Sunday, May 30, 2021

SERI BANTIMURUNG (1): INTRODUKSI Dendrobium Bantimurung

Assalamu’alaikum semuanya!

Yuk kita membahas salah satu anggrek legendaris, lawasan, dan banyak yang memasukkannya sebagai salah satu anggrek wajib (dikoleksi) dengan segala rumor kontroversinya!

Penasaran? So, InsyaAllah akan kita bahas lengkap-kap ya šŸ˜‡.

Sebenarnya tak berlebihan memang kalau Dendrobium Bantimurung menjadi salah satu anggrek hibrid favorit. Bunganya memang cantik berwarna ungu yang didominasi warna merah tua dengan garis-garis atau motif kotak tersamar pada sepal dan petalnya. Ada wangi super tipis pada jam-jam tertentu (tengah hari).

 


Untuk seri pertama ini membicarakan tentang morfologinya.

Sebenarnya tidak ada ciri khas yang membedakannya dengan Anggrek Larat (Dendrobium strianopsis), section phalaenopsis beserta keturunan hibridnya. Tampilannya serupa dan sulit untuk dibedakan.

Walau mungkin bisa kita lihat pada bentuk ujung daunnya, namun hal ini masih dugaan saya semata. Masih perlu pembuktian dan pengamatan lebih lanjut dengan spesimen-spesimen yang lebih banyak dan beragam.

Hanya saja, biasanya anggrek Dendrobium section phalaenopsis beserta keturunannya yang membawa gen warna bunga ungu, pada pembungkus bulb (seludang daun tepatnya) terdapat garis-garis warna ungu atau kemerahan. Terkadang warna ungunya begitu kentara/tajam apabila terkena sinar matahari.

 

Salah satu form/tampilan bulb


Garis dan/atau warna ungu kemerahan pada bulb
 

Saat berbunga, baru kita dapat mengidentifikasinya dengan jelas. Salah satu ciri khasnya adalah tangkai bunga melengkung atau menjuntai. 

 

Tangkai melengkung


Di kebun 2TISA diameter kuntum hampir 8 cm. Termasuk besar untuk ukuran Dendrobium.

 

Diameter besar, hampir 8 cm

 

Dendrobium hibrid satu ini sangat cocok bagi pemula karena mudah dirawat/tidak rewel, serta memiliki karakter tahan banting dan bandel. Plesetannya Anggrek Anti Murung šŸ˜‰


Berderet atau berbaris menjuntai dengan rapi

Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment