Artikel pada seri ke-3: https://2tisa.blogspot.com/2023/02/kalimantan-island-orchids-3-tentang.html
Range Agroklimat
Kelembaban (RH/ relative humidity): 54% - 80%
Intensitas cahaya (Light intensity): 0,01 lux - 0,18 lux (7000 to 8000 lx(?)) atau 30-60% (?)
Average Temperature: 24 to 33 °C
pH of the soil: 4.0 to 5.5 (soil information needed for terrestrial orchids only).
Altitude: 0 – 3000 m asl
Soil pH of 6.2-6.7
Pada area dengan kelembaban 87% - 90% dan suhu rata–rata 31,5°C, memilki lapisan humus dan serasah yang tebal, penutupan tajuk yang rapat, dan terdapatnya beberapa jenis pohon inang anggrek.
Topography
Daerah pesisir
Daerah pegunungan
Gunung berbukit dengan lereng yang terjal
Tanah ber(penyusun) batupasir, batu kapur, batu dan batu kapur, tanah liat putih kekuningan, dan tanah merah
Habitat
- Secondary forest
- Primary forest / Hutan Hujan
- Mangrove forests
- Peat forests
- Peat swamp forests
- Kerangas forests
- Lowland forests
- Limestone forests
- Mountain forests
- Coastal forests
Masing-masing berbeda-beda dalam jumlah, jenis, dan populasinya. Hutan bakau paling rendah keberadaan anggreknya.
Vegetation
Ashton (1982) memperkirakan ada kurang lebih 3000 species pepohonan, 267 di antaranya merupakan spesies familia Dipterocarpaceae, dan 58% di antaranya merupakan endemic species.
Anacardiaceae:
Buchanania arborescens
Campnosperma auriculatum
Melanochyla caesia
Annonaceae:
Cananga odorata
Fissistigma manubriatum
Michelia champaca
Polyalthia lateriflora
Xylopia malayana
Burseraceae:
Dacryodes costata (A.W.Benn.) H.J.Lam
Santiria apiculata A.W.Benn
Santiria tomentosa Blume
Clusiaceae:
Calophyllum macrocarpum
Garcinia graminea
Gordonia borneensis
Cornaceae:
Alangium javanicum (Blume) Wangerin
Dipeterocarpaceae:
Dipterocarpus caudiferus
Dryobalanops spp. (Kapur)
Hopea dyeri
Hopea pachycarpa (F.Heim) Symington
Shorea agami P.S.Ashton
Shorea balangeran
Shorea laevis Ridl. (Bangkirai)
Shorea lamellata Foxw. (Meranti Putih)
Shorea ovalis
Shorea peltata Symington
Shorea smithiana Symington
Shorea spp. (Meranti)
Shorea stenoptera Burck (Tengkawang)
Vatica rassak Blume
Lauraceae:
Actinodaphne diversifolia
Beilschmedia rivularis
Cinnamomum javanicum
Cryptocarya pulchrinervia
Eusideroxylon zwageri (Ulin)
Litsea firma
Leguminosae:
Fordia splendidissima
Koompassia malaccensis Benth
Sindur (Sindora sp.)
Magnoliaceae:
Magnolia acuminata (L.)L
Meliaceae:
Aglaia crassinervia Kurz ex Hiern
Aglaia elliptica (C.DC.) Blume
Aglaia forbesii King
Aglaia palembanica Miq.
Moraceae:
Artocarpus spp.
Ficus callosa
Ficus crassiramea
Ficus deltoidea
Ficus variegata
Myrtaceae:
Knema conferta (King) Warb
Myristica maxima Warb
Syzygium castaneum
Syzygium cymosum
Syzygium sp. (Dungun)
Syzygium spp. (Jambu-jambuan)
Polygalaceae:
Xanthophyllum flavescens
Xanthophyllum schizocarpium
Rubiaceae:
Anthocepahalus macrophyllus
Duabanga moluccana
Sapotaceae species
Madhuca kingiana
Palaquium gutta
Palaquium sp. (Nyatoh)
Sapindaceae:
Nephelium lappaceum (Rambutan)
Nephelium sp.
Other species:
Antidesma bunius (Buni)
Canthium glabra
Dillenia excelsa (Dilleniaceae)
Durio oxleanus (Durian)
Dyera costulata (Miq.) Hook.f. (Jelutung)
Eurycoma longifolia
Eusideroxylon zwageri (Simaroubaceae)
Gonystylus velutinus
Irvingia malayana
Ixora caudata
Lauraceae
Semak
belukar
Litsea sp. (Madang)
Octomeles sumatrana Miq. (Binuang)
Triadica cochinchinensis
Pohon Inang / Phorophyte
Walaupun kekayaan vegetasi pepohonan sangat banyak, tetapi tidak semua merupakan pohon inang anggrek, beberapa yang dicatat dalam jurnal-jurnal penelitian anggrek Kalimantan antara lain:
- Artocarpus tamaran
- Calophyllum glaucum (Nyerapi)
- Tristania obovata (Pelawan)
- Calophyllum venulosum
- Dacryodes rostrata
- Dillenia excelsa
- Irvingia malayana
- Macaranga gigantea
- Rhodomyrtus tomentosus (Bekakang)
- Syzygium zeylanicum (Kelebeti)
- Rotten tree trunk
- Vaccinium varingiaefolium (Brengganyi)
Konservasi In/Ex-Situ Perusahaan Tambang
Kepedulian dari perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan hutan, dalam artian yang memanfaatkan hutan demi kepentingan mereka atau bersama, patut diacungi jempol dan mendapat apresiasi. Salah satu perusahaan tambang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian plasma nutfah hutan dan reklamasi adalah Bharinto Ekatama Besiq. Proyek arboretumnya dinamai Bharinto Ekatama Nursery.
Keseriusan mereka salah satunya adalah memakai konsep vegetasi spesies lokal. Apalagi selain memang cocok secara agroklimat, juga dapat meningkatkan populasinya karena banyak yang telah langka.
Penggunaan vegetasi lokal pada konservasi in/ex-situ perusahaan tambang:
- Alangium javanicum
- Anthocepahalus macrophyllus
- Artocarpus sericicarpus
- Cananga odorata
- Castanopsis motleyana
- Dacryodes rostrata
- Dillenia excelsa
- Duabanga mollucana
- Durio dulcis
- Elateriospermum tapos
- Eusyderoxylon zwageri (Ulin)
- Ficus variegata
- Goniothalamus velutinus
- Irvingia malayana
- Michelia champaca
- Nephelium lappaceum
- Palaquium gutta
- Phyllanthus emblica
- Pometia pinnata
- Shorea balangeran
- Shorea lamellata
- Shorea leavis
- Shorea parvistipulata
- Sindora wallichii
- Symplocos fasciculata
- Syzygium hemsleyanum
- Syzygium lineatum
- Syzygium polyanthum
- Syzygium spp.
Jenis anggrek yang ditangkar di sana seperti:
- Coelogyne forstermanii
- Coelogyne rochussenii
- Coelogyne pandurata
- Grammatophyllum speciosum

No comments:
Post a Comment