Wednesday, October 14, 2020

HOAX ATAU FAKTA: ANGGREK MERUGIKAN POHON (MENJADI BENALU)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Akhir-akhir ini beredar kabar-kabar kalau anggrek ternyata Benalu!

Oww, benarkah?

Jawabannya bisa benar bisa juga keliru.

Karena itu saya pun mengumpulkan informasi dan juga mengamati foto-foto dari unggahan teman-teman di grup-grup anggrek.

 


 

Dan inilah hasilnya.

Benar memang anggrek sebagai benalu, artinya memang merugikan pohon yang ditumpanginya, tetapi harus memenuhi beberapa syarat atau kondisi berikut:

  • Untuk menjadi seperti benalu, anggrek membutuhkan proses bertahun-tahun hingga puluhan tahun. Meski begitu anggrek memang tidak merampok zat-zat makanan pohon yang ditempelinya seperti halnya Benalu sejati.
  • Anggrek memang mengganggu fungsi-fungsi fisiologis pohon
Daun, bulb, serta akar anggrek menghalangi, menghambat, bahkan menutup kebutuhan pohon akan sinar matahari, proses respirasi (menyerap CO2 dan melepas O2), sirkulasi udara, dan lain-lain. Akar-akar anggrek memang menutup pori-pori kulit dan batang inang dengan akar-akarnya yang melekat erat dan kuat. Saat anggrek jatuh karena sesuatu sebab, mereka terhempas dengan membawa apapun yang dilekatinya seperti ranting, dahan, atau kulit pohon inang.
  • Hanya terjadi di kebun budidaya seperti teh, kopi, jati, pinus, dan lain-lain.
Penjelasannya: anggrek dan pohon inang tumbuh dan berkembang hampir berbarengan. Pohon inang memang lebih dahulu tumbuh atau ditanam, kemudian diikuti atau menyusul berkecambahnya biji-biji anggrek pada pohon inang yang masih muda. Keduanya akhirnya berbarengan tumbuh dan berkembang. Karena itulah tidak mengherankan apabila anggrek yang dianggap sebagai benalu dijumpai tumbuh pada kanopi atau pucuk-pucuk pohon inang.
  • Populasinya (harus) besar. Dalam satu pohon inang ada puluhan hingga ratusan anggrek!
  • Anggrek yang tumbuh di hutan asli/heterogen selama ini tidak dianggap sebagai benalu karena memang tidak mengganggu ‘nafsu keserakahan’ manusia. Dalam hutan budidaya kan memang dihitung laba ruginya. Tentu pembudidaya tidak mau rugi bukan? Karena itu anggrek dianggap sebagai gulma dan/atau benalu.
  • Tipe anggreknya biasanya monopodial dan berukuran besar
Tipe monopodial seperti Vanda atau Aerides, memang memilik akar-akar besar. Selain itu ukurannya juga termasuk besar.
Dari tipe simpodial yang baru diupload adalah genus Grammatophyllum, utamanya Anggrek Tebu yang memang berukuran raksasa.
  • Persepsi kita. Kalau kita menganggap anggrek bukan benalu, ya ngapain bingung-bingung mikirin isu itu? hehehe
 

Jadi anggrek yang berukuran kecil meski bisa dianggap mengganggu tetapi prosentasenya kecil, yang berarti pohon inang masih mampu bersaing. Sedangkan pada kebun kita, pohon yang kita tempelkan anggrek biasanya memang sudah besar. Pada umur seperti itu, pohon mampu bersaing dengan anggrek dalam mendapatkan zat-zat makanan, sinar matahari, maupun udara.

Kalau temans memang khawatir anggrek koleksinya merusak pohon, sebaiknya memang pake media tersendiri saja, seperti papan pakis, papan kayu, pohon buatan, atau pot.

Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment