Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tanah termasuk salah satu faktor yang penting bagi kelompok ini. Ibarat hidup dan matinya.
Mayoritas spesies berada pada tempat-tempat yang agak ternaung/teduh dengan intensitas cahaya rendah. Beberapa memang membutuhkan sinar matahari, meski tidak terlalu banyak/lama atau hanya beberapa jam saja.
Habitatnya mulai pinggir hingga tengah hutan. Ada juga yang dijumpai hidup di padang rumput atau area terbuka.
Ciri-ciri
- Pseudobulb menggembung pada pangkal tanaman
- Akar serabut mencengkeram tanah. Genus-genus yang berada di tengah hutan (tempat teduh) memiliki struktur perakaran dan sistem fisiologis yang lebih toleran terhadap kelembapan yang tinggi
- Mayoritas kebutuhan akan sinar matahari sangat rendah
- Memiliki masa dorman apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan seperti adanya kemarau yang sangat panjang
- Biasanya tampilan tumbuhan serupa tunas kelapa, rumput-rumputan, atau pandan.
Genus yang berada pada kelompok ini banyak sekali. Sampai ratusan genus. Beberapa yang bisa disebutkan seperti:
- Acanthephippium
- Agrostophyllum
- Anguloa
- Aphyllorchis
- Apostasia
- Arundina
- Bletilla
- Bromheadia
- Caladenia
- Calanthe
- Ceratochilus
- Crepidium
- Cryptostylis
- Dienia
- Diglyphosa
- Dilochia
- Eulophia
- Geodorum
- Habenaria
- Nephelaphyllum
- Neuwiedia
- Orchipedum
- Pachystoma
- Pecteilis
- Peristylus
- Phaius
- Plocoglottis
- Podochillus
- Preatia
- Pristiglottis
- Rhomboda
- Spathoglottis
- Spiranthes
- Tainia
- Tetramicra
- Thelymitra
- Vrydagzynea
Beberapa genus yang memiliki dua tipe hidup, yakni ephifit dan terestrial, antara lain:
- Appendicula
- Epidendrum
- Liparis
- Coelogyne
- Cymbidium
- Dendrobium
Agar sukses mendomestikasi, manajemen penyiraman harus betul-betul
diperhatikan dengan menyesuaikan karakter anggrek dan media yang kita pakai.
Barakallah 4u all







No comments:
Post a Comment