Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Akhir-akhir ini beredar kabar-kabar kalau anggrek ternyata Benalu!
Oww, benarkah?
Jawabannya bisa benar bisa juga keliru.
Karena itu saya pun mengumpulkan informasi dan juga mengamati foto-foto dari unggahan teman-teman di grup-grup anggrek.
Dan inilah hasilnya.
Benar memang anggrek sebagai benalu, artinya memang merugikan pohon yang ditumpanginya, tetapi harus memenuhi beberapa syarat atau kondisi berikut:
- Untuk menjadi seperti benalu, anggrek membutuhkan
proses bertahun-tahun hingga puluhan tahun. Meski begitu anggrek memang tidak merampok zat-zat makanan pohon yang
ditempelinya seperti halnya Benalu sejati.
- Anggrek memang mengganggu fungsi-fungsi fisiologis pohon
- Hanya terjadi di kebun budidaya seperti teh, kopi, jati, pinus, dan lain-lain.
- Populasinya
(harus) besar. Dalam satu pohon inang ada puluhan hingga ratusan anggrek!
- Anggrek yang tumbuh di hutan asli/heterogen selama ini tidak dianggap sebagai benalu karena memang tidak mengganggu ‘nafsu keserakahan’ manusia. Dalam hutan budidaya kan memang dihitung laba ruginya. Tentu pembudidaya tidak mau rugi bukan? Karena itu anggrek dianggap sebagai gulma dan/atau benalu.
- Tipe anggreknya biasanya monopodial dan berukuran besar
- Persepsi kita. Kalau kita menganggap anggrek bukan benalu, ya ngapain bingung-bingung mikirin isu itu? hehehe
Jadi anggrek yang berukuran kecil meski bisa dianggap mengganggu tetapi prosentasenya kecil, yang berarti pohon inang masih mampu bersaing. Sedangkan pada kebun kita, pohon yang kita tempelkan anggrek biasanya memang sudah besar. Pada umur seperti itu, pohon mampu bersaing dengan anggrek dalam mendapatkan zat-zat makanan, sinar matahari, maupun udara.
Kalau temans memang khawatir anggrek koleksinya merusak pohon, sebaiknya memang pake media tersendiri saja, seperti papan pakis, papan kayu, pohon buatan, atau pot.
Barakallah 4u all


No comments:
Post a Comment