Monday, July 27, 2020

MEMPERBANYAK DENGAN TEKNIK SPLIT PADA ANGGREK DENDROBIUM UKURAN SEEDLING

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Jenis anggrek sangatlah banyak. Indonesia sendiri diperkirakan memiliki lebih dari 5000 jenis anggrek. Belum lagi serbuan anggrek-anggrek spesies dari Amerika Latin yang banyak penggemarnya di sini, seperti Cattleya, Brassavola, Oncidium, dan sebagainya. Belum pula termasuk anggrek-anggrek hybrid baik dalam maupun luar negeri yang tidak terhitung banyaknya. Tidak mungkin bagi kita untuk mengkoleksi semuanya. Jadi kita berpikir keras bagaimana cara mendapatkan anggrek idaman kita, tetapi juga tidak sampai melalaikan pos-pos anggaran lainnya.

So, membeli anggrek saat ukuran masih seedling merupakan alternative yang paling jitu. Kelemahannya masa menunggu anggrek berbunga membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun biasanya bagi para pecinta anggrek, termasuk saya tidak peduli akan hal itu. Terpenting keinginan dan hobi kita akan anggrek terpuaskan dan tersalurkan dan pilihan yang tertepat memang membeli anggrek ukuran seedling.


Kelebihan lain membeli anggrek ukuran seedling selain harganya yang masih terjangkau, juga lebih gampang diadaptasikan atau aklimatisasi terhadap lingkungan barunya. Mengapa? Karena anggrek belum terkontaminasi dengan perawatan yang macam-macam dari si empunya yang lama. Jadi masih terbilang masih murni.

Saya sendiri senang membeli anggrek seedling, utamanya Dendrobium, karena dapat langsung memperbanyaknya, tanpa harus melewati atau menunggu masa dan proses adaptasi terlebih dahulu, yang menurut saya justru membuang-buang waktu. Mumpung masih awal-awal datang, yang mana anggrek juga masih ‘buta’ kondisi lingkungan barunya, kenapa tidak langsung diperbanyak dengan cara split saja?


Meski masih seedling, namun sudah merumpun walaupun mungil. Biasanya terdapat 2 – 5 bulb. Cukup lumayan kan ya? Bulb yang paling tua (biasanya ukurannya paling kecil) 1 – 2 bulb bisa langsung dipisahkan atau dipotong rhizome/batang penghubungnya. Syukur Alhamdulillah kalau masih terdapat daun. Tetapi walau bulb gundul, untuk jenis dendro insya Allah gampang sekali bertunas. Tetapi memang perlu ‘mata tajam’ untuk mendeteksi apakah rumpun yang datang bisa dieksekusi split apa tidak. Memang membutuhkan jam terbang dan mengasah ketrampilan.
Bila kemampuan atau jam terbang didapat, kita dapat melirik dan mencoba pada genus lainnya. Dari yang semirip dulu karakternya, seperti Cattleya.

Tetapi …. tetap semangat!!!!

Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment