Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pada musim hujan, kita g perlu bingung dengan kelembaban yang dibutuhkan anggrek.
Namun, bagaimana pada musim panas?
Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelembaban pada batas minimal 60%.
Walaupun kebutuhan humidity setiap anggrek beragam, namun kita dapat mematok kelembaban pada level 60% sebagai batas terendah.
Cara untuk mengetahui prosentase humidity sangatlah gampang. Sekarang ini kita g perlu beli alat khusus pengukur kelembaban (humidity meter), tetapi cukup melihat pada platform android saja. Namun untuk berjaga-jaga, kita perlu mengurangi sampai 5 persen supaya aman karena angka yang tertera di sana umumnya rata-rata pada suatu wilayah. Apalagi bagi yang tinggal di area yang panas, mungkin mengurang sampai 10 angka. Dengan begitu kita akan bekerja lebih keras untuk menaikkan tingkat kelembaban kebun kita.
Tingkat kelembaban juga dapat kita lihat pada internet. Caranya ketik humidity day diikuti nama tempat/kota kita tinggal.
Oh, ya, bagi temans yang tinggal di dekat sungai atau sumber air lainnya, tidak perlu bingung-bingung memikirkan kelembaban yaa ... alhamdulillah, disyukuri saja š.

Kebun yang berdekatan dengan sungai atau sumber air lainnya tidak perlu bingung memikirkan kelembabannya
Cara atau langkah menjaga kelembaban:
- Menanam pohon. Pohon juga dapat kita gunakan sebagai tempat menempel anggrek.
![]() |
| Pohon selain sebagai penahan kelembaban juga sebagai media tempel anggrek |
- Memperbanyak tanaman, boleh anggrek, tanaman hias lain atau sayur-sayuran atau bahkan semuanya hehehe.
- Meletakkan di kebun wadah berisi air. Bila sudah berlumut atau ada jentik-jentik nyamuk siramkan pada anggrek sebagai pupuk. Ganti dengan air baru. Begitu seterusnya.
- Menyiram. Kalau ini memang sudah kebutuhan dan kewajiban kita kan ya sebagai pemilik anggrek?
- Menutup lantai kebun dengan rumput-rumputan
- Memilih media yang menyerap air dan menahan penguapan seperti moss, akar kadaka, sabut kelapa, dan lain-lain. Namun cara ini tidak bisa dipukul rata. Harus disesuaikan dengan karakter anggrek, cara dan intensitas penyiraman yang kita lakukan, tinggi rendahnya suhu kebun, dan lainnya.
- Membuat kolam. Keuntungannya air kolamnya dapat dijadikan pupuk alami untuk anggrek dengan kandungan yang luar biasa.
- Membuat green house. Memang tidak semua mampu membuatnya.
Indikasi kebutuhan kelembaban terjaga:
- Muncul/tumbuhnya alga pada media anggrek.
- Muncul/tumbuhnya lumut-lumut dan tumbuh-tumbuhan penyuka lembab di kebun kita.
![]() |
| Lumut dan tumbuh-tumbuhan penyuka lembab sebagai indikator tingginya kelembaban kebun |
- Muncul/tumbuhnya paku-pakuan. Walaupun tidak bisa dijadikan patokan pasti, karena paku-pakuan ada yang tahan panas, tetapi tidak ada salahnya pula memakai paku-pakuan sebagai indikator kelembaban.
![]() |
| Paku-pakuan sebagai indikator tingginya kelembaban kebun |
Walaupun begitu, sayangnya kelembaban yang tinggi juga disukai jamur/fungi dan hama siput. Nah, lho…..!!!! hehehe
Barakallah 4u all





No comments:
Post a Comment