Tuesday, July 28, 2020

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Phalaenopsis amabilis, PUSPA PESONA DARI MASA KE MASA

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kecantikan dan keanggunan yang terbalut kesederhanaan dan kebersahajaan demikian menyatu dan berpadu menjadi nilai pesona yang tiada tara. Ukuran bunga yang relative besar, kuntum banyak, dan warna putih solidnya yang demikian kuat nampak kontras dibanding hijau dedaunan dan lingkungan sekitarnya. Dari kejauhan sudah nampak keelokannya. Wajar kalau pemerintah Indonesia menggelarinya sebagai Puspa Pesona.

Nilai plusnya tidak hanya berhenti sampai di sini. Bunganya yang awet hingga hitungan bulan semakin membuat anggrek ini sangat istimewa. Jadi kalau kita gelari sebagai Ratu Anggrek, itu bukanlah lebay. Meski para pecinta anggrek seluruh dunia sepakat Cattleya sebagai Queen of Orchids, tetapi menurut saya Anggrek Bulan juga layak sebagai ratu dari segala anggrek. Pesonannya memang tidak ada yang mampu menyainginya.

Karena pesona yang demikian memikat dan menjerat para pecinta anggrek dari waktu ke waktu, membuatnya pernah mengalami sejarah yang kelam. Eksploitasi besar-besaran dan diperdagangkan atau dikirim ke luar Indonesia membuat populasinya terancam. Karena itu pula pemerintah memasukkannya ke dalam daftar flora yang dilindungi.

Setelah menempuh waktu yang panjang dari perjuangan ahli-ahli budidaya anggrek serta pelarangan perdagangannya, membuat populasinya perlahan-lahan kian naik dan terlepas dari kondisi langka. Akhirnya melalui Peraturan Pemerintan No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, Phalaenopsis amabilis atau yang lebih dikenal dengan sebutan Anggrek Bulan atau Moth Orchid berubah statusnya menjadi anggrek yang tidak masuk perlindungan. Artinya sudah tidak berada dalam level langka atau terancam punah. Walaupun begitu proses budidaya yang telah berjalan tidak boleh berhenti begitu saja. Pula dengan eksploitasi alam tidak boleh dilakukan secara besar-besaran dan harus punya izinnya.


Nama taxonomi: Phalaenopsis amabilis [L.] Blume 1825

Subgenus: Phalaenopsis

Section: Phalaenopsis

Subspecies: amabilis

Nama internasional: The Lovely Phalaenopsis, Moth Orchid

Nama Indonesia: Anggrek Bulan (Moon Orchid)

Sinonim:

  • Angraecum album majus
  • Cymbidium amabile
  • Epidendrum amabile
  • Phalaenopsis amabilis forma (concolor, fuscata, marmorata)
  • Phalaenopsis aphrodite var gloriosa
  • Phalaenopsis celebica
  • Phalaenopsis gloriosa
  • Phalaenopsis grandiflora
  • Phalaenopsis rimestadiana
  • Phalaenopsis rosenstromii
  • Phalaenopsis xelisabethae
  • Synadena amabilis

Diameter kuntum: 7 – 10 cm

Level budidaya/cultivation: Mudah/Easy. Karena itu bila pecinta anggrek gagal saat merawatnya penyebab terbesar adalah teknik penyiraman dan pemilihan media yang tidak tepat. Termudah memang langsung ditempelkan atau diikat pada pohon.

Anggrek Bulan meski menyukai area teduh dengan sinar yang menerobos dari sela-sela tajuk pohon, tetapi sebenarnya Phalaenopsis amabilis mampu menerima sinar langsung pada pagi hari. Bahkan ada yang mampu bertahan hingga siang hari.

Kondisi berangin dan kelembaban tinggi sangat disukainya. Tetapi relative juga sih, tergantung juga dengan kondisi lingkungannya.

Hama dan penyakit: Secara alamiah, Anggrek Bulan jarang terserang hama dan penyakit. Umumnya penyakit datang karena disebabkan human error karena tidak tepatnya dalam teknik penyiraman dan pemilihan media yang tidak tepat dengan teknik penyiraman yang kita lakukan karena itu busuk pucuk, busuk akar dan busuk daun sering terjadi.

Anggrek Bulan ‘Jawa’ masuk dalam kelompok subspecies amabilis. Subspecies ini tersebar mulai dari Palawan (Philippines), Borneo (Kalimantan dan Malaysia), Sumatra dan Jawa. Secara alami tumbuh di hutan hujan/hutan tropis pada ketinggian sampai 600 m dpl. Ada juga yang menyatakan tumbuh pada ketinggian hingga 1.500 m dpl.

Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment