Assalamu‘alaikum sobats 2tisa
Berkerabat
dekat dengan Anggrek Vanda, bersama-sama dengan genus Phalaenopsis, Acampe,
Arachnis, Brachypeza, Dyakia, Pelatantheria, Pomatocalpa,
Trichoglottis, dan lainnya membentuk
bangsa Vanda.
Taksonomi
|
Familia |
: |
Orchidaceae |
|
Subfamilia |
: |
Epidendroideae |
|
Tribus |
: |
Vandeae |
|
Subtribus |
: |
Aeridinae |
|
Genus |
: |
Thrixspermum |
|
Ephythet |
: |
centipeda Loureiro, 1790 |
|
Section |
: |
Thrixspermum |
|
Synonyms |
: |
Aerides arachnites (Blume) Lindl., 1833 Aerides flos-aeris Sw., 1799 Dendrobium auriferum Lindl., 1830 Dendrocolla arachnites Blume, 1825 Epidendrum thrixspermum Rausch, 1797 Sarcochilus arachnites (Blume) Rchb.f., 1863 Sarcochilus auriferus (Lindl.) Sarcochilus auriferus (Lindl.) Rchb.f., 1863 Sarcochilus centipeda (Lour.) Náves, 1880 Sarcochilus hainanensis Rolfe, 1896 Thrixspermum arachnites (Blume) Rchb.f., 1868 Thrixspermum auriferum (Lindl.) Rchb. f., 1830 Thrixspermum auriferum (Lindl.) Thrixspermum hainanense (Rolfe) Schltr., 1911 Thrixspermum papillosum Carr, 1929 Vanda pauciflora Breda, 1829 |
|
Common Name |
: |
The Centipede Thrixspermum |
|
Indonesia / Local Names |
: |
Anggrek Gurita Anggrek Gergaji Anggrek Lipan |
|
Distribution |
: |
Assam Cambodia China (Guangxi, Hainan and Yunnan provinces) , Himalaya Hong Kong Indonesia (Jawa, Sulawesi, Sumatra, Borneo: Kalimantan) Laos Malaysia (Penninsular Malaysia; Borneo: Sabah, Serawak) Myanmar Thailand the Philippines Vietnam |
|
1st Publishing |
: |
Fl. Cochinch. 520. 1790 |
|
Flowering Time |
: |
Februari – April Ada juga yang menyatakan Mei – Agustus |
|
New Record |
: |
Ditemukan di Kawasan hutan Waikanabu, Wanggameti, Praingkareha, dan Praimahala (Lesser Sunda Islands) tahun 2020 |
|
House Plants |
: |
pohon Kananggar (Dillenia pentagyna) di LSI |
|
Elevation |
: |
300 – 1300 meters 100 – 1200 m |
Pertelaan
Epifit monopodial berukuran mini dan evergreen di hutan-hutan dataran rendah dan hutan savana. Terkadang juga dijumpai tumbuh secara litofit pada bebatuan atau tebing berbatu.
Morfologi
Masa
mekar bunga hanya beberapa jam saja dan memiliki aroma harum yang lembut dan
lemah. Jadi memang harus mendekatkan hidung dalam-dalam ke kuntum bunganya.
Mula-mula petal dan sepal yang ukuran, bentuk, dan warnanya sama berwarna putih gading, kemudian berangsur-angsur menjadi krem, kekuningan-kuningan agak coklat pucat mengkilap saat layu.
Meski mekar singkat, itu pun sehari dalam satu malai hanya 1 – 2 kuntum yang mekar, tetapi periode berbunganya tak mengenal musim. Kuntum mekar bergantian dalam satu malai hingga mencapai batas masanya berbunga.
Bentuk sepal dan petal mirip kaki laba-laba atau boleh juga serupa bintang atau seperti gurita atau lily laut yang panjangnya @ ± 4 cm. Sedangkan malai berbentuk mirip gergaji atau ada yang menyebutnya bentuk lipan.
Ujung lidah agak lancip pada bagian depan dan tumpul pada bagian belakang dengan ukuran yang relatif lebih panjang dibanding jenis lainnya. Motif pada labellum berupa titik-titik dan noktah dan sapuan warna merah atau pink kuat.
Daunnya mirip daun Dendrobium dan tersusun berhadapan secara berselang-seling
Pseudobulb berupa batang/stem
Akar putih berujung hijau, berukuran besar dilihat rasio plantnya
Keunikan/Keistimewaan
Labellum/lip/lidah-nya berkantong
Tangkai bunga (malai) yang bentuknya seperti gergaji – ada juga yang mengatakan seperti lipan – yang mana bunganya muncul bergantian dari tiap ruas tangkai bunganya yang terdapat semacam liang (vas/pot).
Potensi
Sangat Rendah:
- Belum memiliki daya jual
- Belum dipilih sebagai indukan hibrid
- Belum memberi kemanfaatan kepada penduduk setempat, semisal dibuat kerajinan atau potensi sebagai bahan pengobatan tradisional
- Belum pernah menjadi juara di suatu event, soalnya memang g ada yang bisa disertakan, kecuali kalau ada kelas non-flowers
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh





No comments:
Post a Comment