Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Sebelumnya telah dipost tentang kupu-kupu.
Kali ini giliran fase larvanya atau yang biasa disebut dengan ulat.
Ulat memang sangat jagoan kalau
dalam urusan makan. Super rakus. Sepertinya setiap waktu hanya makan, makan,
dan makan. Umumnya memang dedaunan dan juga tunas-tunas muda atau pucuk. Tetapi
bila tidak ada ‘menu’ utamanya, ulat juga akan mencari sesuatu yang dapat dimakan,
seperti ujung akar.
Inilah yang beberapa kali saya
temukan di kebun. Ada ulat yang memakan ujung akar. Di lain waktu saya juga
menemukan telur kupu-kupu di antara dedaunan anggrek. Apakah mereka makan daun
anggrek? Saya belum pernah menemukannya.
Tetapi beberapa teman memposting di
grup-grup anggrek ulat-ulat memakan kuntum-kuntum bunga anggrek mereka.
Kehadirannya juga tidak ditentukan musim. Apakah musim kemarau ataukah musim hujan, ulat akan tetap ada, walaupun berbeda dalam jumlah populasinya.
Kehadirannya juga tidak ditentukan musim. Apakah musim kemarau ataukah musim hujan, ulat akan tetap ada, walaupun berbeda dalam jumlah populasinya.
Sebenarnya, anggrek bukanlah tanaman
inang kupu-kupu. Di habitat alamiahnya, ulat memang tidak dijumpai memakan daun
anggrek, karena selain bukan tanaman pengundang ulat, juga biasanya
anggrek-anggrek tumbuh pada ketinggian yang cukup dari permukaan tanah.
Sedangkan kupu-kupu sendiri lebih suka berada atau terbang beberapa meter di
atas tanah. Umumnya tidak lebih dari 5 meter. Karena itulah kupu-kupu jarang
yang meletakkan telurnya pada daun anggrek.
Berbeda dengan kebun kita.
Kondisi kebun kita yang minim
pepohonan serta semakin berkurangnya ‘mangsa’ ulat, maka kupu-kupu demi mempertahankan
kelestarian keturunannya, mau tidak mau akan berkompromi dengan memilih mangsa
baru yang jauh dari kegemarannya. Di kebun anggrek, tentu kupu-kupu akan
memilih anggrek sebagai mangsa barunya. Entah dia kelak mampu bertahan apa tidak (akibat anggrek bukanlah tanaman inangnya),
seleksi alamlah yang berpengaruh.
Barakallah 4u all



No comments:
Post a Comment