Saturday, August 15, 2020

TRITMEN DI MUSIM PENGHUJAN (3): PEMUPUKAN ANGGREK


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Perlu nggak sih memupuk di musim hujan? Jawabannya tentu relatif. Bagi pekebun besar dan/atau seller pemupukan tetap dilakukan, karena ya supaya anggrek cepat besar dan/atau berbunga, sehingga cepat laku.
Tetapi tidak untuk saya. Anggrek tidak pernah mendapatkan pupuk selama musim penghujan, kecuali yang berasal dari limbah dapur saja, seperti sisa kopi, teh, susu, atau minuman basi atau kadaluarsa lainnya.
Tidak mempupuk di musim penghujan ada alasannya kah?
Tentu saja. Mau tahukah?
Secara alami anggrek telah mendapatkan pemupukan dari udara, debu-debu dan/atau partikel-partikel logam/zat hara lain yang terbawa angin. Memang bisa jadi jumlahnya tidak mencukupi. Tetapi toh anggrek juga tidak membutuhkan pemupukan setiap hari. Dan dosis/jumlah pupuk yang diserap dan dibutuhkan anggrek sangatlah sedikit. Ditambah air hujan yang banyak mengandung nitrogen, oksigen, karbon dan juga ikatan-ikatan senyawa kimia atau/dan asam yang terbawa air hujan, saya pribadi percaya jumlah pupuk yang dibutuhkan anggrek sangat mencukupi, bahkan bisa jadi berlebih.
Dari alasan itulah, saya tidak pernah memupuk anggrek di musim penghujan.
Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment