Assalamu’alaikum sahabats 2tisa
Istilah sains dari judul di atas adalah in vitro flowering. Berbunga dalam botol!
Dalam umur yang super singkat, setahun, anggrek sudah berbunga! Dalam botol pula!
Wow, menarik sekali.
Pernah
penasaran dengan ini. Saat tanya pada yang mengunggahnya, dia hanya
bilang beli saja buku anggrek karya ahli anggrek terkenal negeri ini.
Kebetulan dia adalah PR tim marketing.
Sebenarnya juga tak mengapa (membeli bukunya). Tetapi pos dana selain yang penting dan lebih penting memang g ada isinya. So?
Jadilah
saya selancar di internet.
Pikir saya, seahli-ahlinya penganggrek
Indonesia, insyaAllah infonya sudah ada di internet yang ditulis atau
diunggah ahli/pecinta anggrek luar negeri.
Tetapi g mudah memang menemukan kata kuncinya, apalagi informasinya. Padahal sudah banyak password yang saya pakai. Lama juga g muncul-muncul.
Alhamdulillah, Allah memudahkan usaha saya. Eureka, ketemulah! Dan kali ini saya tulis artikelnya.
Kok bisa ya anggrek berbunga dalam botol?
Ada beberapa teknik yang dipakai, bisa salah satu atau kombin semuanya, antara lain:
- Modifikasi medium kultur dengan menambahkan hormon pemacu pembungaan seperti giberelin dan sitokinin, unsur hara rasio P tinggi N rendah, dan menggunakan double-layer (menambahkan medium cair di atas medium agar).
- Modifikasi lingkungan kultur: pengaturan fotoperiode (lama penyinaran), ada tanaman hari panjang dan ada pula hari pendek.
- Modifikasi/pengaturan suhu
- Modifikasi genetik: melalui mutagenesis dengan iradiasi, maupun dengan teknik biologi molekuler seperti transformasi gen.
Kita
tahu dengan perlakuan yang seperti itu, membuat induksi in vitro
flowering membutuhkan waktu, ketelitian dan biaya yang g kecil. Karena
itu wajar bila harga jualnya juga mahal.
Di
Indonesia, umumnya memang g sengaja sih menghasilkan seperti itu.
Biasanya karena faktor media dan juga penyinaran. Itupun prosentase
munculnya juga kecil, karena memang g berniat ke arah sana.
Tentang induksi mekar dalam botol ini, ada beberapa hal yang patut kita pertanyakan:
- Bagaimana setelah unsur hara dalam botol habis? Rempong g kita (pembeli/pecinta anggrek) membuatnya? Dengan syarat sterilisasi yang tidak mudah (harus ada jam terbang), bisa g kita memenuhinya?
- Bagaimana bila diaklimatisasi mengingat anggrek sudah terlalu nyaman dengan suhu dan kondisi yang terjamin (stabil)? Hingga saat ini saya belum menjumpai yang memposting setelah aklim. Logisnya, g mungkin di dalam botol terus kan? Tentu lama-lama akan membesar juga ukurannya.
- Kita terbiasa membeli anggrek untuk dimiliki dalam jangka panjang, sedangkan in vitro flowering dinikmati sementara saja, yah seperti bunga potong bila layu ya dibuang.
Overall,
induksi in vitro flowering memang menarik dan unik ya. Ukuran tanaman
jauh lebih kecil dibanding ukuran normalnya. Serba mini. Jumlah kuntum
untuk anggrek juga sedoang hingga beberapa kuntum saja biasanya!
Kalau penasaran dan ingin membelinya ya gpp. Itung-itung untuk pembelajaran dan pengalaman secara langsung tentang ini.
Foto google image

No comments:
Post a Comment