Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Merawat anggrek tidak hanya membuat anggrek kesayangan kita tumbuh subur makmur, ginuk-ginuk menggemaskan, menghindarkannya dari segala hama penyakit, dan membuatnya untuk mempersembahkan bunganya yang cantik jelita, namun juga menghindari masalah yang dapat berujung kematian akibat tidak tepatnya perlakuan. Tentunya kita tidak menginginkan hal ini bukan? Salah satu perlakuan yang jarang kita sadari namun membuat masalah pada anggrek adalah menyiram pada waktu siang hingga sore hari pada musim panas/kemarau.
Demi anggrek tersayang, menyiram merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan. Namun… warning!!!! Kita tidak bisa melakukan dengan teknik yang sembarangan, apalagi yang berada di dataran rendah yang memang panas suhunya, menyiram anggrek justru akan membikin masalah bahkan bencana kematian. Lho kok?
Ya, karena biasanya pada saat yang panas cetar kita pun langsung pasang slang, putar kran dan hidupkan mesin air. Langsung siram anggreknya. Dannn … keesokan atau beberapa hari kemudian kita hanya bisa terpana dan baper melihat anggrek kita menguning dan mengering.
Pada siang hari hingga sore, suhu masihlah panas. Suhu dalam anggrek juga masih panas atau hangat. Bayangkan apa yang terjadi apabila kita melakukan penyiraman? Anggrek akan kaget terhadap perubahan suhu yang mendadak. Secara umum, benda padat (termasuk bagian-bagian anggrek) lebih sulit panas atau dingin dibandingkan zat/benda cair dan gas/udara karena molekul-molekulnya lebih padat dan tidak bebas bergerak. Saat suhu udara kita rasakan telah turun, sebenarnya suhu pada anggrek masih hangat dibanding suhu udara di sekitarnya. Karena itu disarankan untuk menghindari menyiram anggrek kesayangan pada siang dan sore hari.
Memang ada
juga teman-teman yang melakukan penyiraman pada siang hingga sore hari. Selama
tidak membawa masalah, ya gak apa-apa. Tetapi kalau sekali kita mengalami
dampak negative saat siram sore, ya sebaiknya dihindari. Siram sore juga tidak berlaku apabila anggrek terhalang dari sinar mahatari yang telah condong ke barat.
Tanda-tanda anggrek bermasalah akibat siram sore yakni daun-daunnya cepat menguning dan gugur hanya dalam hitungan hari atau kurang dari 7 hari, sesuai dengan ukuran besar kecilnya anggrek. Bila anggrek kondisinya sudah seperti ini, sulit untuk membuatnya survive kembali. Namun tetap kita upayakan dengan segala daya kita. Bila sudah terlanjur demikian, segera pindahkan anggrek ke tempat yang lebih teduh. Buang daun-daunnya atau gunduli. Ikat pada sepotong kayu/papan pakis dengan membalikkan posisi dari normalnya, yakni ujung berada di bawah sedangkan pangkal berada di atas. Teknik seperti ini merangsang atau membuat hormon pertumbuhan menguat, sehingga tumbuhnya tunas anakan atau keiki dapat terjadi. Rawat hanya menyiram dengan air biasa saja. Kalau terbiasa memakai vitamin B1, boleh diaplikasikan.
Siram saat masih adanya perbedaan suhu antara anggrek dengan kondisi lingkungannya, juga bisa berdampak tunas anggrek membusuk. Tunas yang sudah membusuk memang tidak dapat diselamatkan karena sudah terinfeksi jamur atau bakteri. Buang/potong segera agar tidak menular kepada bulb/tunas lain yang sehat.
Barakallah 4u all


No comments:
Post a Comment