Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dendrobium aphyllum termasuk anggrek mula yang saya koleksi. Tidak beli sih.
Ceritanya sewaktu jalan pagi, saya melihat onggokan anggrek di depan rumah tetangga. Meski diletakkan/dibuang di pinggir jalan, yang artinya kita boleh ngambil tanpa bilang sama yang punya rumah, namun saya tidak melakukannya.
Saya pun masuk dan meminta pada tuan rumah untuk membawa anggrek yang telah dibuang itu. Diperbolehkan. Alhamdulillah.
Teryata tidak hanya aphyllum saja lho. Banyak juga potongan bulb anosmum. Karena memang banyak, ya kedua jenis inilah yang terbanyak di kebun saya. Lainnya adalah Oncidium Golden Shower yang memang telah puluhan tahun hadir di kebun kami. Lainnya lagi ada Anggrek Asem (Aerides odorata). Meski telah beberapa kali dipotong, alhamdulillah masih lumayan banyak.
Nah … meski udah lama berada di kebun, saya tidak pernah tahu gimana sih bentuk seedpod/buah dari aphyllum. Karena penasaran, beberapa bulan lalu saya pun memaksanya untuk berbuah. Caranya dengan membantu polinasi/penyerbukannya.
Ada dua kuntum yang saya serbuki silang. Artinya Kuntum A menyerbuki atau benang sarinya untuk Kuntum B. Begitu sebaliknya. Yang berhasil hanya satu. Alhamdulillah, tiada mengapa, yang penting saya tahu bagaimana sih bentuk seedpod dan menumpas habis rasa kepenasaran saya.
Dan … tralala inilah ternyata tampang buah si aphyllum.
Barakallah 4u all


No comments:
Post a Comment