Saturday, August 1, 2020

DIBUANG SAYANG ANGGREK YANG BERMASALAH



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 


Bagi pekebun besar atau kolektor, anggrek yang g bagus pertumbuhannya, seperti kuntet, banyak penyakit, tampilan kurang menarik, dan lainnya, akan dibuang atau bahkan dimusnahkan. Tetapi bagi saya pribadi selama masih bisa diselamatkan walau membutuhkan waktu yang lebih lama atau lebih membutuhkan pengorbanan tenaga, pikiran, dan lainnya, anggrek-anggrek dengan kriteria seperti itu tetap saya pertahankan. Istilah jadulnya’Dibuang Sayang’.

Ya, semampang ‘nyawa masih dikandung badan’, anggrek seperti itu tetap saya rawat dengan sepenuh hati. Tidak ada bedanya dengan anggrek-anggrek normal lainnya. Tetap disiram dengan cara dan waktu yang sama, dipupuk bergantian tanpa membedakan jenis pupuknya karena saya sendiri memakai pupuk yang ada. Apa yang ada pada waktu itu ya itu yang saya pakai untuk pupuk. Tidak pernah membeli pupuk buatan pabrik, baik kimiawi maupun organic. Semua dari limbah atau bahan-bahan makanan atau/dan minuman yang sudah g rusak atau kadaluarsa atau bila kita makan justru mengundang penyakit bagi kita. Bisa buah-buahan, sayur-sayuran, tepung berjamur, minuman kadaluarsa dan sebagainya. Bahan-bahan itulah yang saya jadikan pupuk DIY.

Memang mempertahankan kondisi anggrek seperti itu tidak semuanya mampu melewati masa-masa kritis mereka. Tetapi jumlahnya sangat sedikit dibandingkan yang berhasil tumbuh sewajarnya. Bahkan anggrek-anggrek yang semula ‘bermasalah’ kini banyak yang lebih bongsor pertumbuhannya, bahkan ada yang berbunga seperti contoh Oncidium Golden Shower ini.



So, jangan patah semangat merawat anggrek apapun kondisinya, senyampang mereka masih memiliki kehidupan, jangan buru-buru mengeliminasi mereka.
Salam cinta anggrek!!!!
Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment