Saturday, June 25, 2022

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Oberonia similis (Blume) Lindl., ENDEMIK JAWA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Genus Oberonia sangat sulit diidentifikasi dikarenakan bunganya yang super mungil, sulit diamati dengan mata telanjang. Apalagi jumlahnya mencapai 330 spesies. Bukan jumlah yang kecil. Kesulitan mengidentifikasi juga dikarenakan informasi mengenai spesies-spesies yang tidak lengkap.

So, mencari nama spesies ini juga g semudah membalik telapak tangan. Mupeng plus banget. Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga IDnya.

 

 


Identifikasi:

       Oberonia similis Lindl.

       The Similar Oberonia  

       Anggrek Peri

       Anggrek Jari

       Tribe Malaxideae

 

Sinonim:

Iridorchis similis  (Blume) Kuntze 1891 

Malaxis similis Blume 1825 

Titania similis

 

Morfologi:

Kuntum bunga kecil-kecil, berderet-deret dalam satu tangkai dengan jumlah hingga ratusan kuntum.

Diameter < 2 mm. Warna hijau kekuningan pucat, mahkota melonjong.

Inflorescens/tangkai bunga silinder, keluar dari tengah-tengah batang atau terminal, panjang sekitar 10 – 15 cm. Melengkung tidaknya tangkai bunga tergantung cara tumbuhnya plant, apakah tegak ataukah menggantung.

 


Batang semu/pseudobulb tak tampak, tertutup  rapat-rapat oleh seludang daun. Panjang ± 8 cm atau termasuk anggrek berukuran kecil.

Daun 6 helai, bentuk seperti segitiga memanjang atau pisau, panjang 8-11 cm, lebar 0,8-1,2 cm, pipih berdaging, permukaan daun halus. Susunan daunnya mirip kipas.





Habitat: hutan primer lembab di Jawa (endemik Jawa) dengan kelembaban tinggi. Kew memasukkan juga Lesser Sunda Islands sebagai area habitatnya.

Elevasi: 600 2.100 meter dpl.

Karakter:

Menyukai kondisi lembab. 

Di alamnya, umum hidup berdampingan dengan lumut, paku-pakis, atau tumbuhan epifit lainnya yang mampu menjaga kelembaban.

Kebutuhan cahaya/sinar matahari: 60%

 

Pohon Inang:

Pada habitat alaminya ketinggian tempat tumbuh pada pohon sekitar 2 15 meter dari permukaan tanah. Biasa menempel pada pepohonan dari jenis:

  • Beringin-beringinan (Ficus sp.)
  • Cycas rhumpii (Sikas) 
  • Hydnophytum sp.
  • Mangifera sp. (mangga hutan)
  • Szygium sp.
  • Pinus (Pinus merkusii)

 

Potensi:

Level rendah: belum menjadi anggrek hias atau anggrek hortikultura (diperdagangkan)

Dimasukkan ke dalam CITES Appendix II (tidak diperjualbelikan secara bebas ke luar negara)

Tidak berpotensi dipilih sebagai induk hibrid karena bunganya yang tiny

Belum diketahui mempunyai potensi sebagai tanaman herbal atau tidak

 

Perawatan pada Dataran Rendah:

Area teduh/ternaung. Sinar yang menerobos dari dedaunan atau sinar pagi selama beberapa jam masih dapat ditoleran. Kelembaban terjaga. Agar tidak sering menyiram, dapat ditambahkan media yang dapat menyerap air atau menjaga kelembaban seperti lumut, sabut kelapa, dan lainnya di sekeliling plant.

 

Populasi:

Level jarang. Disebabkan:

  • Kerusakan habitat.
  • Anggrek sulit beradaptasi dari perubahan iklim dan cuaca ekstrim.
  • Pertumbuhan termasuk lambat.
  • Ukuran bunga dan seedpot yang kecil juga akan gampang lepas dari tangkainya oleh deraan angin dan hujan. Atau terlindas oleh pergerakan hewan-hewan besar, sehingga populasinya juga rendah.
  • Kuntum bunga yang kecil (± 0,2 cm) sulit diserbuki oleh serangga.

Karena itu ada beberapa situs dalam negeri (Indonesia) menjual Malaxis similis dengan harga ratusan ribu. Mungkin karena kelimpahan populasinya sudah termasuk jarang.

Referensi: IOSPE dan lain-lain


Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

No comments:

Post a Comment