Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Merawat anggrek no ribet dan ramah lingkungan sangat saya sukai. Tentu hasilnya tidaklah sespektakuler para pekebun besar. Tetapi bagi saya itu sudah cukup. Karena memang ada usaha ada rupa hehehe.
Salah satu contoh perawatan anggrek yang mudah adalah mensplit anggrek tipe monopodial.
Anggrek monopodial, seperti Vanda, Arachnis, Phalaenopsis, dll, bulb atau batangnya akan terus-menerus memanjang. Lama-kelamaan bagian bawah/pangkalnya menua dan mati. Sangat disayangkan apabila kita biarkan begitu saja, karena anggrek monopodial dikenal pelit beranak atau berkeiki. Karena itu kita bisa melakukan perbanyakan dengan stek pangkal.
Bedanya dengan stek konvensional (stek pucuk) ada pada pemilihan bagian yang distek/potong saja.
Sambil membaca langkah-langkahnya, silahkan juga amati gambar contoh (A).
- Vanda ini pada pangkalnya terdapat dua utas atau lebih akar yang masih sehat/hidup.
- Kita bisa memilih memotong pada bagian bergaris merah atau kuning atau keduanya (kalau berani ya hehehe). Ukuran/panjang tidak berlaku, yang penting setiap potongan ada akar hidupnya walaupun seutas.
- Potong seperti biasa menggunakan cutter, pisau tajam, atau gunting tanaman.
- Jika khawatir terserang jamur silahkan bekas potongan difungisida. Bisa juga dioles betadine atau bahan lain yang biasa digunakan. Kalau saya tak memakai apapun.
- Biarkan anggrek di tempatnya semula (hasil cutting yang akarnya tidak menempel pada media, bisa diikat)
- Pada
hari pemotongan sebaiknya jangan disiram untuk memberikan waktu bekas luka mengering sempurna.
- Rawat
seperti biasa, tetapi jangan dipupuk dahulu kira-kira seminggu.
- Bila bulb pangkal telah keluar anakan dan ada akarnya bisa dipindahkan ke tempat yang kita inginkan (tetap disesuaikan dengan karakter anggreknya ya, suka panas atau teduh)
Cara ini memang untuk anggrek monopodial yang memang menempel pada pohon atau papan kayu/pakis saja.
Kalau media pot, otomatis yang disisakan hanya pada cuttingan terbawah. Potongan lainnya memang harus dipindahkan ke pot lain. Cara cutting media pot ini memang sedikit ribet ya?
Masih kesulitan atau ragu-ragu melakukan cara-cara itu?
Jangan khawatir, ada tips lain untuk
merangsang keluarnya keiki/anakan. Kita hanya memiringkan atau merebahkan bulb
batang seperti contoh B. (kalau media pot bisa diganjal salah satu sisi potnya)
Gambar berikut (C) adalah salah satu contoh dari perlakuan cara seperti pada foto B.
Bila keiki telah berakar, potong
dengan menyertakan sedikit bulb induk.
Yukss dicoba, biar tambah pengalaman dalam dunia anggrek. Dan tentu saja jumlah
anggrek kita bisa bertambah bukan? Bisa untuk barter-barter lho!
Semoga berhasil!!!



No comments:
Post a Comment