Assalamu‘alaikum sahabats 2tisa
Pada habitat alaminya, anggrek tidak sembarangan melekat pada sesuatu pohon. Ada syarat atau kategori yang dijadikan sebagai induk semang/pohon inang ataukah tidak. Setiap anggrek juga memiliki kriteria sendiri-sendiri. Artinya jenis dan karakter pohonnya juga berbeda-beda.
Di sisi lain, anggrek juga tidak melulu murni menempel pada pepohonan yang berada di hutan asli (primer), tetapi juga bisa memilih tumbuh pada pepohanan yang berada di hutan sekunder atau hutan homogen, seperti Jati, Kopi, Kakao, dan lain-lain. Tentu saja jenisnya lebih terbatas dibanding jenis anggrek yang berada pada hutan-hutan asli/tropis. Di kebun kita sendiri, anggrek ‘dipaksa’ menempel pada pohon yang belum tentu disukainya.
Meskipun sudah banyak jenis pohon yang berhasil diidentifikasi sebagai inang anggrek, tetapi juga belum melingkup jenis pohon lain yang bisa saja sebagai host tree. Tetapi setidaknya kita tahu jenis pohon inang apa yang banyak ditumbuhi anggrek.
FYI:
- Beberapa jenis sulit ditemukan nama lokal/Indonesianya
- Nama lokal/Indonesia bisa berbeda-beda antar daerah/lokasi
- Ada yang hanya menampilkan nama pohon tanpa kata grex/ephytetnya. Jadi akan sulit diketahui jenis pohon apa yang dimaksud.
- Bisa jadi peneliti keliru dalam mengidentifikasi suatu jenis pohon.
Jenis Pohon Inang
- Acer laurinum – Ki Kanada/Maple
- Acmena acuminatissimum – Salam Badak
- Altingia excelsa – Rasamala (Hammamelidaceae)
- Araucaria sp. – Konifer
- Arenga pinnata – Aren
- Artocarpus benda – Kluwih
- Artocarpus elasticus Reinw.ex Blume – Bendo
- Astronia spectabilis Blume – Ampet
- Baringtonia asiatica – Keben
- Biscofia javanica – Gintungan
- Bridelia sp. – Kanyere/Kenidai
- Callophyllum sp. – Nyamplung, Bintangur
- Camellia sinensis – Teh
- Canthium glabrum Blume – Kopian (?)
- Castanopsis argentea – Saninten (Fagaceae)
- Castanopsis javanica Blume – Ki Hiur (Fagaceae)
- Casuarina junghuhniana – Cemara Gunung
- Chrisophyllum cainito – Sawo Duren
- Clausena indica – Jeruk
- Coffea sp. – Kopi
- Dacrycarpus imbricatus – Jamuju
- Daphne composite
- Engelhardia spicata
- Erythrina lithosperma – Dadap
- Eudia sp.
- Eugenia sp.
- Ficus fistulosa – Beunying
- Ficus retusa – Iprik Besar
- Ficus sp. – Beringin
- Flacourtia rukam Zoll. Mor. – Rukem/Rukam
- Glochidion littorale
- Homalantus populneus – Kareumbi
- Kileho Beureum (Saurauia
- Klenhopia hospita
- Lagerstroemia speciosa – Bungur
- Lithocarpus sundaicus – Pasang
- Lithocarpus teysmannii
- Litsea sp. – Medang
- Lupinus sp.
- Macaranga sp. – Mara Manggong
- Macropanax concinnus
- Mangifera indica – Mangga
- Nauclea lanceolata – Cangcaratan
- Pinus merkusii – Tusam/Pinus
- Piper sp.
- Podocarpus neriifolius – Kiputri
- Polyalthia sp.
- Proteacea sp.
- Pterocarpus indicus – Angsana/Sonokembang
- Quercus spp. (Fagaceae)
- Samanea saman – Trembesi
- Saurauia bracteosa
- Saurauiapendula (Actinidiaceae, Ki Leho)
- Schefflera aromatica
- Schefflera fastigiata
- Schima wallichii – Puspa (Theaceae)
- Sterculia sp. – Kepuh (?,Malvaceae)
- Streblus asper – Serut/Sand Paper Tree
- Swietenia macrophylla – Mahoni
- Tectona grandis – Jati/Teak
- Terminalia bellirica – Sono Keling
- Theobroma cacao – Kakao
- Toona sureni – Suren (Meliaceae)
- Tree stump – Tunggul Pohon
- Trevesia sundaica – Panggang Cucuk
- Wightia borneensis – Naru



No comments:
Post a Comment