Assalamu‘alaikum sobats 2tisa
Awalnya saya mau menuliskan artikel ini pada seri Natural Hybrids atau Endemic Orchids. Tetapi setelah membaca referensi lainnya, saya lebih pas memasukkannya ke serial Anggrek Kasus.
Walau mungkin bisa diulik lebih luas, namun karena keterbatasan pengetahuan, saya menuliskannya sesuai kemampuan saja.
==
Dalam aturan tata nama anggrek hibrid, kedua induk yang saling bertukar peran (betina jadi jantan atau sebaliknya jantan menjadi betina), nama hasil konjungsi/hibridnya sama.
Semisal Phalaenopsis Adri Witanta Husada yang merupakan hasil karya maestro anggrek Atmo Kolopaking pada tahun 1986. Silangan dari Phalaenopsis javanica J. J. Sm. × Phalaenopsis cornu-cervi (Breda) Blume. Rchb. f.
Bila kemudian ada yang membuat versi ulangnya dengan membalikkan induknya menjadi Phalaenopsis cornu-cervi x Phalaenopsis javanica jadinya tetap Phalaenopsis Adri Witanta Husada. Apapun form induknya dan hasil anakannya. Seperti kita ketahui Phalaenopsis cornu-cervi memiliki beberapa form. Begitu juga Phalaenopsis javanica yang formnya ada Jawa dan Sumatra.
Itu versi hibridnya ya.

Phalaenopsis Adri Witanta Husada, pict at Phals.Net
Nah di kemudian hari ditemukanlah versi natural hibridnya di Sumatra – Indonesia yang merupakan konjungsi alamiah antara Phalaenopsis cornu-cervi x Phalaenopsis javanica. Kemudian Olaf Rainer Gruss, William Cavestro dan Gus Benk mentaksonom silangan alami dengan nama Phalaenopsis × lotubela pada tahun 2018.
Bagaimana ‘hukum’ fenomena seperti ini?
Selama ini tidak masalah. Memang hanya sedikit membingungkan bagi kita apakah yang kita punyai itu Phalaenopsis Adri Witanta Husada ataukah Phalaenopsis × lotubela? Karena itu mengetahui asal-usul saat membeli atau mendapatkannya memang mutlak adanya. Di sini kejujuran seller dipertanggungjawabkan.
Tetapi yang pasti versi natural hibrid itu g banyak dan jelas harganya lebih mahal. Bahkan mungkin tampilannya hanya satu form saja karena seleksi alam memang sangatlah ketat.

Phalaenopsis
× lotubela, pict at Die Orchidee Vol. 4(10) 2018
No comments:
Post a Comment