Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Apakah serangga ini berbahaya untuk anggrek? Hama apa bukan?
Mari kita simak informasi Ulat Kaki Seribu, Millipede, Keluwing (Diplopoda – Artropoda) ini.
Sebaran: semua kontinental, kecuali Antarctica
Habitat sekaligus tempat persembunyian: lantai hutan yang lembab dan berlumut, seresah, gua, area atau ruang yang lembab dan sejuk lainnya, seperti bawah pot, tumpukan bata, bebatuan, cepitan atau celah-celah rekahan tembok, dan sebagainya.
Type: hampir semuanya herbivore dan decomposer (pemakan sisa-sisa tumbuh-tumbuhan)
Makanan: sampah organik (buah-buahan, daun-daunan), kayu lapuk, lumut, kotoran, dan sebagainya.
Karakter (bagi manusia): tidak berbahaya, kecuali kalau terkena cairan yang disemprotkan pada mata, pemalu, super defensive (mengalah) dengan kulit tubuh yang keras dan bau yang menyengat.
Kegunaan: hasil sekresi Ulat Kaki Seribu dapat meningkatkan zat hara dan menyuburkan tanah tanah/media, serta menyuplai kebutuhan hara pada tanaman
Pengendalian populasi:
Meski bukan hama anggrek, namun karena tampangnya yang menjijikkan, juga kita tidak mungkin membiarkan populasinya meledak di kebun kita, perlu pengendalian terhadapnya dengan cara memakai insektida (kimia) – bisa juga memakai kapur semut, tidak menghambat sinar matahari dan angin, memangkas tanaman yang terlalu tinggi atau rimbun, atau membunuhnya secara manual/langsung.
Pencegahan:
- Bersihkan atau jauhkan timbunan kompos dan sayuran busuk
- Menghilangkan (bila memungkinkan) penghalang bagi sinar matahari untuk sampai ke tanah/bumi
- Mengusahakan sirkulasi udara lancar
Di kebun yang biasa kita jumpai kaki seribu warna merah/oranye dan hitam yang sering disebut Ulat Gagak.
Barakallah 4u all


No comments:
Post a Comment