Pada musim hujan, serangan aneka siput (familia Gastropoda) kian merajalela. Kondisi suhu lembab sangat disukai mereka.
Gejala serangan tampak lubang-lubang tidak beraturan pada daun. Ujung/pucuk akar hilang atau tampak berlubang-lubang, dan tanda lainnya. Seringkali terdapat bekas lendir mengkilat dan/atau kotoran.
Bila menyerang akar dan tunas anakan, bagian tersebut akan berkurang atau bahkan hilang.
Nah berikut ini beberapa cara yang disarikan dari berbagai sumber referensi dalam mengendalikan siput dan moluska yang ramah lingkungan, tanpa pestisida.
*) Bawang Putih
· Taburkan
bawang putih yang sudah di potong-potong pada sekeliling tanaman. Atau dihaluskan,
campur air, saring, semprotkan di sekitar tanaman.
*) Bulu Hewan
· Taburkan pada media tanaman bulu-bulu hewan yang rontok seperti kucing. Siput akan menghisap bulu-bulu tersebut dan menghindari areanya.
Cocok untuk siput tanpa cangkang/slug.
*) Sabun
Campur dengan air, siram pada media.
*) Kulit Buah
· Kulit buah segar seperti pisang, melon, semangka, timun, atau jeruk diletakkan di dekat tanaman yang sering dihinggapi siput. Saat malam hari hama akan hinggap disana. Buang.
*) Kulit/Cangkak Kacang Asin
· Tekstur kasar, tepi tajam, dan rasa asinnya ini tidak disukai siput. Cukup tabur pada media sekeliling anggrek/tanaman.
*) Cuka
· Ramuan cuka dan air 50%:50% disemprotkan pada media.
*) (Pita) Tembaga
· Saat siput menyentuh permukaan tembaga akan memberi sengatan listrik ringan. Letakkan pada pot, batang/bulb anggrek dan lain-lain.
*) Baking Soda
· Taburkan pada media. Siput akan mengering dan mati.
Cara-cara di atas dapat dipilih satu atau lebih (dimix). Ulangi bila hama masih ada/sisa.
Barakallah


No comments:
Post a Comment