Assalamu‘alaikum anggrekers 2tisa
Penampilan memang mirip rumput. Dengan bentuk bunga yang dianggap tidak begitu menarik, membuatnya lupus dari eksploitasi. Jadi populasinya tidak mengkhawatirkan.
Meski seperti itu, ternyata mengadaptasikannya di dataran rendah tidak mudah. Disarankan bagi pecinta anggrek pemula tidak membelinya.
= Sinonim =
· Agrostophyllum arundinaceum
· Agrostophyllum cyathiforme var. sumatranum
= Sinonim Genus =
- Diploconchium
- Chitonochilus
- Appendiculopsis
= Sebaran =
- Jawa
- Kalimantan
- Sumatra
- Malaysia (Peninsular Malaysia dan Sarawak)
- Singapura
- (Ada pula yang menyatakan hanya tersebar di Jawa, Sumatra, dan Sarawak.
= Nama Indonesia =
Belum punya.
Beberapa kandidat nama yang berasal dari trenslet dari bahasa Latin maupun Inggris adalah ….
- Anggrek Bunga Karang (Coral Orchid)
- Anggrek Koral (Coral Orchid)
- Anggrek Polip, kuntum-kuntumnya mirip polip-polip yang melekat pada karang laut.
- Anggrek Piala (The Cup-Shaped Agrostophyllum)
- Anggrek Bokor (The Cup-Shaped Agrostophyllum)
- Anggrek Mangkok (The Cup-Shaped Agrostophyllum)
- Anggrek Rumput (Agrostophyllum). Agrostis
(rumput) dan phyllon/phyllum (daun)
Rasanya nama Anggrek Koral lebih pas ya, karena kemiripannya lebih riil dengan koral laut. Selain gampang diingat, juga belum ada anggrek lain yang memiliki nama ini.
= Habitat =
- Hutan-hutan hujan
- Hutan budidaya: perkebunan karet, sawit (oil palm)
- Menyukai area yang teduh, lembab dan basah yang terdapat banyak lumut
- Menempel (epiphytic) pada batang pohon atau percabangannya yang agak terbuka atau kanopi pohon inangnya tidak rapat
- Pohon Inang: Bendo (Artocarpus elasticus), Sawit, atau pohon yang sudah mati dan kering.
- Ketinggian dataran: 400 – 1600 m dpl.
- Anggrek yang pernah hadir di kebun berasal dari ketinggian 1800 m dpl.
= Morfologi =
- Simpodial.
- Pseudobulb terbungkus rapat-rapat oleh seludang daun.
- Selama hidupnya satu pseudobulb hanya berbunga sekali saja. Setelah itu dia akan mengering dan mati digantikan individu baru (anakan).
- Daun hijau dan kaku dengan permukaan yang mengkilap, ujung menyatu/merapat.
- Tepian seludang daun berwana kuning dan berlis, bersusun rapat membungkus bulb. Nampak seperti sisik.
- Mempunyai perakaran yang mengikat kuat pada (pohon) inangnya dan akar keras.
- Bunga tumbuh di ujung batang bergerombol banyak, padat dan berwarna putih kotor atau kekreman dengan lips kuning muda berbentuk letter "U". Diameter kuntum 0,5 – 0,7 cm. Diameter inflorescence (karangan) bunga 3 – 4 cm. Munculnya di ujung tengah-tengah batang (apex). Masa mekar 2 – 4 minggu. Uniknya, arah inflorescence (karangan bunga) berlawanan dengan arah tumbuh daun atau dengan kata lain karangan bunga tumbuh ke belakang.
= Similar Flower =
Agrostophyllum lampongense
Catatan:
- Jawa Tengah menurut Comber, bukan termasuk daerah distribusi.
- Kriteria dalam Red List IUCN: ”Beresiko rendah” (Least Concern; LC), “Informasi kurang” (Data Deficient; DD)
- Genus Agrostophyllum mampu melakukan self-pollination (penyerbukan sendiri) tanpa bantuan makhluk atau benda lain.
- Genus Agrostophyllum masih hanya sebagai ornamental plant dengan potensi sebagai anggrek hortikulturata (memiliki potensi diperdagangkan) yang sangat rendah. Belum diketahui kemanfaatannya secara medis maupun lainnya. Tidak termasuk jenis langka maupun anggrek favorit.
- Semua anggrek Indonesia tetap tidak boleh diperdagangkan antarnegara secara sembarangan.
- Supaya bisa beradaptasi plant harus benar-benar dalam kondisi prima dan dibawa beserta medianya. Kemudian tidak disiram atau terkena air selama beberapa minggu agar anggrek fokus untuk adaptasi terhadap perbedaan kondisi agroklimat di tempat barunya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
No comments:
Post a Comment