Saturday, May 29, 2021

SERI BANTIMURUNG (2): ASAL-USUL NAMA Dendrobium Bantimurung

Assalamu’alaikum epribadeh!

Bantimurung merupakan nama kecamatan di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Terkenal sebagai daerah dengan pesona alamnya yang sangat indah.

Kelak dalam sejarah penganggrekan, nama Bantimurung juga berhubungan erat dengan Makasar, yang mana ahli botani Jerman, Carl Ludwig Bundt membuka orchidarium atau laboratorium pemuliaan anggrek di sana.

Lalu mengapa Bantimurung bisa menjadi nama salah satu anggrek?

Ada beberapa versi kisah yang pernah saya catat.

Versi I:

Beberapa orang membawa anggrek untuk diikutsertakan di kontes anggrek internasional. Tak disangka tak dinyana, anggrek tersebut menggapai jawara. Saat ditanya apa nama anggrek tersebut, gelagapan. Salah seorang pembawa pun mengusulkan nama Bantimurung karena anggrek ini memang diambil dari daerah tersebut. Yang lainnya pun menyetujui. Jadilah Dendrobium Bantimurung pun dikenal pecinta anggrek dunia.

Versi II:


Carl Ludwig, menurut informasi yang umum beredar di internet, menyilangkan Dendrobium Clara Bundt × Dendrobium lasianthera. Hibrid tersebut diberi nama Dendrobium Bantimurung dan diregistrasi tanggal 31 Desember 1966. 

Carl Ludwig memang sengaja memberi nama itu sebagai tribut/persembahan terhadap masyarakat Bantimurung. Belum ditemukan informasi mengenai hubungan Carl Ludwig dan masyarakat Bantimurung.

Versi III:

Anggrek ini memang telah ‘merakyat’ di wilayah Bantimurung. Artinya, hampir seluruh penduduk memeliharanya. Mengapa begitu eksis di sana? Sulit untuk menjawabnya dan belum ada informasi yang mengungkapnya dengan pasti.

Di seri-seri selanjutnya (insyaAllah), versi-versi ini akan saling berkaitan.
Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment