Tuesday, June 28, 2022

Aerides odorata (PART 2): DESKRIPSI, POPULASI, POTENSI DAN INFO LAINNYA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabakaratuh

Artikel ini merupakan sambungan artikel sebelumnya: Aerides odorata

 


►Deskripsi:

  • Monopodial epifit
  • Akar udara miskin percabangan, tetapi berukuran besar. Bentuk gilig (silindris) dengan ujung berwarna hijau. Akar cabang lebih kecil ukurannya. Akar tua berwarna putih.

 
  • Panjang stem/batang pseudobulb bisa mencapai 1 m. Suatu panjang yang belum pernah dicapai di kebun penulis hiks. Tertutup rapat oleh seludang daun.
  • Daun melengkung cenderung terkulai, selang-seling (oppsite), berwarna hijau pucat dengan panjang 15 25 cm dan lebar 2 5 cm. Ujung daun mucronate lobe. Tipe daun ligulate.

 

 

  • Berbunga 1 – 2 tahun sekali pada awal musim hujan dan membutuhkan intensitas sinar yang banyak untuk berbunga. 1 tangkai bunga dengan panjang 30 cm bisa menyangga lebih 30 kuntum yang wangi seperti spicy/rempah hingga lilac.
  • Terkadang spike juga muncul pada ketiak daun yang telah luruh. Biasanya pada bagian bulb bawah  atau yang telah tua.
  • Perkembangbiakan alami secara generatif (biji). Perbanyakan vegetatif dengan keiki.


 

►Perawatan:

  • Sinar: setengah teduh hingga langsung
  • Humidity: 70 – 85%
  • Temperatur: 24 – 28 °C
  • Sirkulasi udara: lancar
  • Tidak sulit, cocok untuk pemula. Cukup diikat pada batang pohon, merupakan cara termudah dan teraman. Siram 2 hari sekali.
  • Bisa juga digantung memakai kawat/tali.
  • Termasuk anggrek yang tahan hama dan penyakit. Selama ini belum pernah menjumpai hama dan penyakit yang serius. Paling-paling bercak-bercak daun saja yang relatif tidak begitu berpengaruh terhadap perkembangannya. Hanya saja beberapa bulan lalu banyak yang menguning dikarenakan Hujan Salah Musim (sudah ditulis artikelnya).

 

Polinasi:

Penyerbuk utamanya adalah Lebah Lanceng, juga lebah lain.

Termasuk anggrek yang mampu menyerbuki mandiri (self polinate). 

Buah Anggrek Kuku Macan

 

Populasi:

Meski melimpah dijumpai pada hutan jati, tetapi secara garis besar populasinya kian berkurang jauh akibat deforestasi, pembukaan lahan  dan eksploitasi.

Beberapa laporan menyebutkan sudah sulit dijumpai di hutan-hutan primer Pulau Jawa.

Appendix II CITES

 

►Vegetatif Buatan:

Karena termasuk monopodial (satu titik tumbuh), secara alami akan sulit untuk berkembang banyak. Karena itu di kebun, dibutuhkan trik untuk memperbanyaknya secara vegetatif buatan.

Bagaimana caranya?

Ada beberapa pilihan:

Tempelkan atau letakkan bulb batang secara horisontal/datar atau miring. Kalau beruntung akan tumbuh 2 – 3 tunas anakan.

Memotong bulb bagian bawah yang sudah tua dan masih terdapat akar sehat minimal seutas. Lebih bagus lagi kalau masih ada daunnya. Panjangnya bebas, usahakan minimal 10 cm agar tidak terlalu lama prosesnya. Biarkan pada tempatnya beberapa waktu hingga keluar keiki. Bila keiki telah mapan, potongan bulb dapat dipindahkan ke tempat yang kita inginkan.

 


►Potensi:

Penduduk tidak begitu mengenal dan kalah populer dengan Anggrek Larat, Oncidium Golden Shower dan Dendrobium terduga x superbiens yang banyak di tanam di rumah-rumah penduduk pedesaan.

Berpotensi dalam industri parfum. Wangi Aerides odorata masuk dalam kategori Oriental 5 (Men).


►Tradisional Medikal:

  • Akar dan daun untuk obat inflamasi (peradangan) 
  • Buah tua digunakan untuk menyembuhkan luka di India
  • Penduduk Vietnam terbiasa memakai jus ekstrak daunnya digunakan untuk mengobati bisul di telinga dan hidung. Sedangkan biji yang ditaburkan di atas lesi akan membantu menyembuhkan bisul dan gangguan kulit lainnya. 
  • Juga digunakan untuk mengobati TBC, luka dan sebagai obat oral untuk nyeri sendi bengkak.

Sumber: Giuseppe Mazza dan lain-lain 

 

 Barakallah





 

No comments:

Post a Comment