Assalamu‘alaikum sobats 2tisa
Tentang anggrek ini …
|
Spesies: |
Liparis condylobulbon Rchb. f. 1862 |
|
Section: |
Blepharoglossum |
|
Subgenus: |
Cestichis |
|
Nama Internasional: |
The Tapered Sphinx Orchid |
|
Nama Indonesia: |
Anggrek Gajang |
|
Sinonim: |
|
Etimologi
Berasal dari bahasa Latin liparos yang artinya berminyak/mengkilap, yang mengacu pada permukaan daun yang mengkilap.

Ekologi
|
Tipe Tumbuh: |
Epifit, litofit, dan kemungkinan bisa tumbuh secara terestrial, walaupun jarang |
|
Habitat: |
hutan primer atau sekunder, hutan dataran rendah dan hutan pegunungan , bebatuan lembab |
|
Elevasi: |
50 – 1.800 m dpl |
|
Sebaran: |
Indonesia (Kalimantan, Papua, Sulawesi, Sumatra, Jawa, Lesser Sunda Islands / Nusa Tenggara, Maluku) Fiji Myanmar New Caledonia New Guinea Philippines Australia Solomon Islands Taiwan Thailand Vanuatu Vietnam |
Perawatan dan Agroklimat
|
Media: |
Di kebun 2tisa diikat pada pohon karena sewaktu pertama datang belum tahu banyak tentang karakternya |
|
Pupuk: |
Jarang dipupuk menempel pada pohon dengan ketinggian sekitar 2 m. Plant anggrek yang masih anget dari hutan/habitat liar g boleh dipupuk sama sekali |
|
Penyiraman: |
2 hari sekali pada pagi hari, sama seperti anggrek lainnya |
|
Suhu: |
Hangat sampai sejuk (dataran rendah hingga tinggi) |
|
Cahaya: |
Teduh hingga terang (masih mendapatkan sinar matahari pagi atau sore beberapa jam) |
|
Kelembaban: |
Kelembaban relatif tinggi, karena itu jaga kestabilan prosentasenya (minimal 70%) |
|
Sirkulasi Udara: |
Konstan/lancar |
|
Perkembangbiakan: |
Vegetatif dengan pemisahan bulb/rumpun Generatif dengan penyebaran atau kuljar biji |
Bunga
Perbungaan/inflorescence tegak,
menyangga 15 – 35 kuntum bunga berwarna hijau pucat dan glossy.
Diameter ± 6 mm, bentuk seperti burung dara yang membusungkan dadanya atau seperti ayam serama. Orang bule menyebutnya seperti spinx runcing.
Sepal petal kuning muda
Lip berwarna kuning hingga oranye
Daun
Dua helai, tipis memanjang, ujung
lancip/menyempit, permukaan mengkilap, panjang 9,5 – 15 cm
Bulb
Tegak, permukaan mengkilap, saling
merapat/berdempetan, bentuk laksana tabung/silinder melebar/tebal pangkalnya
dan menyempit ujungnya, panjang 2,5 – 4 cm dengan rhizome merayap/menjalar.
Fun Fact
Pertama kali dipublikasikan di Hamburger Garten- Blumenzeitung 18: 34 (1862). Dideskripsi oleh Heinrich Gustav Reichenbach.
Di Sulawesi anggrek ini dipercaya dapat melancarkan buang air besar dan meredakan perut kembung dengan cara mengunyah pseudobulb muda dan menggosokkan daun anggrek yang dipanaskan pada perut.
Tidak termasuk anggrek langka. Populasi di alamnya masih menggembirakan, meski tak banyak yang mengoleksinya. Yah, karena bunganya memang mungil.
Belum dibudidayakan sebagai indukan penghasil anggrek hibrid.
Barakallah 4u all
No comments:
Post a Comment