tidak yakin akan identitas bulbo ini meski sudah tidak asing dengan namanya.

Barakallah

No comments:

Post a Comment