Assalamu’alaikum sobats 2tisa
Spesies yang satu ini memang belum banyak dikultivasi secara serius, padahal potensinya sangat besar. Rupa-rupanya para pemulia belum bisa mentolerir kelemahan-kelemahannya.
Bunganya yang sangat harum dan kuat bisa dijadikan industrisasi parfum.
Sedangkan kelebihan-kelebihan yang dapat dijadikan sebagai indukan antara lain:
- Bunga wangi kuat
- Warna sepal petal putih bersih dan glossy, apalagi bila tertimpa sinar matahari nampak jelas sekali
- Tumbuh mekar bergantian dari mata tangkai kuntum yang sama
- Karakter tahan banting dan sangat mudah dirawat
- Adaptasi di level daratan apapun
- Mudah berkeiki dan/atau bertunas
- Harga juga masih terjangkau, bahkan murah (sekali)
Sedangkan kelemahannya meski sedikit tetapi levelnya memang relatif tinggi, sehingga para pemulia belum bisa memakluminya, seperti:
- Mekar singkat (sehari)
- Sais
bunga termasuk kecil - medium
- Dalam satu tangkai hanya terdiri dari 1 – 2 kuntum
Jalan keluar dari masalah ini memang menyandingkan dengan anggrek bertipe bunga besar dan awet mekarnya seperti seksi Phalaenanthe dan/atau Spatulata.
Risikonya adalah bunga yang mekar tetap sedikit, tetapi relatif lebih awet dibanding sebelumnya yang hanya sehari.
Paling ideal memang dari seksi yang memiliki karakter dekat, seperti seksi Nobile yang memiliki bunga berdiameter relatif besar dan labellum yang ‘seksi’.
Selain itu, kendalanya pada memperkirakan usia matang pollen yang ‘hidup’nya hanya beberapa jam saja.
Dari informasi, baru ada dua hibrid yang berindukkan Anggrek Merpati ini, yakni Dendrobium Sekarpuro (Dendrobium faciferum x Dendrobium crumenatum) dan Dendrobium Kiat Tan (Dendrobium victoriae-reginae × Dendrobium crumenatum)
Barakallah
No comments:
Post a Comment