Tuesday, December 7, 2021

MEDIA ASAM: TANDA DAN PENANGANANNYA

Assalamu’alaikum sobats 2tisa

Media anggrek yang semula berpH normal hingga sedikit asam, semakin lama menjadi kian asam.

Tentu memberikan efek buruk terhadap tumbuh-kembang anggrek.

 

Cabang akar masih tumbuh, tetapi banyak akar yang telah mati
Sebaiknya memang segera dieksekusi

 

Apa yang mempengaruhi cepatnya media menjadi asam?

·        Pemupukan yang terlalu sering.

Sisa-sisa pupuk akan tertambat pada media. Kian lama kian banyak/menumpuk. Media pun cepat asam.

·        Malas menyiram/kocor

Penyiraman dengan slang selain untuk memenuhi kelembaban dan kebutuhan air, juga untuk menggelontor sisa-sisa pupuk, sida, dan juga zat-zat kimia lainnya.

·        Hujan asam

Di kota-kota besar dengan polutan udara tinggi, saat turun hujan jadilah hujan asam yang membawa polutan beserta logam-logam berbahaya.

Mungkin yang dimaksud para ahli untuk menyiram anggrek setelah turun hujan adalah untuk meminimalisir efek hujan asam.

·        Sisa-sisa penggunaan sida dan obat-obatan kimia lainnya. 

·        Proses decomposisi media dan/atau bagian plant yang rusak



Sudah terlambat dideteksi dan dieksekusi
Harus bersabar menunggu munculnya keiki dan/atau tunas anakan



 Apa tanda-tanda telah asamnya media?

  • Teringan adalah bau/aroma yang menyengat. Orang Jawa bilangnya bau sangit (seperti bau belalang sangit).
  • Menanjak levelnya akar menghitam atau kecoklatan. Cabang-cabang maupun akar baru tidak tumbuh.
  • Level berikutnya adalah daun-daun menguning.
  • Tingkat terakhir adalah pertumbuhan stagnan. Bila tetap dibiarkan anggrek bisa mati. Bila survive pun harus mengulang dari awal kembali.

Penanganan yang dapat dilakukan:

·        Pada tahap ringan lebih baik langsung eksekusi agar bisa cepat recovery. Caranya dengan menambahkan bahan-bahan bersifat basa, seperti arang, abu, dan lain-lain. Ada juga yang pakai kapur dolomit (bisa tanya yang sudah berpengalaman). Untuk media yang digantung bisa dipakai rendaman atau larutan bahan-bahan di atas.dengan cara disemprotkan atau direndam.

·        Bila masih berbau, buang media yang sudah rusak dan mengganti dengan media baru. Usahakan akar tetap seperti semua atau paling tidak kerusakannya minimal.

·        Bila efek media asam sudah mengenai akar, pada level lanjut, segera buang/potong akar rusak sebersih mungkin, tak bersisa (sampai pangkal akar). Kemudian rendam pada larutan berbahan basa atau air yang dimasukkan bahan-bahan basa selama semalam. Sebelumnya boleh direndam vit B1 supaya g terlalu stres. Selesai, tempel/tanam pada media baru.

·        Untuk level lanjut seperti daun menguning dan pertumbuhan stagnan tidak ada yang dapat kita lakukan selain mengganti dengan media baru, memberikan/merendam dengan vitamin B1 dan kemudian sabar merawatnya. Berharap tumbuh anakan atau keiki.

 

Hasil tritmen tak membutuhkan waktu lama sudah tumbuh tunas anakan

Catatan:

  • Media cepat asam lebih umum terjadi pada anggrek bertipe simpodial
  • Tidak berlaku pada anggrek monopodial
  • Tidak berlaku pada anggrek yang ditempelkan pada pohon hidup
  • Kebun 2tisa tidak pernah memakai vitamin B1. Penambahan vitaman sudah umum dipakai para pecinta anggrek
  • Bila media papan pakis/papan atau potongan kayu yang masih bagus, bisa dipakai kembali dengan membersihkan atau menyikat terlebih dahulu. Boleh direndam dengan larutan (berbahan) basa
  • Setelah perlakuan boleh diletakkan pada area semula, atau bisa juga diteduhkan terlebih dahulu. Suka-suka aja. 
  • Tidak ada  lama interval menjadi asam. Minimal 2 tahun, maksimal 5 tahun. Berlaku kerelatifitan.

Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment