Assalamu’alaikum temans 2tisa
Endemik adalah istilah/sebutan untuk menyebut sesuatu spesies yang hanya hidup dalam wilayah terbatas dan tidak ada tempat lain yang merupakan keberadaannya. Kira-kira begitu. Pakai pengertian sendiri wkwk.
Begitu pula anggrek endemik yang hanya ditemukan/tumbuh di suatu tempat tertentu.
Namun status endemik ternyata bisa berubah sewaktu-waktu, di antaranya karena beberapa faktor berikut:
- Semakin instensifnya penjelajahan/ekspedisi/penelitian/inventarisasi atau eksplorasi anggrek, baik dilakukan pengulangan atau pemetaan baru, sehingga memungkinkan ditemukannya spesies yang semula endemik ternyata ada di tempat lain yang lebih luas dan berjauhan
- Perbedaan pendapat para ahli taksonomi
- Reklasifikasi
- Penyebaran baru atau new record, baik yang terjadi secara alamiah (biji tersebar oleh air atau angin atau fauna), dan/atau pelepasliaran oleh manusia terhadap anggrek di tempat yang berbeda dari asalnya. Beberapa teman Fb melakukan seperti itu.
- Meluasnya kerusakan hutan, terburuk bisa mengakibatkan kepunahan
- Potensi ekonomi
atau daya jual, dapat menyebabkan status/kategori langka
Di
Indonesia, masih banyak link dan/atau referensi yang mendasarkan pada buku
Comber sebagai acuannya. Padahal buku itu sudah disusun begitu lama, sedangkan setiap
waktu terjadi perubahan, baik dalam susunan taksonomi dan area penyebaran suatu
spesies. Seharusnya memang selalu di-up date. Adanya berbagai laporan
penelitian atau inventarisasi anggrek seperti ini berguna untuk mengetahui
tingkat populasi dan identitas anggrek yang masih bertahan, berkurang, atau
berkembang.
Adapun daftar anggrek endemik yang admin lakukan dipilih secara acak dari link-link dan juga daftar anggrek pada seri–seri sebelumnya (A – Z), tanpa memandang valid tidaknya. Bila ada yang menyebut endemik, admin memasukkannya ke dalam daftar. Agar tingkat validitas lebih tinggi, dilakukan cek dan ricek beracuan link-link besar IOSPE dan Kew. Namun hanya pada tingkat pengecekan identitas/nama anggrek saja, bukan pada morfologinya.
Ternyata keduanya pun banyak berbeda pendapat. Untuk hal yang tak begitu penting, admin membiarkannya dan mengembalikan kepada para pembaca untuk menilainya sendiri. Sedang perbedaan yang cukup mencolok, admin sertakan keterangan keduanya.
Comber menyatakan, pada tahun 1990 terpeta 213 spesies endemik. Sekarang tentu bisa berkurang atau bertambah. Bila rasio kesalahan penelitian mencapai 30% itu sudah bagus dan tidaklah mengapa. Terpenting bila kita ingin menjadikan sebagai bahan penelitian/penulisan tetap melakukan cek dan ricek terlebih dahulu.
Mengidentifikasi anggrek itu g gampang lho. Padahal itu belum sampai pada tahap deskripsi/taksonomi! Prosentase kekeliruan dari laporan–laporan penelitian memang masih tinggi, namun setidaknya tetap bermanfaat bagi kita. Bagaimanapun setiap laporan penelitian itu tetap perlu dan harus ada setiap waktu. Laporan satu dengan yang lain dapat saling merevisi dan melengkapi.
Part pertama dari Seri Endemik ini memuat kontroversi yang terjadi atau adanya kesimpangsiuran informasi atas suatu spesies anggrek. Berikut beberapa yang dapat admin himpun setelah melakukan cek dan ricek atas ID suatu anggrek pada laporan-laporan penelitian atau pun penyebutan endemik pada beberapa link:
Bulbophyllum holochilum J.J.Sm. 1912 – The Full–Lipped Bulbophyllum
Berada di Papua New Guinea. Jadi ada kemungkinan memang keliru dalam mengidentifikasi. Ataukah memang anggrek ini benar-benar ada di Jawa dikarenakan penyebaran alamiah atau pelepasliaran?
Eria bogoriense/Eria bogoriensis J.J.Smith, 1933 – The Bogor Eria – Anggrek Eria Bogor
IOSPE melaporkan tetapi sekaligus juga masih meragukannya kalau anggrek ini ada di New Guenia. Tetapi memang statusnya sudah bukan endemik lagi karena ditemukan juga (rekaman baru) di Pulau Wawonii
Pteroceras fraternum (J.J.Sm.) Bakh.f. 1963 – The Brotherly Pteroceras
Tersebar mulai Sumatra hingga western Java dan diduga sebagai natural hybrid!
Taeniophyllum tenerrium
Tidak menemukan informasi apapun tentang nama ini!
Hetaeria elegans Ridl. 1908 – The Elegant Hetaeria
Disebut habitat asalnya penninsular Malaysia dan tak ada satu pun yang menyebutkan Jawa.
Pertanyaannya, apakah para peneliti tidak keliru dalam mengidentifikasi? Ataukah memang ditemukan anggrek ini di Indonesia? Dan kemudian dianggap sudah punah?
Myrmechis concolor
Tidak menemukan informasi apapun!
Apakah yang dimaksud adalah Nervilia concolor, (Blume) Schltr. 1911? Kalau ya, bukanlah endemik Jawa karena tersebar luas di wilayah Tropical & Subtropical Asia hingga Pacific. Selain itu, morfologi keduanya juga sangat berbeda. Begitu juga dengan genus lain yang terdapat nama ephytet concolor memiliki morfologi yang berbeda.
Coelogyne simplex Lindl. 1854
Telah
berubah dalam klafisikasinya, baik dalam IOSPE maupun Kew, yakni dilebur ke
dalam spesies Coelogyne
miniata Lindl. Itupun keduanya berbeda dalam memfollow ahli takson.
Versi IOSPE: Coelogyne miniata Lindl., 1830 – The Rust Red Coelogyne –
Java, Bali, Lesser Sunda Islands and Sumatra
Versi Kew: Coelogyne miniata (Blume) Lindl., 1833 – Jawa, Lesser Sunda Is., Sumatera
Pteroceras javanica
Nama Latin berbeda satu huruf saja akan sulit dimunculkan informasinya saat search googling. Dan nama Pteroceras javanica tidak diketemukan sama sekali. Nama similar yang bisa diunduh adalah Pteroceras javanicum (J.J.Sm.) Bakh.f. 1963 yang merupakan sinonim dari Chiloschista phyllorhiza (F.Muell.) Schltr. 1921 dengan nama umum The Leaf-Like Root Chiloschista dan tersebar di Java beserta Queensland Australia.
Tainia elongata
Kew version:
Tainia elongata J.J.Sm., 1910 – syn. Tainia latifolia subsp. elongata (J.J.Sm.) H.Turner, 1992 - SW. Sumatera to W. Jawa, Borneo (Sabah).
Tainia latifolia (Lindl.) Rchb.f., 1857, dicatat sebagai spesies tersendiri dengan area sebaran meliputi : Assam, Bangladesh, Borneo, China South–Central, East Himalaya, Hainan, Jawa, Laos, Myanmar, Sumatera, Thailand, Vietnam.
IOSPE version:
Tainia elongata J.J.Sm. 1910 – syn. Tainia latifolia (Lindl.) Rchb.f. 1857 – The Broad Leafed Tainia
Distribusi: Bangladesh, Assam, Sikkim, eastern Himalayas, Thailand, Myanmar, Java, Sumatra, Laos, Cambodia, Vietnam, China and Taiwan (IOSPE version)
Vanda suavis & Vanda tricolor
Salah satu spesies yang paling membingungkan dalam penamaan. Ada yang memisahkan, ada pula yang menyatukan (sebagai salah satu varian).
Pembeda: Vanda suavis terdapat di central dan eastern Java dengan jumlah bunga mencapai 15 atau lebih kuntum/tangkai. Sedangkan Vanda tricolor dari west Java dengan jumlah kuntum antara 6 – 9.
Tentu saja ada pembeda-pembeda lainnya, namun kembali kepada diri masing-masing ajalah mau mengikuti pendapat yang mana.
IOSPE verse:
Vanda suavis Lindl. 1848 – The Soft Vanda – central and eastern Java
Vanda tricolor Hook. 1849 – The Three Colored Vanda – west Java
Kew verse:
Vanda suavis Lindl. 1848 – syn. Vanda tricolor var. suavis (Lindl.) Rchb.f., 1864 – Central & E. Jawa to Lesser Sunda Islands (Bali)
Vanda tricolor Lindl., 1847 – Jawa to Lesser Sunda Islands
Karena status dalam kontroversi, tidak ada satu pun yang admin masukkan ke dalam daftar anggrek 'baru' Jawa yang belum disebutkan dalam seri-seri sebelumnya (seri ALPHABET).
![]() |
| Admin pengikut Vanda suavis itu yang seperti ini :) |

No comments:
Post a Comment