Friday, August 14, 2020

TRITMEN DI MUSIM PENGHUJAN (1): MENYIAPKAN ANGGREK SECARA MANUAL/FISIK DALAM MENYAMBUT MUSIM HUJAN


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Banyak yang bingung mesti berbuat apa terhadap anggrek-anggreknya dalam menyambut musim penghujan. Mengeluhkan selama musim hujan banyak anggreknya yang membusuk. Bikin baper. 




Baiklah, langsung saja akan saya bagi tips dan tricknya yang sangat mudah kita lakukan tetapi memiliki efek yang luar biasa, efektif menghindarkan atau meminimalisir pembusukan dengan cara perlakuan secara fisik atau manual.
Perlakuan secara fisik ini tentu saja jauh lebih aman, tidak menimbulkan efek samping, dan biayanya sangatlah murah, bahkan gratis. Apa saja ya yang dapat kita lakukan? Banyak. Kita dapat memilih salah satu, salah dua, atau salah semuanya hehehe
  • Mengecek pot dan kebun kita apakah drainasenya berjalan lancar dan baik. Artinya air tidak sampai menggenang pada media dan tanah. Kalau basah terus menerus yah memang tidak dapat kita hindari, tetapi supaya air tidak menggenang dapat kita antisipasi sejak dini.
  • Meneduhkan anggrek. Kelemahannya, anggrek akan mengeluarkan energy yang besar untuk beradaptasi terhadap perlakuan yang baru. Kalau bisa, sebaiknya cara ini dihindari.
  • Meletakkan anggrek pada rak atau meja dengan jarak yang renggang.
  • Memiringkan pot atau mengganjalnya dengan sesuatu. Agar lebih efektif buat/tambahkan lubang pada sisi bawah pot, sehingga air yang keluar lebih banyak dan lancar. Kelebihannya pot masih dapat kita pakai di musim panas (nantinya). Memang cara ini cocok untuk pot/media wadah dari plastic.
  • Memperbanyak lubang pada pot. Pada pot tanah biasanya memang sudah banyak lubangnya, baik untuk lubang drainase maupun sirkulasi udara. Hanya untuk pot yang terbuat dari plastik.
  • Mengganti pot minim lubang dengan pot baru yang berlubang-lubang atau kita dapat memanfaatkan barang bekas seperti marang/bakul nasi selamatan, keranjang, atau yang semacam itu asal memiliki banyak bolongan/lubang di semua sisinya, bahkan dasarnya juga.
  • Menghindarkan/menggeser pot dari air hujan yang jatuh dari genteng dan talang.
  • Menempel/mengikat anggrek pada pohon atau media lain yang sifatnya vertical, seperti tiang kayu, paralon atau lainnya.
  • Menggantung anggrek. Dengan cara seperti ini air akan lancar menetes.
  • Mengurangi atau menghindari media yang bersifat menyerap air, seperti moss, sabut kadaka, sabut kelapa, dan lain-lain.
  • Memakai media tempel yang tidak begitu menyerap air atau porous seperti papan pakis, potongan/papan kayu, dan sebagainya.
  • Merenggangkan jarak tanam.
  • Mensplit anggrek yang sudah terlalu rimbun.
  • Untuk anggrek tanah bisa diteduhkan atau dimanipulasi dengan cara lain yang penting drainasenya lancer.
  • Memindah/menempelkan anggrek pada pohon.
  • Cara lain yang sesuai dengan kondisi kebun kita.
Ada lagi tritmen yang menelan biaya lumayan, yakni dengan memasang kipas angin dan/atau atap dari plastik/mika. Kipas angin akan membantu pengeringan pada anggrek yang basah. 

Meski rimbun tetapi karena tipe tumbuh bulbnya menggantung (impoten), tidak mengapa bila tidak displit asalkan tetap diperhatikan atau dihindarkan dari pengaruh yang dapat mengakibatkan pembusukan
Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment