Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Menjadi favorit sejak dulu hingga kini, membuat Anggrek Bulan banyak dikultivar dan dijadikan indukan. Bukan tanpa alasan untuk memilihnya, karena memang banyak keunggulan yang dipunyai spesies yang satu ini.
Berikut daftar keunggulannya…
- Bunga cantik.
Tentu saja menjadi syarat wajib untuk menjadi anggrek favorit. Meski sebenarnya semua anggrek itu cantik karena ciptaan Allah SWT, Sang Maha Kreator. Tetapi selera umum manusia yang menentukan apakah suatu bunga anggrek itu cantik atau enggak.
- Anggun.
Belum berbunga saja tampilan plantnya sudah cantik, apalagi bila ditunjang dengan keluarnya bunga. Subhanallah sangat cantik dan anggun. Daunnya yang menjuntai memang menawan. Apalagi deretan kuntum yang tersusun atau berjajar rapi pada tangkai bunga yang panjang dan menjuntai. Aihhh g kuku deh J
- Diameter kuntum besar.
Secara umum diameternya 7 – 8 cm, bahkan bisa mencapai 9 – 10 cm bila tritmennya bagus. Ukuran sebesar itu membuatnya dapat terpandang dari kejauhan.
- Rajin berbunga.
Dapat berbunga lebih dari 1 kali dalam setahun.
- Kuntum banyak.
Satu tangkai dapat menyangga 12 – 20 kuntum. Bahkan bila kondisi sangat kondusif dan tritmen bagus, jumlah dapat lebih dari 20 kuntum. Tentu saja kondisi optimum ini tidak diraih dengan sekejap, perlu kesabaran menunggu dan merawatnya.
Konon katanya, selama hidupnya, bila
ditotal anggrek mampu mempersembahkan bunga dengan jumlah 200 – 500 kuntum
sebelum memasuki masa dorman.
Katakanlah setahun mekar 2 kali, satu tangkai saja. Bila ada 10 kuntum per inflorence, setahun ada 20 kuntum. Bila berbunga selama 5 tahun berturut-turut, sudah ada 100 kuntum. WOW… subhanallah. Padahal biasanya tentu lebih dari 10 kuntum dan lebih dari satu tangkai bunga.
- Warna putih bersih.
Putih identik dengan kesederhaan. Namun warna putih pada Anggrek Bulan sangat kuat dan tak bernoda (solid), sehingga menjadikannya sangat elok. Dengan warna tersebut, bunga tampak mencolok di antara hijau dedaunan.
- Mekarnya lama.
Interval masa mekar per kuntum ± 40 – 46 hari. Masa habis berbunga sampai kuntum terakhir dapat berlangsung hingga 4 – 6 bulan.
- Cepat dewasa.
Untuk mencapai umur dewasa (siap berbunga) minimal membutuhkan 5 tahun. Bisa juga lebih cepat tergantung perawatan dan kecukupan nutrisi yang masuk. Lama periode seperti itu sudah termasuk cepat bagi anggrek tipe monopodial.
- Mudah dirawat.
Asal syarat/faktor agroklimat terpenuhi, anggrek bulan sangat mudah dirawat, tidak seperti yang selama ini dikeluhkan para pecinta anggrek, khususnya pemula.
Tanpa dipupuk pun anggrek tetap berbunga dengan rajin.
- Banyak varian.
Antar daerah berbeda dalam corak atau warna labellumnya, atau juga ‘misai’nya. Indonesia sendiri mempunyai sekitar 6 ekotipe Anggrek Bulan yang endemik, yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Kalimantan bahkan memiliki beberapa ekotipe yang khas, yakni varian Borneo dan Pleihari. Varian Pleihari yang tumbuh di tempat yang berbeda juga memiliki variasi yang berbeda-beda pula.
- Tumbuh baik di semua tipe dataran.
Bahkan di negara-negara empat musim juga tumbuh baik. Hanya saja di musim dingin memang harus mendapatkan perlakuan khusus.
- Mudah dipolinasi.
Dengan sais bunga yang besar, tentu memudahkan kita membuat polinasi/penyerbukan buatan. Baik dibuat hibrid/silangan atau untuk mempertahankan tipe spesiesnya.
| Beberapa hibrid dari induk/moyang Anggrek Bulan |
- Bentuk bunga membulat.
Petal membulat merupakan bentuk ideal dan idaman bagi pecinta anggrek. Semakin membulat, akan semakin tinggi nilainya dan prosentase menyabet award/kejuraan juga kian terbentang lebar. Itulah standar yang telah dirumuskan oleh para ahli anggrek terdahulu.
Tetapi trend dan selera memang terus berganti. Anggrek-anggrek berbentuk unik dan menarik kini juga semakin diminati.
- Mudah didapat.
Dengan perkembangan sains kultur jaringan, anggrek bulan kini sudah relatif mudah didapat dan diperjualbelikan secara bebas, meski tidak boleh diekspor sembarangan (untuk tipe spesies). Sedangkan untuk hibridnya terbuka lebar pangsa di luar negeri.
· Kelemahannya hanya satu: tidak wangi. Namun ini tidaklah mengapa karena kelebihan yang dimilikinya sudah begitu bejibun.
Nah, masihkah sahabats 2tisa meragukan gelarnya sebagai
Ratu Anggrek Indonesia?
Barakallah 4u all
No comments:
Post a Comment