Sunday, November 14, 2021

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Liparis condylobulbon Rchb.f., Hamburger

Assalamu‘alaikum sobats 2tisa

 

Tentang anggrek ini …

Spesies:

Liparis condylobulbon Rchb. f. 1862

Section:

Blepharoglossum

Subgenus:

Cestichis

Nama Internasional:

The Tapered Sphinx Orchid

Nama Indonesia:

Anggrek Gajang

Sinonim:

  • Cestichis clemensiae
  • Cestichis condylobulbon
  • Cestichis dolichopoda
  • Cestichis persimilis
  • Cestichis vestita
  • Gyrostachys nesophila
  • Leptorchis condylobulbon
  • Liparis amboinensis 
  • Liparis clemensiae
  • Liparis condylobulbon
  • Liparis confusa
  • Liparis confusa var. amboinensis
  • Liparis confusa var. papuana 
  • Liparis confusa var. latifolia/Java 
  • Liparis dolichopoda 
  • Liparis flaccida
  • Liparis nesophila
  • Liparis persimilis
  • Liparis riparia
  • Liparis savaiiensis
  • Liparis treubii
  • Stichorkis condylobulbon
  • Stichorkis persimilis

 

Etimologi

Berasal dari bahasa Latin liparos yang artinya berminyak/mengkilap, yang mengacu pada permukaan daun yang mengkilap.
 


Ekologi

Tipe Tumbuh:

Epifit, litofit, dan kemungkinan bisa tumbuh secara terestrial, walaupun jarang

Habitat:

hutan primer atau sekunder, hutan dataran rendah dan hutan pegunungan , bebatuan lembab

Elevasi:

50 – 1.800 m dpl

Sebaran:

Indonesia (Kalimantan, Papua, Sulawesi, Sumatra, Jawa, Lesser Sunda Islands / Nusa Tenggara, Maluku)

Fiji

Myanmar

New Caledonia

New Guinea

Philippines

Australia

Solomon Islands

Taiwan

Thailand

Vanuatu

Vietnam

 

Perawatan dan Agroklimat

Media:

Di kebun 2tisa diikat pada pohon karena sewaktu pertama datang belum tahu banyak tentang karakternya

Pupuk:

Jarang dipupuk menempel pada pohon dengan ketinggian sekitar 2 m.

Plant anggrek yang masih anget dari hutan/habitat liar g boleh dipupuk sama sekali

Penyiraman:

2 hari sekali pada pagi hari, sama seperti anggrek lainnya

Suhu:

Hangat sampai sejuk (dataran rendah hingga tinggi)

Cahaya:

Teduh hingga terang (masih mendapatkan sinar matahari pagi atau sore beberapa jam)

Kelembaban:

Kelembaban relatif tinggi, karena itu jaga kestabilan prosentasenya (minimal 70%)

Sirkulasi Udara:

Konstan/lancar

Perkembangbiakan:

Vegetatif dengan pemisahan bulb/rumpun

Generatif dengan penyebaran atau kuljar biji

 

Bunga

Perbungaan/inflorescence tegak, menyangga 15 – 35 kuntum bunga berwarna hijau pucat dan glossy.

Diameter ± 6 mm, bentuk seperti burung dara yang membusungkan dadanya atau seperti ayam serama. Orang bule menyebutnya seperti spinx runcing.

Sepal petal kuning muda

Lip berwarna kuning hingga oranye

 

Daun

Dua helai, tipis memanjang, ujung lancip/menyempit, permukaan mengkilap, panjang 9,5 – 15 cm

 

Bulb

Tegak, permukaan mengkilap, saling merapat/berdempetan, bentuk laksana tabung/silinder melebar/tebal pangkalnya dan menyempit ujungnya, panjang 2,5 – 4 cm dengan rhizome merayap/menjalar.

 

Fun Fact

Pertama kali dipublikasikan di Hamburger Garten- Blumenzeitung 18: 34 (1862). Dideskripsi oleh Heinrich Gustav Reichenbach.

Di Sulawesi anggrek ini dipercaya dapat melancarkan buang air besar dan meredakan perut kembung dengan cara mengunyah pseudobulb muda dan menggosokkan daun anggrek yang dipanaskan pada perut.

Tidak termasuk anggrek langka. Populasi di alamnya masih menggembirakan, meski tak banyak yang mengoleksinya. Yah, karena bunganya memang mungil.

Belum dibudidayakan sebagai indukan penghasil anggrek hibrid.


Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment