Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagi pekebun besar atau kolektor, anggrek yang g bagus
pertumbuhannya, seperti kuntet, banyak penyakit, tampilan kurang menarik, dan
lainnya, mereka akan membuangnya. Mereka dianggap membawa kerugian, baik materi, waktu, tenaga, dan pikiran.
Tetapi bagi 2tisa selama masih bisa diselamatkan walau membutuhkan waktu yang lebih lama atau juga lebih membutuhkan pengorbanan tenaga, uang, dan lainnya, anggrek-anggrek dengan kriteria seperti itu tetap dipertahankan. Istilah jadulnya’Dibuang Sayang’. Asalkan belum mati, anggrek akan dipertahankan mati-matian.
Ya, semampang ‘nyawa masih dikandung badan’, anggrek
seperti itu tetap dirawat sepenuh hati. Tidak ada bedanya dengan anggrek-anggrek
normal lainnya dengan perbedaan tritmen sesuai dengan masalahnya. 
Ada yang berhasil survive, ada yang RIP hiks
Untuk anggrek lambat tumbuh, tetap mendapatkan cara perawatan yang sama, yakni disiram dan dipupuk.
Untuk anggrek busuk dan bermasalah, tritmen menyesuaikan.
Memang mempertahankan kondisi anggrek seperti itu tidak semuanya mampu melewati masa-masa kritis mereka. Tetapi jumlahnya sangat sedikit dibandingkan yang berhasil survive dan tumbuh wajar. Bahkan anggrek-anggrek yang semula ‘bermasalah’ kini banyak yang lebih bongsor pertumbuhannya dibanding semula, bahkan ada yang berbunga.

Alhamdulillah kini muncul tunas anakan setelah drop tinggal sebulb
So, jangan patah semangat merawat anggrek apapun kondisinya, senyampang mereka masih memiliki kehidupan, jangan buru-buru mengeliminasi mereka.
Salam cinta anggrek!!!!

Akhirnya, tak tertolong (sad mode on)
Barakallah 4u all

No comments:
Post a Comment