Saturday, October 15, 2022

ENDEMIC ORCHID: Taeniophyllum biocellatum J.J.Sm. 1913

Assalamu‘alaikum 2tisa’s friends

Sedikit cerita dulu yaaa ...

Plant pertama berasal dari teman Fb. Setelah beberapa bulan, ternyata metong walau sempet berbunga juga. Padahal akarnya juga telah bertambah memanjang, meski pendek. Hingga kini, saya g tahu penyebabnya.

Beberapa bulan lalu, datang plant kedua. Semoga deh bisa lestari dan bahkan bertambah banyak karena kelak akan sulit dijumpai lagi di habitatnya akibat deforestasi hutan.

Selain itu, karena bunganya yang kecil mungil, tidak dilirik para breeder untuk dikultivasi. Walaupun mungkin bisa melalui teknik in-vitro.

Pada anggrek yang memiliki bunga besar seperti Dendrobium, Vanda, dan Phalaenopsis, diberondong gempuran anggrek-anggrek spesies melalui kultur jaringan yang berasal dari teknik penyerbukan selfing dan sibling, yang mana hasilnya bisa berbeda dengan versi ori/jungle.

So, bila teman-teman memiliki anggrek hutan/jungle, pertahankan betul-betul agar versi aslinya tetap terpelihara.

 

 

Taxsonom

Family

:

Orchidaceae

Subfamily

:

Epidendroideae

Tribe

:

Vandeae

Subtribe

:

Aeridinae

Genus:

:

Taeniophyllum Blume

Ephythet

:

biocellatum

Common Name

:

  • The Two Eyed Taeniophyllum [mengacu pada lingkaran di dalam bunga]
  • Ghost Orchid
  • Leafless Orchid
  • Ribbon Roots

Endemic to

:

Java (42 JAW)

First publish

:

Bulletin du Jardin Botanique de Buitenzorg. Buitenzorg [Bogor], sér. 2, 9: 120 (1913)

Descriptor/Author

:

Johanes Jacobus Smith

 

Karakter Umum

Menyukai area terlindung/teduh dengan kelembaban terjaga, suhu hangat hingga panas pada hutan-hutan (juga perkebunan kopi) dengan elevasi 300 – 1000 m dpl.

Monopodial epiphyte, namun ada pula yang mampu tumbuh secara epiphytic dan/atau lithophytic, asalkan areanya basah/lembab yang tinggi.

Bulb super pendek dan tak berdaun.

Pada habitatnya banyak tumbuh di ujung ranting-ranting pepohonan, mendapatkan cahaya & angin yang cukup. 

 

  

Bunga

Diameter bunga memang mungil, 3 – 3,5 mm. Meski begitu infonya diameter bunga tetap lebih besar dibanding anggrek Taeniophyllum lainnya.

Mekar sehari dengan bau yang super harum (dibandingkan dengan ukurannya). Muncul bergantian satu-satu (terkadang dua kuntum) hingga mencapai batas jumlah kuntum tertentu.

Bentuk bunga juga unik, yakni labellumnya berkantung!

 

  

 

Akar

Akar sangat pipih, putih dengan ujung hijau yang melekat kuat pada ranting/dahan pepohonan. Lebarnya sekitar 2 mm.

Taenophyllum biocelatum sendiri sering disebut sebagai Anggrek Akar karena tidak berdaun. Jadi akar mendapatkan fungsi lebih dibanding akar biasa, yakni sebagai media berfotosintesis, penyerap nutrisi makanan-air-udara, serta pelekat pada media.

 

  

Anggrek Koloni

Dalam satu kawasan atau bahkan satu koloni pohon, hidup berdampingan dengan berbagai macam anggrek, seperti:

  • Taeniophyllum haseltii
  • Acriopsis indica Wight
  • Thrixspermum hystrix
  • Tuberolabium rhopalorrhachis
  • Rhynchostylis retusa
  • Aerides odorata
  • Chiloschista lunifera
  • Eria retusa
  • Luisia javanica
  • Dan lain-lain

 

Status Konservasi

-         Belum dilindungi, atau populasinya masih melimpah

-         Appendix II of CITES (tidak diperdagangkan antar negara)

 

Kuntum ada yang layu dan ada yang mekar

Area Habitat di Jawa Timur

Tirtoyudo dan Lebakharjo, Kabupaten Malang tercatat dalam penelitian.

 

Etimologi

Taenio = Taenius (Yunani) yang berarti tiada

phyllum = phylla yang artinya daun


No comments:

Post a Comment