Thursday, September 23, 2021

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Cymbidium bicolor Lindl

Assalamu‘alaikum sahabats 2tisa

 


Anggrek ini disebut juga Cymbidum Dwiwarna, The Two Colored Cymbidium, Anggrek Uncal, Lau Pandan, dari Section Cymbidium subspesies pubescens.

 

 

 

 

 

 

 

Bentuk bunganya mirip bintang. Warnanya juga tidak biasa, ungu pekat. Lips/labellum saja bentuknya seperti sampan (kymbes, Yunani = sampan/dayung/perahu).  Corak pada lidah juga unik, seperti letter W, bahkan mungkin ada yang mirip dengan kata Allah.
Tetapi, Cymbidium tipe terestrial yang paling banyak dikembang dan hibridkan. Sayangnya silangan-silangan ini juga impor dari negara lain, utamanya Australia. Hasil silangan tipe terrestrial memang memiliki bunga yang spektakuler dengan berbagai corak serta warna yang sangat menakjubkan. Namun banyaknya kasus penipuan Cymbidium Aussie bertampang lokal membuat kita harus ekstra hati-hati.

 

Taxonomy name: Cymbidium bicolor

Section: Cymbidium

Subspecies: pubescens

Synonyms:

  • Cymbidium aloifolium
  • Cymbidium aloifolium var pubescens
  • Cymbidium bicolor sensu

  • Cymbidium bicolor subsp. obtusum
  • Cymbidium bicolor subsp. pubescens
  • Cymbidium celebicum
  • Cymbidium crassifolium
  • Cymbidium flaccidum
  • Cymbidium mannii
  • Cymbidium pendulum

  • Cymbidium pubescens
  • Cymbidium pubescens var. celebicum

 

Sub spesies

  • subsp. bicolor (endemik Semenanjung India dan Sri Lanka);

  • ssp. obtusum (Jawa, dan lain-lain)

  • sub species pubescens (Kalimantan Borneo, Malaysia, Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Philipina)

Habitat

Menempel pada pohon-pohon yang agak terlindung dari sinar matahari pada hutan tropis, hutan dataran rendah, tebing sungai, sabana/padang rumput, perbukitan, hutan sekunder di dataran rendah hingga 1100 m dpl.

 

Morfologi

  • Umbi semu: jorong pipih tertutup upih daun dengan panjang sekitar 7 cm.

  • Daun: seperti pita menyerupai talang, ujung miring, berlobus dua tidak sama besar, lebar 3 – 4 cm, warna hijau muda atau hijau mengkilap, jumlah 4 – 8 helai per bulb
  • Akar: permukaan agak kasar berwarna putih hingga kecoklatan dengan ujung akar krem
  • Bunga: splashy dengan warna ungu dan kuning dengan permukaan mengkilap/berlilin, 8 – 25 kuntum per malai, inflorescence mirip untaian liontin yang menjuntai, masa mekar 4 minggu, diameter 4,5 – 5 cm. Malai keluar dari pangkal umbi, menggantung dan dapat mencapai 30 cm panjangnya. 
 

 

 


 

Agroklimat/Kondisi Lingkungan

  • Suhu 15° – 26° C (sejuk) – bisa adaptasi di daerah panas (dtr)
  • Kelembaban 60 – 80%
  • Sirkulasi udara lancar
  • Menyukai sinar langsung (minimal beberapa jam)

 

Media Tanam

Tempel pada pohon, (potongan/papan) kayu, papan pakis, atau

Ditanam pada pot dengan media cacahan kayu/ranting, atau pecahan batu bata/genting

 

Area

Saat masih adaptasi diletakkan pada area teduh/terlindung. Penyiraman dijarangkan agar bulb dan akar tidak membusuk.

Setelah muncul akar-akar baru, secara berkala digeser ke area yang agak terang hingga area terbuka (full sun full rain)

 

Repotting dan Split

Apabila rumpun sudah tampak padat ada dua pilihan yang dapat kita lalukan, yakni:

  • Repotting: rendam lebih dahulu pot agar akarnya mudah terlepas. Buang akar-akar tua dan busuk. Ganti dengan media tanam baru. Metan lama boleh dipertahankan sedikit karena kaya akan zat-zat organik yang dibutuhkan anggrek. Selain itu juga membuat anggrek lebih cepat beradaptasi. Sisa media lama yang lapuk dapat diletakkan di permukaan media sebagai pupuk alami.
  • Split/Pisah Rumpun: tidak dianjurkan agar tidak memakan waktu lama untuk berbunga. Tetapi split juga bermanfaat sebagai perbanyakan

 

Perawatan

  • Siram saat media kering. Tergantung kondisi lingkungan.
  • Saat penyiraman boleh dicampur dengan larutan pupuk rumput laut (seaweed) untuk mengurangi shock (tips dari penganggrek luar negeri). Kalau yang lebih murah dan mudah dapat menggunakan air bekas cucian beras atau rendaman kulit bawang merah dan atau bawang putih.
  • Pemupukan menyesuaikan umur tanaman, apakah membutuhkan N tinggi, P ataukah K. Umumnya seminggu satu kali.
  • Daun kering atau bermasalah bisa dipotong.
  • Potong tangkai bunga bila bunga sudah layu agar energi bisa digunakan untuk mengeluarkan tunas anakan.
  • Anggrek berpenyakit/bermasalah lebih baik diisolasi dan ditritmen dengan cara yang tepat.

 

FYI

  • Satu-satunya genus yang memiliki beragam spesies yang hidup secara epifit, sebagiannya terestrial, dan sedikit di antaranya bersifat mycoheterotrop atau tergantung sepenuhnya pada jamur micoriza.
  • Ciri khasnya pada bentuk lips/labellum yang menyerupai sampan (kymbes, Yunani = sampan/dayung/perahu). 
  • Cymbidium tipe terestrial yang paling banyak dikultivar dan dihibridasi. Australia berada di garis terdepan menghasilkan bunga-bunga spektakuler dengan berbagai corak serta warna yang sangat menakjubkan.

Apapun problematikanya, upaya pelestarian anggrek sangat penting bahkan menjadi keharusan mengingat laju kepunahannya yang sangat cepat, utamanya karena berubah fungsinya hutan, serta eksploitasi/perambahan anggrek secara berlebihan


Barakallah 4u all


No comments:

Post a Comment