Assalamu'alaikum temans 2tisa
Dindymus
rubiginosus bersama dengan saudara-saudaranya yang lain dikenal sebagai
Red Assassin Bug diambil dari warna sayapnya yang didominasi warna merah cerah hingga oranye kemerahan dengan
hiasan satu titik hitam di atas sayap membran yang juga terdapat warna hitam sebagian
hingga penuh.
Member ordo Hemiptera family Pyrrhocoridae ini merupakan serangga predaceous/pemangsa sampai kanibal (terkadang – penulis melihat sendiri fenomena ini).
Jadi memang termasuk serangga sahabat pekebun sebagai predator hama. Dindymus sendiri adalah genus Kepinding/Kepik pembunuh yang hidup di antara tanaman yang memburu hewan-hewan kecil. So, membantu sekali mengendalikan pests di kebun kita.Tetapi jangan keliru mengidentifikasi dengan genus lainnya yang berperan sebagai hama tanaman yang memiliki kemiripan tampilan.
Perhatikan baik-baik morfologi Dindymus rubiginosus.
![]() |
| Spot hitam segitiga pada sayap membran yang juga berbentuk segitiga |
![]() |
| Tiga bar putih pada bagian depan, bagian tubuh belakang berwarna hitam dan kuning Ciri pembeda dengan hama yang memiliki tampilan serupa Ukuran pejantan tampak jelas beda ukurannya |
![]() |
| Ciri pembeda khas lainnya pada bar putih pada sayap depan Pada betina tampak samar-samar Kaki-kakinya hitam dipisah garis putih |
Kepik Merah Pembunuh memiliki alat penghisap panjang (- disebut juga paruh/beak) yang berguna menyedot cairan hewan. Paruh ini bila tidak digunakan terlipat di bawah kepala, toraks, dan abdomen. Beberapa serangga hama yang pernah penulis jumpai dimangsanya ada Kutu Celeng, Siput Mini, sesamanya (kanibal). Juga diinformasikan memangsa serangga lainnya seperti ngengat, lalat, dan lain-lain.
![]() |
| Nimfa menghisap cairan dari Kutu Celeng |
Persebaran: Indonesia (Lombok, Jawa, Sumatra), India (Assam), Taiwan, dan Myanmar.





No comments:
Post a Comment