Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagian besar anggrek berhabitat di hutan-hutan tropis yang memiliki kelembaban tinggi. Hutan seperti ini memang jarang dijumpai berada di dataran rendah. Bukannya di dataran rendah tidak ada hutan, tetapi jenis vegetasinya terbatas. Biasanya berupa hutan buatan atau hutan homogen, semisal jati. Padahal syarat tumbuh anggrek memerlukan kondisi tertentu yang spesifik, seperti kelembaban yang tinggi dan terjaga, berangin, serta cukup sinar matahari.
Karena memang bukan tempat ideal bagi anggrek, jenis anggrek yang mampu beradaptasi dan hidup di dataran rendah juga sangatlah terbatas, apalagi anggrek spesies. Anggrek-anggrek hybrid memang pilihan yang paling tepat bagi pecinta anggrek yang tinggal di dataran rendah.
| Dendrobium hibrid memang pilihan yang paling cocok di dataran rendah |
Namun sekarang ini, interval jenis anggrek spesies yang mampu diadaptasikan di dataran rendah kian melebar saja. Temuan-temuan cara-cara baru tritmen anggrek yang sesuai dengan kondisi dan karakter dataran rendah terus bermunculan, baik di grup-grup maupun link-link anggrek.
Memang belumlah 100% tingkat keberhasilannya, karena masih banyak genus yang tetap masih sulit untuk diadaptasikan, namun kondisi seperti ini sudah begitu menggembirakan bagi pecinta anggrek di dataran rendah dibandingkan beberapa tahun lalu.
![]() |
| Phalaenopsis spesies yang paling adaptif di dataran rendah |





No comments:
Post a Comment