Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pada musim hujan, serangan aneka siput (familia Gastropoda) semakin merajalela. Mereka menyerang akar, tunas, pucuk, atau keiki yang masih muda. Dan tak pilih-pilih jenis anggreknya. Istilahnya sikat semua. Salah satunya adalah Siput Tanpa Cangkang.
Identitas:
- Laevicaulis alte
- Sinonim: Vaginula alte; Vaginulus alte
- Slug, Nakedsnail, Snail Naked, The Tropical Leatherleaf, The Leatherleaf Slugs
- Siput Telanjang
- Jiboh, Jenggel, Klelet, Res Ires Poh, Bacang Seiris, Klicak, Sarasinula, Rerespo
- Vaginula blekeeri dikenal sebagai hama tanaman anggrek
Siput ini sangat elastis, berlendir, warna permukaan tubuh/punggung seperti kulit, ukuran dewasa mencapai 8 cm.
Karakter
- Nocturnal – berkeliaran dan mencari makan pada malam hari
- Polifag – mangsa/makanannya beraneka macam/jenis. Selain anggrek, juga menyerang sayur-sayuran atau tanaman buah-buahan yang masih muda atau terkadang juga sampah organik.
- Bersembunyi dalam tempat-tempat yang lembab dan terlindung dari sinar matahari, seperti dibalik sampah, tumpukan batu atau bata, dan lainnya, saat pagi hari menjelang. Anggrek yang bermedia pot, biasanya siput bersembunyi pada media bagian bawah.
- Terestrial – hidup dalam tanah, walau terkadang juga banyak dijumpai mereka memanjat tembok, pohon, kayu, atau lainnya untuk mencari makan.
Tanda-tanda kehadiran mereka:
- Pucuk akar, daun, atau tunas menghilang hanya semalam.
- Terdapat jejak-jejak berupa lendir yang telah mengering berwarna putih keperakan. Kalau bisa hapuslah jejak itu agar tidak mengundang teman-temannya.
- Penampakan siput itu sendiri.
Pencegahan:
- Intensitas dan waktu penyiraman diperhatikan agar populasi mereka tidak semakin banyak. Penyiraman yang sering semakin disukai mereka karena kelembaban terus terjaga. Di sisi lain, anggrek termasuk tumbuhan sukulen yang tahan tidak disiram selama beberapa hari. Bagi yang tinggal di dataran bersuhu panas, sebaiknya memilih media yang mampu menahan kelembaban agak lama seperti moss, akar kadaka, serat sabut kelapa dan lain-lain supaya penyiraman bisa dijarangkan.
- Sebisa mungkin sinar matahari menuju tanah tidak terhalang.
- Membuat area/blok anggrek sesuai karakternya. Selain memudahkan penananganan juga meminimalisir penyiraman. Bulbophyllum
yang memerlukan kelembaban tinggi dan anggrek lain yang bermedia menyerap air
dan menahan kelembaban seperti moss dapat disatukan dalam satu blok/area.
- Jagalah agar kebun/taman Anda dalam keadaan kering.
Penanganan:
- Sidak mereka pada malam hari dengan memakai lampu, senter atau headlamp. Ambil dengan penjepit atau tusuk dengan lidi/bekas tusuk sate. Masukkan pada wadah. Bisa diberi garam atau melemparkannya pada unggas.
- Jerat/undang dengan memakai makanan kesukaan seperti tunas-tunas muda bayam atau kangkung atau wadah-wadah sebagai tempat sembunyi mereka. Dengan begitu kita lebih mudah untuk menangkapnya.
Tips tambahan sebagai pencegahan:
- Penyiraman, pemupukan, dan pemberian sida dilakukan pada pagi hari, sehingga tanah akan mengering sebelum malam tiba. Jadi, memang menghindari tritmen anggrek pada malam hari. Bila memang sudah terbiasa seperti itu, temans harus lebih rajin-rajin lagi sidak siput dan memasang jebakannya.
- Membuat sistem infus pada anggrek atau irigasi tetes (drip irrigation system), yakni cara penyiraman dengan meneteskan air melalui pipa-pipa berlubang yang dipasang di sekitar tanaman. Bisa juga dengan memakai botol yang dibalik, tutup diberi lubang, sehingga air menetes perlahan.
- Bersih atau jauhkan sampah, puing-puing, dan pangkaslah rumput secara teratur.
- Pisahkan tanaman dengan jarak cukup jauh sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara.
Predator/Pemangsa:
- Kumbang Tanah
- Burung atau unggas. Namun rasa-rasanya memang tidak efektif.
- Kodok Bangkong/Bullfrog Rana tigrina
Cara-cara di atas juga dapat kita lakukan pada siput lain yang memiliki karakter yang sama. Kita tahu bahwa siput telanjang tidak hanya satu genus saja, tetapi genus lainnya juga banyak.
Barakallah 4u all


No comments:
Post a Comment