Friday, October 9, 2020

PARALON SEBAGAI MEDIA ANGGREK, WHY NOT?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Paralon sangat jamak dijumpai, karena biasa digunakan sebagai pipa air, talang, dan semacamnya. Beberapa juga menggunakannya sebagai tiang. Paralon memang lebih murah dan juga awet, karena anti rayap. Sayangnya, paralon termasuk produk berbahan dasar plastik yang penguraiannya memakan waktu lebih dari seratus tahun. Untuk orang yang peduli lingkungan, penggunaan paralon memang dihindari. Namun bagi kalangan tertentu, paralon memang menjadi alternatif yang paling logis, termasuk di rumah saya sebagai tiang motor port.


 

Karena itu sebisanya kita memanfaatkan paralon semaksimal mungkin. Paralon yang rusak dapat kita reuse menjadi wadah/pot anggrek. Yang kondisinya bagus dan masih kita pakai dapat dijadikan tempat untuk menempel atau menggantung anggrek.

Memang sih pilihan anggreknya (sangat) terbatas. Namun tidaklah mengapa, karena bagaimanapun kita memang harus peduli dengan kelestarian lingkungan. Kita juga dapat menghemat biaya membeli media.

Anggrek tipe monopodial paling cocok dengan cara tempel/ikat. Anggrek ini tidak memerlukan kelembaban yang tinggi, seperti Vanda (hibrid dan spesies tertentu), Vanilla, Aerides, anggrek tanah Renanthera dan lain-lain.

Caranya hanya dengan mengikat atau menyenderkan plant begitu saja. Kelembaban dijaga dengan meningkatkan intensitas siraman atau berkreasi dengan cara lainnya.

Untuk anggrek tanah seperti Renanthera atau Epidendrum, memang masih membutuhkan media tambahan tanah atau mana suka.

 

Salah satu contoh anggrek tipe monopodial (Aerides) yang langsung diikat pada tiang paralon

 

Anggrek bertipe simpodial memang harus diberikan tambahan media supaya kelembaban terjaga lebih lama. Itu berarti kita butuh media (tanam) yang bersifat menyerap air dan menahan penguapan seperti akar kadaka, moss, bisa juga sabut kelapa. Untuk sabut kelapa bisa dibuat tali terlebih dahulu. Sedangkan media yang bersifat burai (seperti akar kadaka, cocopeat) memang harus dibungkus sesuatu seperti kain, kasa, atau kawat anyaman. Kemudian bebat pada paralon secukupnya.

Jenis anggrek simpodial yang cocok adalah yang relatif tahan panas dan tidak memerlukan kelembaban yang tinggi, seperti Dendrobium, Oncidium, Epidendrum, dan lain-lain.

Anggrek tipe simpodial seperti Dendrobium memerlukan media tambahan
Pada contoh memakai coco fiber


Untuk paralon yang telah rusak, dapat kita jadikan sebagai wadah pot. Caranya sama dengan membuat pot dari bambu panjang. Iris/potong salah satu sisi dengan bentuk persegi dengan lebar dan panjang menyesuaikan. Lubang persegi ini sebagai space kita memasukkan media, plant, air/penyiraman, pemupukan, dan sebagainya. Kedua ujung dapat kita tutup dengan tutup paralon atau lainnya.

Media tanam bisa berupa pecahan batu bata atau genting, cacahan ranting atau kayu, cacahan pakis, atau lainnya menyesuaikan karakter anggrek yang ingin kita tanam.

Paralon media wadah pilihan jenis anggreknya lebih beragam dengan karakter yang lebih bervariatif.  Bahkan Bulbophylum yang membutuhkan kelembaban tinggi pun dapat kita tanam di sana.


Jangan khawatir kalau ada yang bilang akar anggrek sulit melekat. Pendapat ini bener juga, tetapi kian lama dengan semakin mantapnya pertumbuhan anggrek, akar juga akan melekat dengan kuat. Sifatnya seperti pot plastik yang mana akar masih melekat namun bisa dengan mudah kita lepaskan.


Vanilla

Dan …

Dengan memakai paralon rusak berarti juga membantu menjaga kelestarian lingkungan agar sampah-sampah plastik tidak terus menggunung. Artinya kita sudah berperan serta dalam usaha kepedulian kepada bumi.

Anggrek bulan dengan media papan pakis diikatkan pada tiang paralon yang masih digunakan (belum rusak)

Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment