Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
⏩
Sejatinya dalam udara serta air yang kita siramkan terdapat zat-zat makro serta mikro yang dibutuhkan oleh anggrek. Biasanya kita menyebutnya sebagai pupuk. Selain dari udara dan air, anggrek sendiri juga memperoleh pupuk yang sifatnya alamiah dari dedaunan kering, debu-debu, feses, maupun urine dari binatang-binatang yang berada di sekitar tempat tinggal mereka, yang terperangkap di sela-sela dedaunan, bulb, akar, atau pun rerimbunan anggrek.
⏩
Di lain sisi, anggrek yang masih dalam proses dan masa adaptasi lebih memfokuskan diri untuk ‘membuang’ energi dibanding ‘membuat energi’. Buangan energi tersebut dilakukan sebagai bentuk ‘tameng diri’ terhadap perubahan kondisi lingkungan baru mereka, serta menyesuaikan dengan tipe perawatan yang kita lakukan. Karena itulah anggrek tidak begitu memfosir diri untuk mengolah zat-zat makanan yang mereka serap. Pada saat ini fungsi-fungsi fisiologis pada tubuh anggrek terganggu atau berjalan belum sempurna. Bila kita ‘mengganggu’ proses tersebut dengan memberikan pupuk, maka bisa saja terjadi anggrek kita gagal dalam beradaptasi dan bahkan mati.
⏩
Lama singkatnya masa adaptasi dipengaruhi banyak faktor, baik intern maupun ekstern. Pengaruh ekstern dapat dilihat dari faktor yang berpengaruh terhadap aklimatisasi, baik di habitat asalnya maupun habitat barunya (kebun kita).
⏩
Pada masa-masa fungsi fisiologis terganggu serta sel-sel dalam tubuh anggrek banyak yang rusak dan mati seperti ini, secara logika kita dapat bertanya-tanya ‘dimana mereka akan menyimpan zat-zat mikro dan makro yang kita berikan itu?’. Yang terjadi, pupuk akan mengendap, menumpuk, mengering (akibat penguapan dan hembusan angina), yang akhirnya akan menyelebungi bagian-bagian anggrek. Akibatnya sirkulasi udara dan sinar matahari yang harus diterima sel-sel pada anggrek tidak dapat mereka terima karena terhalang endapan pupuk. Apalagi pupuk sendiri kebanyakan juga bersifat asam. Bertambahlah gangguan-gangguan pada anggrek. Dan akhirannya bisa ditebak, anggrek membusuk atau mengering, dan akhirnya mati.
⏩
Jadi, kapan pupuk dapat kita berikan? Jawabannya adalah apabila anggrek sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan baru di kebun kita. Meski begitu, tetap bertahap pemberiannya, mulai dari sangat encer yang diberikan 2 minggu sekali selama beberapa kali, kemudian meningkat intensitas waktunya menjadi 1 minggu beberapa kali juga, dan menanjak pemberian pupuk dengan dosis normal.
Sekali lagi saat merawat anggrek kita harus bersabar setiap tahap demi tahapnya. Tidak boleh grusa-grusu.
Semoga Sukses Merawat Anggrek!!!
Barakallah 4u all

No comments:
Post a Comment